Skip to content Skip to navigation

WANITA BETHEL INDONESIA GELAR KONGRES NASIONAL 13-16 AGUSTUS 2019 DI SOLO, AKAN DIHADIRI OLEH IRIANA JOKO WIDODO

Jelang pelaksanaan Sidang Sinode Gereja Bethel Indonesia XVI pada 27-30 Agustus 2019 di Sentul International Convention Center (SICC) Sentul Bogor Jawa Barat, Wanita Bethel Indonesia (WBI) sebagai bagian integral dari Sinode GBI, dibawah naungan Departemen Wanita, akan menghelat Kongres Nasional Wanita Bethel Indonesia. 

Kongres Nasional XII WBI direncanakan akan diadakan pada 13-16 Agustus 2019 di Kota Solo Jawa Tengah, dengan tuan rumah pelaksananya GBI Keluarga Allah. Berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh Pdt. dr. Eunike S. Sadrach (Ketua Departemen Wanita Sinode GBI, yang juga Ketua Umum WBI Pusat) kepada Gerejani Dot Com kemarin (Senin 8 Juli 2019) di Kantor Sinode GBI - Graha Bethel Jakarta Pusat, dikatakan bahwa kongres nasional akan diikuti 2000 orang peserta dari seluruh jajaran struktural Wanita Bethel Indonesia. Kongres akan dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, akan dihadiri juga oleh Ketua Umum MPH PGI Pdt. Dr. Henriette Lebang, Pdt. Dora Kansil, dan undangan lainnya. Kongres juga akan diisi dengan KKR yang akan dilayani diantaranya oleh Pdt. Obaja Tanto Setiawan dan Pdt. Gilbert Lumoindong.

Pdt. Dr. Japarlin Marbun Ketua Umum Sinode GBI, yang kemarin mendampingi Pdt Eunike dalam konferensi pers, menjelaskan bahwa pemilihan Kota Solo dengan GBI Keluarga Allah sebagai tuan rumah, dikarenakan GBI Keluarga Allah mempunyai fasilitas yang memadai untuk menampung orang dalam jumlah besar. "Mereka sering mengadakan acara-acara besar seperti ini, disana tempatnya dapat menampung ribuan orang" ujar Pdt Japarlin yang juga kandidat kuat Calon Ketua Umum Sinode GBI untuk periode kedua.

Pdt Eunike dengan didampingi Sekretaris Umum WBI Pdt. Laura Garcia Mesach, menyebutkan bahwa tema Kongres WBI  adalah “Great Harvest” dengan sub tema: “Kuasa yang Membangunkan Perempuan”. Dijelaskan alasan pemilihan tema adalah selaras dengan tema Sinode GBI ke depan.

“Perempuan bukan warga kelas dua, tapi juga berperan bersama dalam membangun keluarga dan bangsa. Karena itu dalam kongres nanti akan ada pembekalan terkait dengan wanita seperti Kuasa yang mengubah perempuan dalam berbangsa dan bernegara dalam empat sesi dan tiga kali KKR” jelas Pdt Eunike.

Sekretaris Umum WBI Pdt Laura menyampaikan bahwa kepesertaan pada Kongres Nasional WBI nanti, walaupun akan diikuti oleh 2000 orang peserta dari dalam maupun luarnegri, namun tidak semuanya merupakan pemegang hak suara/pilih. 

Lebih lanjut Pdt Eunike menjelaskan, Kongres Nasional akan berlangsung empat sidang pleno dengan agenda laporan pertanggungjawaban, proses pemilihan, diselingi KKR hingga penetapan dan pengukuhan Ketua Umum terpilih hasil Kongres Solo. “Hingga saat ini, ada 38 Korda dan 3 perwakilan Luar Negeri, sudah melakukan pemilihan selama bulan Maret-Juli di tingkat Korda yang nanti akan menjadi pemilik hak suara dalam Kongres” ujar Pdt Eunike yang siap kembali memimpin WBI.

Selama periode kepemimpinannya, Pdt Eunike menyebutkan bahwa beberapa program sudah dilaksanakan, seperti program bedah rumah (perbaikan tempat tinggal hamba-hamba Tuhan) dengan anggaran dari WBI 70 juta rupiah per rumah. “Program bedah rumah ini, memang dikhususkan terhadap perbaikan rumah-rumah hamba Tuhan yang tidak layak, dengan menyediakan anggaran sebesar 70 juta. Sudah 11 perbaikan rumah, beberapa diantaranta adalah antara lain 1 Sumut, 1 Tapanuli, 1 Sumbar, 4 NTT, dan 4 Kalbar. Bedah rumah ini akan memberkati hamba Tuhan di daerah terpencil,” jelas Pdt Eunike.

WBI bersama Departeman Pendidikan GBI, juga telah menyelenggarakan pelatihan terhadap tenaga pengajar PAUD di berbagai daerah. WBI juga mengadakan pendidikan seks pada anak usia dini bagi para ibu. Tidak hanya itu, WBI juga membuka 12 taman baca yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia dengan tujuan mencerdaskan anak bangsa melalui gemar membaca. Eunike menambahkan, bahwa melalui kerja sama dengan kementerian telah menyediakan modul untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta pembekalan visioner parenting. Karena itu ke depan, harapnya, akan mengusung program wanita cakap berdampak kepada bangsa dan negara.

Pdt Eunike dalam konferensi pers kemarin juga, ketika ditanyakan tentang kepemimpinan Sinode GBI periode mendatang, menyatakan bahwa dirinya mendukung kembali Pdt. Dr. Japarlin Marbun sebagai Ketua Sinode, karena menurut Pdt Eunike, Pdt Japarlin merupakan pemimpin yang mensupor WBI, mendukung kemajuan WBI, dan cepat tanggap. (DPT)

Advertisement