Skip to content Skip to navigation

WASPADA "RUSH" PEMILIH PEMILU 17 APRIL 2019

Hari bersejarah bagi bangsa Indonesia akan segera digelar, yakni 17 April 2019 hari pemungutan suara Pemilu 2019; pemilu serempak memilih calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kab/Kota, dan Presiden-Wakil Presiden.

Data jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), berdasarkan data terbaru yang ditetapkan dalam DPThp ke- 3, meningkat dibanding jumlah pemilih saat DPThp ke- 2, yakni kini menjadi 192.866.254 pemilih, dengan jumlah pemilih dalam negri sebesar 190.779.969 pemilih.

Berangkat dari sejumlah masalah teknis pemungutan suara diluar negri, banyaknya pemilih yang tidak maksimal dilayani haknya oleh petugas pemungutan suara, dengan waktu tersisa yang ada sebelum 17 April 2019, perlu adanya suatu urgensi antisipasi agar masalah yang terjadi diluar negri, tidak terjadi didalam negri.

"WASPADA RUSH" pemilih layak menjadi perhatian serius para pihak terkait kepemiluan khususnya, mengingat model pemilu 2019 adalah untuk yang pertama kali dilaksanakan, terlebih urusan pendaftaran pemilih yang berkali-kali mengalami koreksi dan revisi, belum lagi menyangkut pemilih terkategori A5 (pindah TPS), dan pemilih DPK (Daftar Pemilih Khusus), serta cadangan surat suara yang hanya 2% dari jumlah DPT, ditambah lagi masih belum meluasnya hasil putusan Mahkamah Konstitusi tentang yang belum memiliki e-KTP, dapat menggunakan surat keterangan (Suket) perekaman untuk mencoblos, secara sederhana dapat diistilahkan pemilih suket.

Potensi masalah "RUSH PEMILIH" pada 17 April 2019, harus direspon cepat untuk membangun 'contigency plan' yang harus disepakati oleh pihak-pihak terkait pelaksanaan pemungutan suara pada 17 April 2019, untuk mencegah terjadinya gangguan yang bisa menghambat, ataupun menjadi kendala pada hari H. (DPT)

Advertisement