Skip to content Skip to navigation

Matthew and Friends


Tema

: “Matthew and Friends”


Bacaan : Lukas 5:27-32


Perkataan Follow Me/Ikutlah Aku beberapa kali disebutkan di Perjanjian Baru, baik secara langsung maupun tidak langsung. Panggilan Yesus ke Lewi unik, karena di Luk 5:27 Tuhan Yesus melihat, memperhatikan, lalu memanggil Lewi.


Dalam sistem pendidikan Yahudi, kesempatan belajar dibawah bimbingan rabi besar sangat dijunjung tinggi. Tidak sembarangan orang bisa jadi murid sang Rabi besar. Biasanya, sang murid akan mencari Rabi. Tetapi dalam kisah ini Tuhan Yesus yang memanggil dan mengajak Lewi.


Reputasi orang yang mengajak sangat menentukan respon pihak yang diajak. Panggilan Yesus ini impossible karena biasanya bukan guru yang memilih murid apalagi sang murid adalah pemungut cukai. Pada masa itu, pemungut cukai dianggap munafik, disejajarkan dengan pelacur, pendosa yang paling berdosa, dan kaum pinggiran yang tidak punya status sosial. Apalagi Lewi hanyalah teller bukan chief tax collector seperti Zakheus. Tuhan Yesus peduli dan memperhatikan kelompok marginal. Reputasi kasih Yesus dialami oleh Lewi.


1. Lewi tidak menunda-nunda menjawab panggilan Tuhan Yesus. Karena buat Lewi, panggilan Tuhan Yesus begitu berharga. Panggilan keselamatan dan panggilan menjadi murid Kristus tidak bisa dipisah. Pada saat kita tidak menghargai panggilan, kita akan punya banyak alasan untuk tidak menceritakan ulang kasihNya. Seberapa sungguhsungguh kita menghargai panggilan Kristus dalam hidup kita?


Dematov yang kaya mengadakan perjamuan besar. Dihari itu hujan lebat. Silvanus, salah satu tamu, turun dari kereta kudanya dan tergelincir masuk ke genangan lumpur. Silvanus tidak mau masuk ke perjamuan karena malu, sampai Dematov menghampiri Silvanus dan ikut menjatuhkan dirinya digenangan lumpur tersebut. Seperti apakah penghargaan Silvanus terhadap Dematov sang tuan rumah yang nyemplung ke kolam lumpur? Tentu penghargaan setinggi-tingginya. Bukankah ini yang dilakukan Tuhan Yesus? Tuhan Yesus menunjukan kasih bagi kaum marginal.


2. Respons Lewi tidak sekedar mengikuti Tuhan Yesus dari belakang, tapi mengundang makan teman-teman seprofesinya dengan tujuan memperkenalkan Tuhan Yesus kepada mereka.


Kita juga bisa mengundang makan teman-teman kita, bukan untuk menjebak mereka, tetapi untuk membuka celah kesempatan untuk memperkenalkan Kristus. Kita seringkali ada banyak alasan: Tidak mau rumahnya dikomentarin, rumah = tempat privacy saya, malas, repot, kuatir, dll. Mari kita mendoakan siapa yang akan kita undang. Biarlah over the meal konsentrasi kita bukan kepada diri kita tapi kepada Injil Kristus yang memberi kekuatan.


Kita mungkin tidak pernah tahu apakah teman yang kita undang itu merasa tersisih dikantor/keluarga mereka? Christmas Dinner membuka celah untuk membagi kasih Tuhan.


Ajak teman seprofesi/teman kampus/ tetangga/ teman se-club yang belum mengenal Kristus. Gereja akan semakin hidup kalau Gereja menginjili.


(Disampaikan pada 22/11/2009 : Pr. Budianto Lim - Gereja Presbiterian Bukit Batok)

Advertorial

Advertisement