Skip to content Skip to navigation

VICTOR ARITONANG : KUNKER WAGUB SANDIAGA KE LUAR NEGERI PENTING UNTUK KESEJAJARAN JAKARTA DENGAN KOTA BESAR LAINNYA

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melakukan kunjungan kerja ke Moskow, Rusia, pada 31 Juli 2018 malam, dan telah kembali ke tanah air pada Agustus 2018. Sandi berencana menemui Walikota Moskow, untuk membahas program 'sister city' yang telah dijajaki Pemprov DKI Jakarta sejak 2017, Plt Gubernur Djarot Saiful Hidayat, demikian diberitakan CNN Indonesia.

Anggaran kunker Wagub mencapai Rp.54,5 M, dan momentum kepergian Sandi ke Moskow mendapat cibiran DPRD. Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono, menganggap kunker Sandi ke Moskow dilakukan pada momen yang tidak tepat, mengingat Jakarta saat ini tengah berbenah menjadi tuan rumah ajang Asian Games 2018.

“Sekarang saya bicara momentum saja, momentum hari ini tidak tepat karena kita sedang punya hajat besar Asian Games,” ujar Gembong sebagaimana diberitakan CNN Indonesia.

Gerejani Dot Com menghubungi Tokoh Pengusaha Jakarta Victor Aritonang, untuk meminta tanggapannya selaku kalangan usaha terhadap kunker Wagub Sandiaga.

Victor Aritonang mengemukakan bahwa apa yang dilakukan Wagub Sandiaga, dalam kunkernya, penting mengingat Jakarta adalah metropolitan. "Saya sebagai pengusaha melihat apa yang dilakukan Wagub Sandiaga, dengan melakukan perjalanan kunjungan kerja, sangat diperlukan untuk membangun kerjasama dalam format 'sister city' dengan kota-kota besar lainnya disejumlah negara, juga penting dalam rangka pertukaran informasi dan mendatangkan investor ke Jakarta" ujar Victor yang juga Ketua KADIN Jakarta Pusat.

Sementara mengenai momentum kepergian, dikatakan tidak tepat mengingat Asian Games 2018, Victor mengatakan bahwa persiapan pelaksanaan Asian Games 2018, tidak serta merta hanya tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta. "Persiapan Asian Games kan tetap berjalan, tidak mengalami gangguan, urusan Asian Games tidak hanya Pemprov DKI Jakarta, tapi ada juga INASGOC, Kemenpora, dan instansi lainnya" ujar Victor.

Lebih lanjut Victor menyatakan bahwa Jakarta sebagai kota besar, harus mampu sejajar dengan kota-kota besar lainnya didunia, dan harus dijelaskan juga bahwa potensi Jakarta sebagai tempat investasi masih sangat potensial baik, sekalipun kondisi perekonomian Indonesia sedang mengalami kebocoran devisa hasil ekspor, sebagaimana diungkapkan Menko Perekonomian Darmin Nasution. (DPT)

Advertisement