Skip to content Skip to navigation

Ada Aliran Baru 'Mirip' Gereja Setan, Namanya 'The Satanic Temple', Jutaan Anggota se Dunia

Gerejani Dot Com - Amerika Serikat yang belakangan ramai dibicarakan akibat bersama Israel terlibat pertempuran dengan Iran, wajar dikatakan sebagai negara kebebasan (liberal), tidak hanya secara politik, sosial, budaya, ekonomi, dan demokrasi, termasuk juga agama dan kepercayaan.

Ternyata pada 2019, Pemerintah Amerika Serikat meresmikan suatu organisasi keagamaan memiliki kemiripan lambang dengan Gereja Setan yang didirikan Anton LaVey pada 1960 an, yakni The Satanic Temple (TST) yang didirikan oleh Lucien Greaves dan Malcolm Jarry (Cevin Soling) pada 2012-2013.

The Satanic Temple (TST) muncul sebagai fenomena unik dalam lanskap kebebasan beragama di Amerika Serikat. Satanic Temple resmi diakui sebagai institusi keagamaan oleh Internal Revenue Service (IRS) pada 2019. Pengakuan ini menempatkan TST sejajar secara hukum dengan agama-agama lain.

Meski namanya "Satanic", The Satanic Temple tidak percaya atau menyembah sosok Setan. Kata "setan" dipakai sebagai simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang sewenang-wenang dan dogma yang membatasi kebebasan individu.

Misi dari The Satanic Temple adalah untuk mendorong kebajikan dan empati, menolak otoritas tirani, mendorong akal sehat yang praktis, menentang ketidakadilan, dan melakukan hal-hal yang mulia," demikian tulis The Satanic Temple di laman resmi mereka.

Laporan AP News dan Religion News Service menunjukkan bagaimana organisasi ini memanfaatkan kebebasan beragama untuk menantang dominasi agama mayoritas. Contohnya, saat negara bagian AS mengizinkan simbol Kristen di gedung publik, TST menuntut hak menempatkan patung Baphomet-bukan karena ingin memuja, tapi untuk menyoroti standar ganda.

Salah satu langkah paling kontroversial mereka adalah mengklaim aborsi sebagai bagian dari ritual keagamaan, untuk menantang pembatasan aborsi di sejumlah negara bagian AS dengan argumen kebebasan beragama.

Banyak pengamat menyebut TST sebagai gerakan politik-legal berbasis simbol agama, bukan komunitas spiritual biasa. Pengikutnya didominasi generasi muda urban, yakni milenial dan Gen Z, yang skeptis terhadap institusi agama, tetapi aktif dalam isu kebebasan sipil dan politik identitas.

Penjelasan ChatGPT

Ketika redaksi menanyakan hal TST ke ChatGPT, dijelaskan bahwa Pemerintah Amerika Serikat tidak “mengesahkan” The Satanic Temple sebagai agama baru, dalam arti menciptakan agama, tetapi mengakui secara hukum sebagai organisasi keagamaan, karena memenuhi syarat hukum yang berlaku untuk semua agama.

ChatGPT menyampaikan penjelasan sebagai berikut :
The Satanic Temple diakui karena memenuhi syarat hukum.
The Satanic Temple pada tahun 2019 memperoleh status resmi sebagai organisasi keagamaan bebas pajak dari Internal Revenue Service (IRS).
IRS memberikan status ini jika organisasi memenuhi kriteria seperti:
• Memiliki sistem kepercayaan atau nilai moral
• Memiliki kegiatan keagamaan terorganisir
• Memiliki struktur organisasi
• Tidak beroperasi untuk keuntungan pribadi
• Berfungsi seperti komunitas keagamaan
Status ini sama dengan yang dimiliki gereja, masjid, sinagoga, dan organisasi agama lain.
ini bukan berarti pemerintah mendukung Satanisme
Pengakuan hukum berarti:
✔ hanya pengakuan administratif dan pajak
✔ bukan persetujuan moral atau spiritual
✔ bukan berarti pemerintah mempromosikan Satanisme.

Ironisnya, masih menurut ChatGPT, The Satanic Temple sendiri:
Tidak menyembah setan secara literal
Lebih merupakan gerakan filosofis dan aktivisme
Menekankan rasionalitas, kebebasan individu, dan pemisahan agama dan negara

Mereka menggunakan simbol “Satan” sebagai metafora perlawanan terhadap otoritarianisme, bukan sebagai dewa yang disembah.

The Satanic Temple menjalankan kegiatan yang mereka sebut sebagai praktik keagamaan non-teistik, artinya mereka tidak menyembah makhluk supernatural. Kegiatan mereka lebih fokus pada refleksi pribadi, simbolisme, komunitas, dan nilai moral tertentu, demikian menurut ChatGPT.

Sudah Tersebar Global

Organisasi TST yang secara terdaftar memiliki 700 ribu anggota, diperkirakan secara global telah memiliki sekitar 1 juta lebih anggota, tidak hanya ada di Amerika, tetapi sudah memiliki komunitas atau cabang di beberapa negara.

Wilayah yang memiliki komunitas atau kongregasi antara lain:

Kawasan Amerika Utara :
Amerika Serikat (basis terbesar)
Kanada

Kawasan Eropa :
Inggris
Jerman
Belanda
Finlandia
Belgia
Luksemburg

Kawasan Oseania :
Australia

Komunitas-komunitas tersebut biasanya disebut “congregations” atau chapter lokal. Penyebarluasan TST menjaring pengikut biasanya terjadi melalui:
• internet dan media sosial
• komunitas aktivisme sekularisme
• kelompok advokasi kebebasan beragama
• kampanye hukum dan sosial
Karena itu, banyak pengikutnya berasal dari kalangan muda, aktivis, dan komunitas sekuler di negara Barat. (DPT)

Share

Advertorial