Megawati Institute : Masihkah ada pluralisme di Indonesia?
Megawati Institute dalam rangka satu tahun pemerintahan SBY, menyoroti tentang realitas semakin tidak dihargainya pluralitas bangsa, disebabkan oleh karena ketidakwibawaannya pemimpin, ketidakjelasannya penegakan hukum, dan pembiaran negara terhadap berbagai perilaku kekerasan berbajukan agama.
Maraknya aksi demonstrasi dalam rangka satu tahun pemerintahan Presiden SBY hari ini (20 Oktober 2010), selain menampilkan ribuan massa, penggunaan berbagai media tulisan, visualisasi berbahan kertas, tetapi juga turut meramaikan aksi demonstrasi siang tadi adalah sejumlah bantal guling.
Masihkah kita ingat ketika aksi demonstrasi dalam rangka 100 hari pemerintahan Presiden SBY, saat itu tanggal 28 Januari 2010? Aksi tersebut membuat Presiden SBY gerah, karena dirinya disamakan dengan Kerbau Gendut.
Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dalam aksi demonstrasi hari ini didepan Istana Negara (20 Oktober 2010), mengusung isu utama "SBY Gagal Sejahterakan Rakyat" dan "Gulingkan SBY Boediono Antek Imperialis".
Aksi demonstrasi ribuan orang dari berbagai elemen, seperti Persatuan Oposisi Nasional, dalam aksinya siang hingga sore tadi didepan Istana Negara, mengusung isu utama kegagalan pemerintahan SBY.
Satu tahun pemerintahan Presiden SBY diperingati oleh ribuan massa, dengan mendemo Istana Negara siang hingga sore tadi (20 Oktober 2010).
Hari ini adalah satu tahun pemerintahan Presiden SBY, tidak sedikit kelompok yang memanfaatkan momentum ini, untuk melakukan unjuk rasa menyuarakan aspirasinya mengenai evaluasi pemerintahan Presiden SBY.
Soeharto mantan Presiden RI, diusulkan menjadi Pahlawan Nasional bersamaan dengan sejumlah tokoh lainnya, seperti Johannes Leimena dan Gus Dur.
Presiden SBY melakukan pengucapan sumpah jabatan dihadapan Sidang Umum MPR pada 20 Oktober 2009, dan hari ini 20-10-2010 tepat setahun Presiden SBY menjalani masa pemerintahannya untuk periode yang kedua.