Kepala BNN Pusat Drs. Gorries Mere : Sudah 3.3 juta jiwa penyalahguna narkoba
BNN Pusat dan Puslitkes UI pada tahun 2008 mengadakan penelitian, dan hasil penelitian tersebut menunjukkan angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia sebesar 1.99 % dari jumlah penduduk Indonesia, atau sekitar 3.3 juta jiwa penyalahguna.
Bahaya penyalahgunaan narkoba ternyata tidak sekedar berdampak pada fisik pengguna, tetapi dalam skala makro, penyalahgunaan narkoba telah berkontribusi terhadap kerugian negara.
Kepala BNN Pusat Drs. Gorries Mere bertepatan dengan Peringatan HANI 2010 pada 26 Juni 2010 lalu, mengesahkan Forum Komunikasi LSM Anti Narkoba Nasional dan melantik Presidium Nasional FK-LSM AN, di Lapangan Monas Jakarta 26 Juni 2010, dengan mengenakan jaket resmi berlogo BNN kepada perwakilan FK-LSM AN.
Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tahun 2010, diperingati pada tanggal 26 Juni 2010 oleh ribuan orang yang memadati Lapangan Monas Jakarta, sejak pagi hingga siang hari.
Rangkaian persiapan kegiatan menuju puncak acara peringatan HANI 2010, selain pemecahan rekor, seminar, dialog, kerjasama dengan LSM, juga termasuk Malam Renungan yang digelar oleh BNN malam tadi, di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat.
Peringatan HANI 2010 yang dilakukan oleh BNN, tidak sekedar persiapan yang dilakukan ala kadarnya, tetapi penuh dengan nilai kebangsaan (nasionalisme) dan patriotisme, khususnya dalam rangka menuju Indonesia Bebas Narkoba tahun 2015.
Masihkah ingat kita akan berbagai kasus penggusuran pedagang kaki lima (PKL), penertiban anak jalanan, dan penertiban bangunan liar di Taman Makam Mbah Priok yang menelan jiwa beberapa waktu lalu?
Badan Narkotika Nasional sebagai penyelenggara nasional Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2010, melakukan persiapan kembali menjelang puncak acara peringatan HANI 2010 pada tanggal 26 Juni 2010, esok di Lapangan Monas Jakarta.
Puncak peringatan HANI 2010 (Hari Anti Narkotika Internasional) yang akan dilaksanakan pada 26 Juni 2010, kini tengah memasuki tahap persiapan gladi kotor.
Polemik moralitas seorang Komisioner KPU Andi Nurpati, yang nekat melakukan rangkap jabatan dengan menjadi Ketua Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, masih terus bergulir hingga hari ini.