Skip to content Skip to navigation

IBADAH HUT LAI KE-69, LUNCURKAN ALKITAB TB2, ADA ONCE MEKEL DAN PUTRI AYU

Gerejani Dot Com - Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang secara resmi berdiri dengan badan hukum Yayasan, pada 9 Februari 1954, bertepatan dengan Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun ke-69, 9 Februari 2023 bertempat di Balai Sarbini Jakarta, melakukan “Peluncuran Alkitab Terjemahan Baru Edisi Kedua” atau  disingkat Alkitab TB2. Alkitab TB2 merupakan Alkitab edisi pembaruan yang dikerjakan secara bersama-sama dengan semangat oikumenis gereja-gereja di Indonesia, baik Protestan maupun Katolik.

Ibadah Syukur dan Peluncuran Alkitab TB2, mengusung tema “Firman Ilahi Berkuasa Membarui” (nats Yesaya 55 ayat 10-11), dipimpin oleh Ketua KWI Mgr. Antonisus Subianto Bunjamin OSC sebagai pelayan Firman Tuhan.

Mgr. Antonisus Subianto Bunjamin OSC diantaranya menyampaikan bahwa, pentingnya umat kristiani dipenuhi oleh Firman Tuhan. Dikatakannya, sebagai orang Kristen akan sangat rugi jika tidak mengalami secara langsung kuasa sabda Allah. Cara mengalami kuasa itu ialah dengan terus setia membaca dan merenungkan Firman Tuhan yang kita punya dalam bentuk Alkitab.

“Semoga terjemahan baru ini dapat membuat orang percaya semakin paham makna aslinya dan semakin beriman kepada Tuhan yang bersabda lewat Kitab Suci, dan kitab suci semakin dicintai, serta semakin memperbaharui kehidupan orang percaya” tutur Mgr. Antonius menutup sesi penyampaian Firman Tuhan.

Acara peluncuran Alkitab TB2 dihadiri ribuan orang memenuhi Balai Sarbini, selain jajaran pengurus LAI, perwakilan lembaga-lembaga gereja aras nasional (PGI, PGLII, PGPI, Persekutuan Baptis Indonesia, Gereja Bala Keselamatan, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, dan Gereja Orthodox Indonesia), perwakilan United Bible Societies, perwakilan Sekolah Tinggi Teologia, perwakilan sejumlah pimpinan gereja, seperti Ephorus HKBP Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, dan Sekretaris Umum Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Pdt. Bayu Kusumo, dan Rohaniwan gereja Katolik, umat Kristiani dan Katolik.

Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut B. Panjaitan, Dirjen Bimas Kristen Protestan Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th, M.Pd, dan Plt Dirjen Bimas Katolik Dr. Aloma Sarumaha, MA., M.Si. Dimeriahkan oleh penampilan penyanyi Once Mekel dan Putri Ayu, serta penampil lainnya.

Alkitab TB2 secara resmi diluncurkan oleh Ketua Umum LAI Pdt. Dr. Henriette T Hutabarat Lebang bersama Kardinal Ignatius Suharyo Hatdjoadtmodjo.

“Dalam nama Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus kita luncurkan Alkitab Terjemahan Baru Edisi 2 ini untuk dipergunakan oleh gereja dan umat kristiani di seluruh nusantara,” ucap kedua tokoh gereja, disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Sekum LAI Sigit Triyono menyampaikan rasa syukur atas pertolongan Tuhan dalam perjalanan pelayanan LAI selama 69 tahun. Tuhan telah memakai LAI secara luar biasa, terutama dalam upaya menghadirkan Alkitab dalam berbagai bahasa lokal, di seluruh pelosok tanah air, hingga dapat mencapai daerah-daerah yang terpencil sekalipun.

“Semua ini dimungkinkan oleh kerja sama dan topangan doa serta dana dari gereja-gereja serta semua mitra LAI, baik sebagai lembaga maupun perorangan. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua saudara-saudara sepelayanan yang mendukung program-program LAI terutama karena merindukan agar Firman Tuhan dapat mencapai semua generasi di berbagai tempat di Nusantara,” ujar Sigit.

Sigit juga menjelaskan bahwa LAI sudah menyediakan Alkitab lengkap Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam 39 bahasa daerah termasuk bahasa Indonesia, dan Perjanjian Baru saja atau Perjanjian Lama saja sudah diterjemahkan ke dalam 113 bahasa.

"LAI sampai saat ini sudah berhasil menerbitkan dan menyebarkan 64.500.000 Alkitab baik Alkitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru dan telah diedarkan tidak hanya di Indonesia melainkan juga di Malaysia, Brunei Darussalam dan Timor Leste," terang Sigit lebih lanjut.

Sementara Ketua Lembaga Biblika Indonesia, RP. Albertus Purnomo, OFM saat kata sambutan menyampaikan bahwa berkat investasi waktu, ketekunan, kesabaran dan energi yang dikeluarkan LAI dan mitranya, akhirnya terbayar dengan buah karya yang luar biasa, yaitu terbitnya Alkitab Terjemah Baru 2.

“Menyadari bahwa pembaruan Alkitab adalah sebuah keniscayaan, tidak ada satupun terjemahan yang berlaku sepanjang zaman, dunia terus berkembang dan berubah baik dalam teknologi maupun cara berpikir, berbahasa, dan berkomunikasi. Oleh sebab itu konsekuensi dari perubahan ini nampak dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam terjemahan Alkitab kita sekarang ini," jelas Albertus.

