Tahun baru 2018 sekalipun sudah memasuki perjalanan dua minggu, namun semarak perayaan Natal masih dilaksanakan berbagai komunitas masyarakat kristiani, sebagaimana kemarin malam (Sabtu13 Januari 2018) dilaksanakan Perayaan Natal Pemprov bersama Masyarakat Kristen-Katolik di Jakarta, agenda perayaan Natal masih akan berjalan hingga beberapa minggu mendatang.
Perayaan Natal Pemprov DKI Jakarta bersama masyarakat kristiani (Kristen dan Katolik), telah diselenggarakan dengan meriah kemarin malam (Sabtu, 13 Januari 2018). Perayaan yang diadakan di Gedung JIEXPO Hall B3-C3 Jl H. Benyamin Sueb Kemayoran Jakarta Pusat, sejak sore pukul 3 sudah dipenuhi oleh ribuan masyarakat Jakarta untuk mengikuti perayaan yang merupakan kali pertama diadakan, perayaan yang diinisiasi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies R.
Peringatan Hari Kelahiran Yesus Kristus masih terus berjalan hingga memasuki minggu pertama Tahun Baru 2018. Berdasarkan kalender gerejawi, saat ini sudah memasuki minggu Epifani, namun demikian tradisi merayakan dan memperingati Hari Kelahiran Yesus Kristus yang juga dikenal sebagai Hari Natal, masih dilaksanakan oleh banyak komunitas kristiani diberbagai tempat.
Pimpinan MPH Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia pagi hingga siang tadi (Kamis 4 Januari 2018), mengadakan Ibadah Syukur Awal Tahun 2018 sekaligus openhouse tahun baruan keluarga besar PGI. Ibadah syukur diadakan di Grha Oikoumene lantai 5 Jl. Salemba Raya No. 10, dihadiri jajaran pengurus PGI, seperti Ketua Umum MPH Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat-Lebang, Sekretaris Umum MPH PGI Pdt. Gomar Gultom, Pdt.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini (3 Januari 2018) di Istana Negara telah melantik Kepala Lembaga Sandi Negara Mayor Jenderal Djoko Setiadi menjadi Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), menurut Djoko " BSSN pada dasarnya bentuk revitalisasi Lembaga Sandi Negara. Revitalisasi Lemsaneg menyesuaikan perkembangan zaman yang bergulir cepat. Jadi bukan hal baru, ini hanya kami tingkatkan kemampuannya betul-betul bisa menjangkau nasional".
Sejak resmi menjabat, Presiden Joko Widodo (Jokowi), bertekad membangun Indonesia dari pinggiran sehingga pembangunan perbatasan pun jadi fokus perhatian. Tapal batas, harus jadi beranda depan negara, bukan lagi halaman belakang yang kumuh. Wajah perbatasan harus lebih ‘cantik’ dan ‘kinclong’ dari perbatasan negara lain.