Simposium Nasional Demokrat telah usai, Usai jugakah gagasan "Restorasi Indonesia"?
Simposium Nasional Demokrat telah berakhir, ribuan peserta dari berbagai daerah maupun latarbelakang profesi, setelah menghabiskan waktu dua hari mengikuti simposium di Hotel Borobudur Jakarta, sejak tanggal 1-2 Juni 2010, kini telah kembali ke daerah dan aktifitasnya masing-masing.
Permasalahan bangsa yang kian runyam, oleh karena sepak terjang kaum elit, khususnya para politisi, bukannya semakin mengurangi masalah, justru tidak sekedar menambah masalah, tetapi semakin memburamkan perjalanan bangsa ini.
Wakil Presiden RI Boediono ketika menyampaikan sambutan, saat membuka resmi penyelenggaraan Pekan Lingkungan Indonesia, di Hall A Jakarta Convention Center, jam 10.30 pagi tadi (3 Juni 2010), menyatakan rasa senangnya dapat meresmikan dan membuka penyelenggaraan kegiatan yang penuh dengan nuansa peduli lingkungan tersebut.
Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di kawasan Teluk Gaza, hal ini terkait dengan aktivitas militer kaum Zionis Israel yang terus menekan Palestina.
Seminar nasional yang diadakan dalam rangka Simposium Nasional Demokrat, sesi kedua pada hari Selasa 1 Juni 2010, mengangkat topik 'Jalan Restorasi Indonesia' dengan menghadirkan pembicara Prof. Dr. Ketut Surajaya, MA, Prof. Dr. A. Dahana, Prof. Dr. August Benu, dan Budiman Sudjatmiko, M.Sc, M.Phil.
Simposium 'Restorasi Indonesia' yang digelar oleh Nasional Demokrat pada tanggal 1-2 Juni 2010, di Hotel Borobudur Jakarta, pada hari pertama, setelah berbagai pencerahan melalui orasi yang disampaikan oleh Ketua Umum Nasional Demokrat Surya Paloh dan Jusuf Kalla, diisi dengan serangkaian seminar nasional yang menghadirkan pembicara kompeten dibidangnya.
Benyamin Mangkudilaga, SH sebagai seorang mantan Hakim Agung, melihat proses seleksi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi saat ini, memberikan komentar kepada Tim Gerejani disela-sela Simposium Nasional Demokrat, siang tadi (1 Juni 2010) di Hotel Borobudur Jakarta, " Memang masih sulit menemukan figur Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mungkin karena masih kuatnya nuansa 'politik' dalam menentukan/memilih Ketua KPK ".
Mantan Wakil Presiden RI yang juga mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla, hadir dalam Simposium Nasional Demokrat di Hotel Borobudur Jakarta, pada sore hari tadi (1 Juni 2010), memberikan special speech tentang gagasan restorasi Indonesia.
Sebagai salah satu Organisasi Kemasyarakatan NASIONAL DEMOKRAT, sungguh belajar dari kegagalan Gerakan Reformasi yang menumbangkan Kediktatoran namun masih gagap melakukan perbaikan yang membuat keadaan jadi runyam dan Politik, Ekonomi dan Budayanya semakin kebablasan tak jelas arah.