Skip to content Skip to navigation

SIARAN PERS PGI ESKALASI KONFLIK BERSENJATA DI TANAH PAPUA, PESAWAT MISI KEMANUSIAAN GEREJA DIBAKAR, PILOT TEWAS, MASYARAKAT SIPIL KORBAN

GEREJANI DOT COM - Eskalasi konflik bersenjata di Tanah Papua, dalam beberapa hari terakhir, khususnya di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Yahukimo, kembali merenggut sejumlah nyawa. Mereka yang menjadikorban jiwa di antaranya adalah Pdt. Elianus Agimbau, pelayan Tuhan dan gembala jemaat GKII,
Melkiana Duwitau seorang ibu yang sedang hamil delapan bulan, beserta bayi yang dikandungnya,dan Okto Tigau, warga sipil yang ditemukan meninggal dunia dengan dugaan mengalami penyiksaan dan luka-luka berat; ada lima luka tembak di dada serta mutilasi pada bagian telinga.

Juga pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Captain Nicholas F. Goselin, yang meninggal dunia akibat penyerangan dan pembakaran pesawat AMA PK-RCY, di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo pada 2 Juli 2026.

Selain itu, konflik ini juga menyebabkan gugurnya seorang anggota TNI, Praka Bayu Oktara, serta menyebabkan ribuan warga sipil mengungsi akibat memburuknya situasi keamanan. Atas semua hal yang terjadi, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan dukacita yang mendalam.

Setiap nyawa yang hilang adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang menyedihkan. Ketika seorang Pendeta, ibu hamil bersama bayinya, warga sipil, pilot pesawat, maupun aparat negara menjadi
korban, yang terluka bukan hanya keluarga mereka, melainkan juga harkat martabat kemanusiaan kita bersama.

Apapun kepentingan atau alasannya baik politik maupun keamanan, menghilangkan
nyawa manusia yang tak bersalah tidak dapat dibenarkan.

Menanggapi peristiwa ini, PGI menegaskan sikap sebagai berikut:
1. Mengecam keras segala bentuk pembunuhan, penyiksaan, mutilasi, dan serangan bersenjata yang menimbulkan korban jiwa, termasuk penyerangan terhadap pesawat sipil dan warga tak
bersenjata.
2. Menyatakan keprihatinan mendalam atas semakin pudarnya penghormatan terhadap martabat manusia, padahal setiap orang diciptakan menurut gambar Allah dan memiliki nilai yang tak
tergantikan.
3. Mendesak semua pihak yang bertikai untuk menahan diri dan menghentikan semua bentuk kekerasan. Keselamatan dan perlindungan warga sipil seharusnya menjadi prioritas utama.
4. Menilai pendekatan militeristik yang diterapkan selama ini tidak mampu menghadirkan solusi damai dan adil, justru melahirkan penderitaan panjang yang berulang bagi warga sipil di daerah
konflik.
5. Mendesak agar seruan dialog damai yang telah disampaikan oleh gereja, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat sipil selama ini dapat segera diwujudkan secara nyata dan bermartabat.
6. Mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas seluruh peristiwa ini melalui penyelidikan yang independen dan tidak memihak, serta menjatuhkan sanksi hukuman berat bagi pelaku yang
terbukti bersalah.
7. Meminta Panglima TNI dan Kapolri untuk segera menegakkan hukum dan memproses aparat TNI atau Polri yang patut diduga melanggar hukum atau hak asasi manusia secara profesional,
transparan, dan akuntabel.

Sekali lagi, PGI menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban, baik keluarga Pdt. Elianus Agimbau, Ibu Melkiana Duwitau dan bayi yang dikandungnya, Okto Tigau, Pilot Nicholas F. Goselin, Praka Bayu Oktara, maupun seluruh korban lainnya.

PGI berdoa kiranya Tuhan Yesus Kristus, Sang Raja Damai, memberikan kekuatan, penghiburan, dan pengharapan kepada setiap keluarga yang sedang berduka serta menghadirkan damai sejahteraNya bagi seluruh Tanah Papua. (DPT)

Share

Advertorial