Skip to content Skip to navigation

WAPRES JUSUF KALLA SIMBOLIK MEMUSNAHKAN 2647 TON SHABU BARANG BUKTI BNN-POLRI

Kepala BNN Heru Winarko saat laporan pemusnahan barang bukti kasus narkotika, di Monas siang tadi (4 Mei 2018), mengemukakan bahwa tindak pidana narkotika adalah salah satu kejahatan luarbiasa, kejahatan lintas negara, kejahatan serius, dan kejahatan terorganisir yang menjadi ancaman membahayakan bagi Indonesia.

Pemusnahan barang bukti dihadiri ratusan undangan, diantaranya Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPD RI Oesman Sapta, Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek, Kabareskrim Polri Pol. Komjen Ari Dono, Dirut Bulog Komjen Pol (Purn) Budi Waseso yang juga mantan Kepala BNN RI, mantan DPR RI Panda Nababan, sejumlah petinggi TNI, Ketua Umum DPP KNPI M. Rifai Darus, dan puluhan undangan aktivis dan pegiat peduli narkoba. Sementara dari jajaran struktural BNN RI, hadir Deputi Pemberantasan Irjen Pol Arman Depari, Direktur TPPU Brigjen Drs. Bahagia Dakhi, SH, Direktur Psikotropika dan Prekusor BNN Brigjen Pol Anjar Pramuka, Deputi Rehabilitasi Dr. dr. Diah Setia Utami, Sp. KJ., MARS, Direktur Pasca-rehabilitasi Brigjen Pol. dr. Budiyono, MARS, Kepala Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko, Kasubdit FLRKM Ni Made Labasari, dan termasuk juga jajaran dari Bareskrim Direktorat Tindak Pidana Narkotika.

Heru Winarko menjelaskan lebih lanjut bahwa, total barang bukti yang dimusnahkan sebanyak Shabu 2,647 Ton, yang berasal dari sitaan BNN seberat
1 ,027 Ton, berasal dari jaringan Myanmar, dan sitaan Polri 1,620 Ton, berasal dari jaringan Tiongkok. Semua tersangka dari kedua jaringan tersebut, akan mendapat ancaman hukuman mati.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini tak lepas dari kerja sama yang kuat antara
BNN, Polri, TNI, dan Bea Cukai.

Wakil Presiden Jusuf Kalla secara resmi melakukan pemeriksaan barang bukti yang akan dimusnahkan, didampingi oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPD RI Oesman Sapta, Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek, Kepala BNN Heru Winarko, Mantan Kepala BNN yang kini Dirut Bulog Budi Waseso, Kabareskrim Komjen Ari Dono, Deputi Pemberantasan Arman Depari, dan sejumlah perwakilan/utusan dari TNI.

Tim Laboratorium BNN menjelaskan kepada Wapres Jusuf Kalla, mekanisme pengecekan barang bukti untuk pembuktian kandungan narkotika yang ada.

Wapres Jusuf Kalla dan rombongan, setelah pemeriksaan barang bukti, berjalan menghampiri kendaraan yang memiliki instalasi pembakaran barang bukti narkotika. BNN menyediakan 2 unit kendaraan pembakar. Berdasarkan informasi operator mesin pemusnah, pembakaran barang bukti akan dilakukan pada tingkat pemanasan 700 derajat Celcius, selama 1 jam.

Dengan pemusnahan barang bukti narkotika sebanyak 2,647 ton, maka setidaknya aparat gabungan telah menyelamatkan lebih dari 13 juta anak bangsa terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

Wapres Jusuf Kalla saat hendak melakukan pembakaran secara simbolik, yakni dengan memasukan bungkusan berisi barang bukti ke dalam mesin pemusnah, memberikan pernyataan bahwa narkoba berbahaya untuk kita, khususnya generasi muda. Karena itu Wapres Jusuf Kalla menyerukan untuk menjaga diri tidak mengkonsumsi narkoba. (DPT)

Advertisement