Skip to content Skip to navigation

WAKIL WALIKOTA SALATIGA MENYAMBUT BAIK SANTRIPRENEUR OK OCE PRASASTI DAN KOMAS UNTUK MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA GENERASI MILENIAL KOTA SALATIGA

OK OCE Prasasti dalam rangka roadshow sosialisasi gerakan kewirausahaan mencetak praktisi usaha/pelaku UMKM 10 daerah di Jawa Tengah, hari ini (Sabtu, 2 Maret 2019),
hadir di Kota Salatiga Jawa Tengah, bersama dengan Komunitas Masyarakat Santri (KOMAS), bertempat di SMAN 3 Salatiga, mengadakan seminar "Milenial Santripreneurship OK OCE".

Seminar yang tidak hanya diikuti oleh santri, alumni santri, mahasiswa, tetapi juga turut hadir sejumlah pengasuh/pengajar santri. Seminar dibuka oleh Wakoornas OK OCE Prasasti Sonny Laksono, tokoh pengusaha yang juga Ketua KADIN Jakarta Selatan, menghadirkan pemateri Dr. Ir Ridho Zarkasyi, MM (Coach and business development), Akbar Zainuddin (Business Coach), Rully Mardjono (Trainer OK OCE Indonesia), dan Agus Riyadi, S.Pd.I (Alumni Santri Pesantren Gontor, Pengusaha Alpukat).

Seminar diadakan untuk menggugah komunitas santri agar menjadi pengusaha, disambut positif oleh peserta, tidak segan-segan peserta bertanya kepada pemateri, tidak hanya hal-hal yang bersifat materi usaha, tetapi juga terkait hal-hal implementasi kehidupan sehari-hari, mengingat beberapa pemateri mempunyai latarbelakang terkait dengan pesantren, sebut saja Ridho Zarkasyi yang latarbelakang kehidupan keluarganya adalah keluarga pesantren, dan Agus Riyadi yang alumni Pesantren Gontor.

Mereka pun merespon berbagai pertanyaan maupun komentar peserta, selain dengan jawaban serius, tetapi juga sesekali secara guyon ala santri, terlebih Agus yang pernah ikut lomba pidato berbahasa arab, dia pun sempat berdialog dengan peserta menggunakan bahasa arab.

Ridho Zarkasyi mengemukakan bahwa santri milenial untuk menjadi santripreneurship, perlu juga melakukan perubahan mindset. Perubahan tersebut membutuhkan waktu dan proses, dipengaruhi oleh dukungan orang dekat, perasaan, pengetahuan dan ketrampilan, serta komitmen.

Menurut Ridho lebih lanjut, milenial untuk menjadi enterpreneur, harus memiliki
ketrampilan dan sikap, minimal : EQ, softskill, perilaku mental, interpersonal skill, basic technology, kepemimpinan, dan flexible.

Agus selain menceritakan riwayat dirinya hingga menjadi pengusaha alpukat, dia pun menunjukkan contoh buah alpukat produksi kebun miliknya yang dikelola dalam komunitas Pusat Bibit dan Buah Alpukat (Pusbikat). Alpukat yang berukuran jumbo, sebesar pepaya, berukuran 1-2 kg per buahnya, kini telah banyak ditanam masyarakat disejumlah tempat diwilayah Jawa Tengah.

Sementara Rully Trainer OK OCE Indonesia, menjelaskan tentang strategi dan metode pencetakan pengusaha ala OK OCE, yang disebut 7 PAS .

Seminar semakin menarik perhatian peserta, dengan hadirnya Muhammad Haris, Wakil Walikota Salatiga dua periode.

Muh Haris, demikian sapaan akrab Wakil Walikota, menyampaikan apresiasi atas kehadiran OK OCE Prasasti bersama KOMAS membentuk Santripreneur di Kota Salatiga.

"Atas nama pribadi dan pemerintah kota, saya menyambut baik kehadiran OK OCE Prasasti dan KOMAS mengadakan seminar Santripreneur" ujar Muh Haris. Lebih lanjut Muh Haris menceritakan bahwa, dirinya banyak mendapat keluhan saat beberapa tahun lalu akan dibangun jalan tol. Banyak dikhawatirkan Kota Salatiga akan menjadi kota mati. Tapi realitasnya hingga kini, Salatiga justru mengalami perkembangan.

"Semoga kehadiran OK OCE membuat Santripreneur, bisa berdsmpak baik bagi Kota Salatiga" demikian harapan Muh Haris sebelum meninggalkan lokasi, peserta pun meminta Wakil Walikota berfoto bersama sebelum melanjutkan perjalanannya. (DPT)

Advertisement