Jelang pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies R. Baswedan-Sandiaga S. Uno, pada 16 Oktober 2017 nanti, Tim OK OCE (One Kecamatan One Center of Entrepreneurship) bekerja sama dengan KADIN Kota Jakarta Pusat, hari ini (Rabu 11 Oktober 2017) menggelar pembekalan kewirausahaan bagi masyarakat di Kelurahan Cempaka Putih Barat Jakarta Pusat.
Pasca viralnya video pernyataan yang dilontarkan pengacara/advokat senior Dr. Eggy Sudjana, saat usai sidang uji materiil di Mahkamah Konstitusi atas Perppu Ormas pada Selasa 4 Oktober 2017 sekitar jam 2 siang. Eggy Sudjana melontarkan pernyataan yang menyatakan bahwa, hanya agama Islam yang sesuai dengan Pancasila Sila Pertama, sementara agama lain tidak sesuai dengan Sila Pertama, seperti kristen yang dikatakan Eggy berketuhanan Trinitas, Hindu berketuhanan Trimurti, dan sebagainya sebagaimana viral video.
Panitia Kongres GMKI Ke-36 dalam rangka persiapan penyelenggaraan kongres pada tahun 2018 di Jakarta, dipimpin oleh Ketua Harian Panitia Kongres Sterra Pieterz, SH dan Hans T. Lb.Tobing, pada Selasa 3 Oktober 2017 lalu, melakukan dialog dengan Gubernur DKI Jakarta Djarot S. Hidayat. Pertemuan dialog dengan Gubernur DKI Jakarta Djarot S.
Sikkat Pasaribu seorang mantan petinju nasional, kini banyak beraktivitas sebagai komentator pertandingan tinju disejumlah TV swasta, dan juga Ketua Umum Pemuda Olahraga Indonesia, hari ini Kamis 28 September 2017, bertempat di Aula Jakarta Media Center Jl. Kebon Sirih Jakarta Pusat, menggelar Seminar Peningkatan Mutu Pelatih Tinju Indonesia Menuju Sukses Asian Games 2018.
PENJELASAN MENKO POLHUKAM TENTANG ISU POLITIK TERKINI
Seperti kita ketahui setiap menjelang pemilu apakah Pemilu Kada atau Pemilu Presiden dan Wakil Presiden suhu politik selalu memanas. Keadaan itu sudah berlaku sejak dahulu dan menjadi bagian dari pasang surutnya suhu politik dalam alam demokrasi. Pemerintah c.q. Kemenko Polhukam dan segenap jajarannya, akan terus menjaga agar memanasnya suhu
politik tersebut masih pada batas-batas kewajaran agar tidak menimbulkan instabilitas nasional yang tentu akan menganggu berbagai kepentingan nasional.
Kantor YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia), hari kemarin (18 September 2017) mengalami aksi penggerudukan oleh kelompok massa tertentu, hal tersebut diduga terkait dengan digelarnya pertemuan/diskusi membahas peristiwa 30 September 1965, ratusan petugas kepolisian dikerahkan dengan sejumlah perangkat pengendalian massa, untuk menjaga keamanan dan ketertiban diseputaran kawasan kantor YLBHI di Jl. Diponegoro Jakarta Pusat.