Skip to content Skip to navigation

VIRAL 3 PROVINSI BARU PAPUA, TERJADI LAGI TRAGEDI KEMANUSIAAN DI NDUGA PAPUA, BERIKUT PERNYATAAN PGI

Gerejani Dot Com - Saat Tanah Papua ramai diberitakan pemekaran Provinsi Papua menjadi 3 Provinsi baru, berdasarkan hasil Rapat Paripurna DPR RI pada 30 Juni 2022, telah disahkan pemekaran Provinsi Papua menjadi lahir 3 provinsi baru, yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan, tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Kabupaten Nduga.

Diberitakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menembak 12 warga sipil di Kampung Nogolait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (16/7/2022), dua korban diantaranya adalah seorang Pendeta, dan seorang Ustadz.

Dijelaskan Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, dalam keterangannya, pada Minggu (17/7), selain Pendeta Eliaser Baye yang juga warga Nduga, Ustadz Daeng Marannu asal Sulawesi Selatan pun menjadi korban keganasan KKB.

Kronologis Penembakan 12 Warga Nduga

KKB menembaki 12 warga Kampung Nogolait, Nduga, Papua. Sebanyak 10 orang warga tewas dalam insiden tersebut. Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menerangkan, penembakan terjadi pukul 09.15 WIT. Kala itu para korban disebut sedang berada di sekitar lokasi penembakan, ada yang sedang menumpang truk dan ada pula yang sedang berjualan di warung.

Kejadian pada awalnya menimpa salah satu korban yang merupakan seorang pedagang kelontongan, tujuh orang lainnya yang berada di dalam truk dan empat orang lainnya yang berada di sekitar TKP, demikian dijelaskan Kabid Humas Polda Papua Kombes Kamal dalam keterangannya, Sabtu (16/7).

Kamal menyebut tujuh orang korban yang sedang menumpang truk tengah menempuh perjalanan dari Kampung Kenyam menuju ke Batas Batu. Tiba-tiba laju truk korban dihadang oleh puluhan anggota KKB sambil menodongkan senjata api.

"Pada saat melintas di Kampung Nogolait, saat itu tiba tiba dihadang di tengah jalan kurang lebih berjarak 50 meter oleh KKB dengan jumlah sekitar 20 (dua puluh) orang dengan tiga orang membawa senjata api panjang dan satu orang terlihat membawa senjata pendek warna silver," lanjut Kamal.

Saat mobil berhenti, kemudian langsung ditembak ke arah mobil dengan jarak kurang lebih 50 meter. Sopir berusaha memundurkan mobil dengan jarak kurang lebih 100 meter, kemudian tetap ditembak ke arah mobil yang mengenai sopir," jelas Kamal.

Berikut daftar nama korban penembakan KKB di Papua:

  • Yulius Watu (23)
  • Hubertus Goti (41)
  • Daeng Marannu (42)
  • Taufan Amir (42)
  • Johan (26)
  • Alex (45)
  • Eliaser Baner (54)
  • Yuda Nurusinga (22)
  • Nasjen (41)
  • Sudirman (36)

Kamal mengatakan bahwa 9 orang korban tewas dan 2 orang korban luka berat kini sudah dievakuasi ke RSUD Mimika. Sedangkan, 1 korban tewas lainnya sudah diserahkan ke pihak keluarga.

Pernyataan Sikap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)

PGI menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam atas jatuhnya 10 orang korban dan 2 orang kritis, termasuk Pdt. Eliaser Baner (54) Pendeta Gereja Kemah Injil Indonesia. Korban diduga meninggal akibat penembakan dalam peristiwa penyerangan dari kelompok bersenjata, di Kampung Nogolait, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu, 16 Juli 2022.

Hal ini menambah jumlah korban dari sekian banyak peristiwa pembunuhan yang terjadi di tanah Papua. Tanah Papua bersimbah darah, korban masyarakat sipil terus berjatuhan. Berbagai kebijakan dilakukan untuk perbaikan pembangunan di Papua, namun tetap saja terjadi pembunuhan manusia di Tanah Papua, entah siapa sesungguhnya pelaku yang melakukan pembunuhan dimaksud.

Dalam kaitan ini, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia dengan ini menyerukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kami menyampaikan belasungkawa yang dalam atas meninggalnya masyarakat sipil termasuk Pendeta GKII, Eliasar Baner. Kiranya keluarga diberikan kekuatan menghadapi peristiwa dukacita yang memilukan ini.
  2. Meminta pemerintah untuk membentuk tim investigasi independen untuk melakukan investigasi komprehensif terhadap kejadian pembunuhan masyarakat sipil di Kampung Nogolait, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua.
  3. Kami mendorong Gereja-Gereja di Tanah Papua untuk terus melakukan upaya kemanusiaan sebagaimana perlu untuk masyarakat Kampung Nogolait, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga dan di sekitarnya.
  4. Kami mendorong TNI/Polri untuk dapat melakukan upaya pencegahan atas kemungkinan terjadinya tindakan pembunuhan serupa ke depan dan bersama dengan seluruh elemen masyarakat menciptakan masyarakat damai dengan pendekatan kultural.
  5. Kami mendorong koalisi kemanusiaan untuk terus melakukan upaya sebagaimana diperlukan dalam rangka mengungkapkan fakta dan advoaksi kemanusiaan di Tanah Papua ke depan.

Demikian pernyataan PGI disampaikan untuk menjadi perhatian bersama, demi dan untuk perbaikan kondisi Papua dari segala aspek kehidupan dan martabat manusia Papua. (DPT)

Share

Advertorial

Advertisement