Skip to content Skip to navigation

PDT EDY WAGINO "INDONESIA PRESIDENSI G20, DIPAKAI TUHAN SEBAGAI PINTU PERDAMAIAN BAGI DUNIA"

Gerejani Dot Com - Perang Rusia dan Ukraina masih terjadi, sementara Indonesia sebagai Presidensi G20, tengah gencar-gencarnya mempersiapakan perhelatan besar skala internasional tersebut, namun kini posisi Indonesia mencuat dalam perseteruan Rusia dan Ukraina, dikarenakan persoalan undangan kehadiran dalam forum pertemuan G20 November 2022 di Bali.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau kompak tak mau satu meja dengan Putin di forum G20 nanti. Usai KTT Luar Biasa NATO pada akhir Maret lalu, Amerika Serikat berkeras Indonesia tidak perlu mengundang hadir Presiden Rusia Vladimir Putin, tetapi mengusulkan agar kehadiran Rusia digantikan oleh Ukraina, namun Indonesia tetap mengundang semua anggota G20, termasuk Rusia, dan hal kesediaan hadir Presiden Rusia, sudah dikonfirmasikan oleh Duta Besar Rusia Lyudmila Vorobieva.

Mencermati berbagai peristiwa yang terjadi didunia, khususnya perang Rusia dan Ukraina, serta pelaksanaan pertemuan G20 November 2022 di Bali - Indonesia, Gembala GBI Sinona Pdt. Edy Wagino, M.Th menyampaikan pandangannya kepada redaksi, saat dijumpai disuatu restoran di pusat perbelanjaan dikawasan Grogol Jakarta Barat, Rabu 20 April 2022.

"Pada masa akhir zaman ini, kita lihat masa yang sukar itu sudah terjadi, bangsa melawan bangsa, juga diantaranya wabah sakit penyakit yang datang silih berganti, manusia akan mencintai dirinya sendiri, dan saat ini sedang terjadi. Sikap kita gereja di akhir zaman ini, yaitu bagaimana kita dapat mempersatukan bangsa-bangsa ini, ataupun apa yang sudah terjadi atas bangsa kita tercinta Republik Indonesia ini," ujar Pdt Edy.

Lebih lanjut Pdt Edy mengemukakan bahwa, "Tentunya tidak mudah, tapi kita percaya bahwa firman Tuhan berkata, dimana ada dua orang daripadamu didunia ini, sepakat meminta apapun, permintaan mereka akan dikabulkan Bapa di Sorga, kita gereja Tuhan tidak muluk-muluk, kita cuma minta kuasa daripada Roh Kudus, dimana pada hari-hari ini kita sedang memperingati Paskah, hari kematian Tuhan Yesus, dan DIA berjanji pada hari ketiga DIA bangkit, dan sebelum DIA terangkat ke sorga, Alkitab mencatat, DIA mengunjungi murid-murid-NYA, ada diantara murid-murid-NYA yang kurang percaya, yang ragu, yang kecewa, kepahitan seperti murid yang pulang ke Emaus, dan Tuhan menjumpai mereka" terang Pendeta yang mempunyai aktivitas rutin pelayanan ke Lapas/Penjara.

"Biarlah ini memaknai kita gereja Tuhan, hari-hari ini Tuhan sedang menjumpai kita, supaya kita boleh kembali ingat kasih daripada Tuhan. Sejahat-jahatnya Petrus, sejahat-jahatnya murid Tuhan yang pernah menyalibkan Yesus, mencium DIA, bahkan menyangkal DIA, itu Tuhan kembali mendatangi mereka dengan kasih-NYA yang begitu luarbiasa" tambah Pdt Edy.

"Biarlah hari ini kita juga memaknai semua itu, dengan kasih Tuhan yang akan terus kita lakukan, dengan cara kita berdoa bagi Indonesia khususnya, bahkan bagi bangsa-bangsa. Memperhatikan perkembangan persiapan pelaksanaan G20 di Bali 2022, dengan Indonesia sebagai Presidensi G20, saya terlalu yakin dan percaya, kita sama-sama sehati berdoa dan percaya sungguh-sungguh, seperti Elia berdoa sungguh-sungguh, maka Indonesia akan dipakai Tuhan sebagai pintu perdamaian bagi dunia, atau bagi bangsa-bangsa" lanjut Pdt Edy.

Pdt Edy pun menyampaikan harapannya kepada umat Tuhan di Indonesia, "Harapan saya, seluruh anak-anak Tuhan di Indonesia dan dibelahan dunia lain, mari kita mulai berdoa, apalagi dua tahun mendatang akan diadakan Pemilihan Presiden, biar kiranya pemilihan ini menjadi sesuatu yang indah, dimana Presiden nanti Tuhan sendiri yang akan memilih, Tuhan berikan kuasa untuk pemimpin bangsa kita ini menjadi bangsa yang damai, bangsa yang diberkati Tuhan".

PASKAH DALAM BULAN RAMADHAN

Merespon momen perayaan Paskah berbarengan dengan bulan suci Ramadhan 1443 H, dimana umat muslim sedang menjalankan Ibadah Puasa, Pdt Edy Wagino mengutarakan "Digereja kami (GBI Sinona) memasang spanduk didepan gedung gereja dengan ucapan “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa”, dan setiap orang yang lalu lalang, khususnya mereka yang mayoritas lewat, pasti melihat, namun ini bukan sekedar kata-kata, tapi membuat suatu tindakan yang dapat diketahui mereka, bahwa kita menghargai dan menghormati mereka, dan saya percaya dengan kehadiran kita, orang akan melihat, orang akan menilai kita sebagai umat yang menghargai toleransi". (DPT)

Share

Advertorial

Advertisement