Skip to content Skip to navigation

YAYASAN PENCINTA DANAU TOBA SAMBUT BAIK DAN SIAP MENDUKUNG EKSPEDISI KAYAK PELAJAR INDONESIA 2019 URAL SMAN 28 JAKARTA

Liburan sekolah untuk siswa Sekolah Menengah Atas, biasanya banyak diisi dengan berbagai agenda plesiran, ataupun jalan-jalan mengunjungi destinasi wisata.

Namun, bila mengisi liburan dengan kegiatan ekspedisi, sepertinya belum menjadi "tradisi" para pelajar. Tidak demikian halnya dengan anggota pecinta alam URaL 28, salah satu ekstra kurikuler pada SMAN 28 Pasar Minggu Jakarta Selatan.

URaL 28 sebagaimana pada tahun 2018, telah melakukan ujicoba Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia (EKPI) di Waduk Jatiluhur, suatu ekspedisi yang untuk kali pertama dilakukan oleh siswa pelajar SMA. Untuk itu, pada Juni 2019 nanti, EKPI akan kembali dilaksanakan untuk mengisi masa liburan sekolah.

Kali ini pilihan destinasi EKPI adalah Danau Toba Sumatera Utara. Eksotisme danau yang terbentuk hasil letusan Gunung Toba puluhan ribu tahun lampau, dan juga sebagai salah satu destinasi wisata kawasan perairan yang terkenal hingga manca negara/internasional, menjadi pertimbangan pilihan destinasi EKPI 2019.

Persiapan pelaksanaan EKPI 2019, telah dilakukan sejak akhir tahun lalu 2018. Dalam rangka pemantapan dan pematangan kesiapan pelaksanaan EKPI 2019, sore tadi perwakilan Tim Kerja EKPI 2019, Kayten Sadewo dan Argi Nurfajri, bertemu dengan pengurus Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) dikantor Sekretariat YPDT Jl. Masjid Bendungan Cawang Jakarta Timur.

Sekretaris Eksekutif YPDT Joe Marbun, Alimin Ginting, dan Boy Siahaan, mewakili YPDT,
menyampaikan berbagai informasi dan pengetahuan seputar kawasan Danau Toba, dalam dialog dengan perwakilan EKPI. Turut hadir dalam pertemuan, Deddy Tambunan, alumni SMAN 28 yang juga senior URaL 28.

Pertemuan dengan YPDT, dimaksudkan untuk pengembangan wawasan dan pengetahuan tentang kawasan Danau Toba dan berbagai permasalahan yang ada.

Alimin Ginting sebagai Mantan Ketua Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba, (BP GKT); lembaga pemerintah bentukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang juga Wakil Ketua Departemen Hubungan Internasional YPDT, menjelaskan tentang strategi pemerintah dalam mengembangkan kawasan Danau Toba, yakni dengan membentuk 2 lembaga, yakni Badan Otorita Danau Toba (BODT) yang dibentuk Pemerintah Pusat, dan Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BP GKT) yang dibentuk Pemprov Sumatera Utara. "Selain 2 lembaga pemerintah tersebut, masih ada lagi sejumlah lembaga kemasyarakatan seperti YPDT, yang mempunyai konsentrasi terhadap lingkungan dan sosial budaya dikawasan Danau Toba" ujar Alimin lebih lanjut.

Joe Marbun menanggapi positif dan dukungan terhadap EKPI 2019, dan mengemukakan bahwa YPDT siap mendukung akses pelaksanaan EKPI, seperti pendampingan komunikasi dengan masyarakat lokal, pemberitaan, kajian sosial kemasyarakatan dan potensi masalah yang perlu diantisipasi.

"Penting sekali untuk diperhatikan urusan safety, sebagaimana tadi disampaikan Pak Alimin, karena Danau Toba berbeda dengan kawasan perairan lainnya, Danau Toba mempunyai dasar yang berbentuk tegak lurus seperti tebing tegak lurus ke dasar danau" jelas Joe. Lebih lanjut Joe, menyampaikan juga tanggapannya terhadap gambaran rute EKPI, bahwa perlu berkoordinasi dengan Pemkab Samosir dan Polres Samosir, agar diketahui oleh otoritas setempat dan mendapatkan dukungan sebagaimana mestinya, mengingat ada beberapa potensi masalah yang akan dihadapi peserta EKPI.

Kayten dan Argi mengapresiasi pertemuan dengan YPDT, terlebih dengan berbagai tambahan informasi dan pengetahuan yang menjadi masukan penting bagi pelaksanaan EKPI. (DPT)

Advertisement