
Gerejani Dot Com - Maestro musik gerejawi yang juga seorang pendeta emeritus keturunan Belanda, H. A Pandopo selama ini dikenal melalui banyak karyanya antara lain ada dalam buku Kidung jemaat dan Kidung Keesaan terbitan YAMUGER , kini telah meninggal dunia. Kabar duka disampaikan oleh YAMUGER pada laman IG nya @yamugerindonesia.
Dengan hati yang berbalut dukacita, Yamuger mengenang berpulangnya Pdt. HA van Dop, seorang pelayan Tuhan dan salah satu tokoh penting himne gereja di Indonesia yang sepanjang hidupnya memberikan harmoni iman melalui liturgi dan musik gereja. Melalui pemikiran, pelayanan, serta keterlibatannya dalam penerbitan dan pengembangan Kidung Jemaat, dia meninggalkan warisan yang terus hidup dalam nyanyian umat Tuhan di gereja-gereja Indonesia hingga hari ini Kepergiannya mungkin membisukan satu suara dalam gereja Tuhan, namun gema pelayanannya akan tetap dalam setiap kidung yang terdiri dari umat-Nya dari generasi ke generasi. Kiranya Tuhan mengaruniakan kedamaian sejahtera dan penghiburan bagi keluarga serta semua yang berduka cita." demikian informasi yang sudah dipublikasikan 19 jam yang lalu.
Info duka yang sama juga disampaikan Pdt. Prof Joas Adiprasetya, Th.D akademisi STFT Jakarta, pada laman FB nya Pdt Joas menuliskan "Rest In Peace guruku, Harry van Doop (HA Pandopo), empu himne Indonesia. Beliau telah menulis begitu banyak himne yang dipakai oleh banyak sekali gereja di Indonesia. Tercatat 15 lagu di Kidung Keesaan dan tentu banyak lagi di Kidung Jemaat" tulis Pdt Joas 20 jam yang lalu.
Pdt. Deppatola Pawa, S.Th., MM Ketua Sinode Gereja Toraja Mamasa (GTM) mengetahui kabar duka H. A Pandopo, pada laman FB nya menuliskan kenangan dan pengalamannya terhadap H. A Pandopo, " Sedih mendengar Sesepuh, dosen, guru, sahabat, teman diskusi/Maestro teologi Liturgi dn Musik Gereja: Pdt. Hermanus Arie Van Dop (HA Van Dop), telah meninggal dunia di Negeri Belanda. Terakhir saya berjumpa Beliau thn 2016 saat kunjungan kemitraan CGK di Belanda. Dari beliaulah kami banyak belajar tentang Teologi Liturgi dan Musik Gereja" demikianlah sebagian dari kisah yang dituliskan Pdt Deppatola.
H. A Pandopo sudah sekitar 10 tahun terakhir bermukim di Belanda, dan meninggal di Belanda pada 3 Juni 2026. Berdasarkan informasi dari YAMUGER, kita dapat mengikuti Ibadah Pemakaman Pendeta Pandopo yang akan diadakan pada Senin 8 Juni 2026 pukul 18.30 WIB secara bold, melalui link : ibadah pemakaman , dan untuk mengungkapkan rasa duka ataupun ucapan selamat terhadap Pendeta Pandopo, dapat melalui link ungkapan duka/kenangan .
Profil Pdt. Em H. A Pandopo
Pdt Emeritus H. A Pandopo tokoh musik gerejawi Indonesia keturunan Belanda, meninggal di Belanda pada 31 Mei 2026 usia 91 tahun. Pendeta Pandopo banyak berkiprah di lembaga YAMUGER (Yayasan Musik Gereja Indonesia) selain sebagai sosok dibalik berdirinya YAMUGER, juga sebagai penggubah lagu liturgi dan tokoh penting musik gereja yang telah lebih dari tiga dekade pelayanan, serta mendorong hadirnya buku Kidung Jemaat dan Kidung Keesaan.
Berdasarkan penelusuran beberapa sumber, redaksi mendapatkan informasi profil H. A Pandopo sebagai berikut. Pria kelahiran negeri kincir angin, Belanda, bernama asli Hermanus Arie van Dop , lahir pada tanggal 28 Mei 1935 di Utrecth, menempuh pendidikan di Universitas Utrecht bidang : teologi, musik gereja, dan misiologi. Pandopo sejak muda memiliki keminatan terhadap musik gereja, musik etnis, dan liturgi. Pandopo belajar misi di Sekolah Tinggi Misiologi di Oegstgeest (Zendingshogeschool Oegstgeest).
Pendeta Pandopo sudah terlebih dahulu mengenal dan mempelajari Indonesia sebelum datang melakukan pelayanan di indonesia, hal ini dapat dilihat dari skripsinya tentang musik Bugis–Makassar. Saat belajar teologi, musik gereja, dan misi, van Doop muda sudah berkenalan dengan IS Kijne (penulis Mazmur & Nyanyian Rohani ).
Pada tahun 1967 van Doop datang ke Indonesia sebagai zendingspredikant (pendeta misionaris), dengan wilayah pelayanan awalnya di Malino dan Makasar. Pada tahun 1972 menjadi Dosen Teologi dan Musik Gereja di Jakarta dan Cipanas. Pada tahun 1997 Pendeta Pandopo memasuki masa emeritaat (pensiun). Pdt Pandopo tercatat sebagai Dosen Purnabakti di STFT (dulu STT) Jakarta.
Berikut beberapa lagu karya/gubahan/terjemahan Pdt Pandopo yang dikenal luas : “Satu Lilin Kita Nyalakan”, "Hai Anak Semua" (KJ 117 asal himne Jerman Ihr Kinderlein, kommet ), PKJ 272 "Kamu Adalah Garam Dunia", PKJ 94 – “Hendaklah Kamu Penuh Dengan Roh”, PKJ 101 - "Ya Allah yang Mahatinggi" (Lagu: HA Pandopo, Syair: Nande Rohani Bangun), juga beberapa terjemahan seperti :
- PKJ 001 – “Abadi Tak Nampak”
- Asal: Abadi, Tak Terlihat
- Terjemahan: HA Pandopo
- PKJ 305 – “Segala Suku Bangsa”
- Asal: Laudate omnes gentes
- Terjemahan: HA Pandopo
- KJ 199 – “Hai Umat Tuhan Nyanyilah”
- Terjemahan: HA Pandopo
- Aransemen: HA Pandopo
- KJ 284 – “Pengikut Kristus Nyanyilah”
- Terjemahan: HA Pandopo
- Aransemen: HA Pandopo
Masih banyak lagi karya Pdt. Em. H.A Pandopo yang telah dikenal luas, dan menjadi inspirasi ataupun menggugah banyak umat Kristiani di Indonesia. (DPT)
-
- Log in to post comments