Pdt. Anwar Tjen, Ph.D Kepala Depatemen Penerjemahan LAI dengan terharu, atas nama tim penerjemah mengungkapkan rasa haru dan syukur kepada Tuhan yang memiliki gereja dan kitab suci. Anwar menjelaskan terdapat beberapa alasan mengapa Alkitab Terjemahan Baru tahun 1974 perlu diperbaharui.

"Alasan tersebut ialah karena adanya perkembangan dalam Bahasa Indonesia, lalu adanya studi Biblika yang terus dilakukan sehingga menghasilkan hasil riset terbaru, dan adanya studi penerjamahan yang dilakukan oleh para penerjamah di LAI dan mitranya," tandas Anwar.

Anwar juga menjelaskan bahwa menerjemahkan Alkitab menjadi bahasa Indonesia, tidak berupa menerjemahkan dari bahasa Inggris, tetapi dari bahasa teks asli Alkitab, yakni Bahasa Aram, Ibrani, dan Yunani.

“Menerjemahkan Alkitab itu ada seninya, tidak sekedar menerjemahkan bahasa, tetapi harus juga memahami teks dan konteks aslinya, sedangkan bahasa juga mengalami perkembangan, kami harus menyepakati kata apa yang akan digunakan” ujar Anwar.

Mengenal Alkitab TB2

Alkitab TB2 merupakan pembaruan terhadap Alkitab Terjemahan Baru Edisi Pertama (TB) yang terbit pada 1974, yang sudah dipersiapkan sejak awal 1950-an. Alkitab TB merupakan buah dari kebersamaan dan semangat oikumenis gereja-gereja di Indonesia, baik Protestan maupun Katolik.

Dalam mewujudkan pembaruan terjemahan Alkitab, LAI tidak berjalan sendirian. Alkitab TB2 diselesaikan melalui kerja sama oikumenis lintas gereja dan lintas lembaga selama dua puluhan tahun lamanya.

Menjelang berakhirnya tugas tim penerjemah, LAI bersama mitranya Lembaga Biblika Indonesia (LBI) meminta masukan dari gereja-gereja dan perguruan-perguruan tinggi teologi melalui berbagai tahapan diskusi dan konsultasi, termasuk enam konsultasi regional yang diselenggarakan di wilayah Indonesia timur, tengah dan barat sepanjang 2016-2017, dan berpuncak pada Konsultasi Nasional Pembaruan Alkitab TB (2018). 

Di Kinasih Resort, Bogor, yang dihadiri oleh para pimpinan lembaga gereja aras nasional, para uskup, para pimpinan sinode dari berbagai denominasi dan Menteri Agama Republik Indonesia. Para peserta menyepakati agar upaya pembaruan Alkitab TB dilanjutkan sampai seluruh naskah siap terbit.

Setelah Alkitab TB2 terbit dan hadir di tengah-tengah umat, LAI bersama LBI akan melanjutkan sosialisasi dan penjemaatan Alkitab TB2 kepada umat Kristiani di berbagai kota di Indonesia. Hal ini sesuai dengan visi LAI agar Firman Tuhan dapat menjangkau semua orang. Sepanjang 2023, LAI dan LBI akan hadir di 15 kota di Indonesia, yaitu: Mangkutana, Surabaya, Jayapura, Manado, Manokwari, Yogyakarta, Medan, Banjarmasin,Pontianak, Maumere, Kupang, Palembang, Ambon, Semarang, dan Manado.

Mengenal Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)

Lembaga Alkitab Indonesia secara resmi berbadan hukum Yayasan berdiri pada 9 Februari 1954, dan menjadi anggota penuh (full member) Persekutuan Lembaga-Lembaga Alkitab Se-dunia pada persidangan Persekutuan Lembaga-lembaga Alkitab Sedunia di Eastbourne, Inggris pada bulan April 1954.

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini bertujuan agar mempermudah pembaca untuk memahami Firman Tuhan. Lembaga Alkitab Indonesia juga mencetak dan menerbitkan Alkitab ke seluruh Indonesia. Alkitab yang sudah terbit, diberikan kepada seluruh umat Tuhan dengan harapan dapat menjadi panutan dalam kehidupan jemaat dan sosial.

Lembaga Alkitab Indonesia bekerja sama dengan semua gereja di Indonesia, dalam hal ini adalah Gereja Kristen dan Gereja Katolik. Oleh sebab itu Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia tidak mengandung catatan dan atau tafsiran dari suatu gereja atau golongan tertentu.

Kepengurusan LAI saat ini adalah periode 2021-2023 dengan Ketua Umum Pdt. Dr. Henriette Tabita Hutabarat Lebang, MA, dengan Sekretaris Umum Dr. Sigit Triyono, MM, dan Bendahara Umum A. Moenir Rony, SE.

Pada jajaran Pembina terdapat tokoh-tokoh gereja lintas aras dan juga lintas profesi, seperti Pdt. Dr. Andreas Anangguru Yewangoe (Ketua Umum PGI 2004-2009), Rm. Dr. Yohanes Subagyo, Pr (Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta 2000-2014), Prof. Dr. Frieda M. Mangunsong Siahaan, M.Ed., P.Si (Akademisi UI dan Psikolog), dan sejumlah tokoh lainnya. (DPT)

Share

Advertorial