Skip to content Skip to navigation

TB SIMATUPANG, HANYA 6 TAHUN MENJADI JENDERAL DARI KAPTEN

Letnan Jenderal (Purn) Tahi Bonar Simatupang telah diangkat menjadi pahlawan nasional. TB Simatupang dikenal sebagai tentara intelektual. Sempat menjadi orang nomor satu di TNI saat menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Perang dengan pangkat Jenderal Mayor 1950-1953. 

Saat itu belum ada brigadir jenderal, pangkat jenderal berbintang satu adalah jenderal mayor. Setelah Panglima Soedirman wafat dan Letjen Urip Sumoharjo mengundurkan diri, maka satu-satunya perwira tinggi di awal 1950 awal adalah TB Simatupang yang menjadi jenderal bintang satu.

Saat itu kepala staf angkatan darat, laut dan udara masing-masing hanya dijabat perwira menengah berpangkat kolonel. Beda benar dengan sekarang dimana Kasad, Kasal dan Kasau dijabat jenderal berbintang empat.

Kenaikan pangkat TB Simatupang pun sangat unik. Mungkin sepanjang sejarah satu-satunya dan tak akan terulang lagi di Indonesia. 

"Pak Sim dalam tempo enam tahun telah menjadi mayor jenderal dengan jabatan KSAP yang merupakan jabatan tertinggi dalam angkatan bersenjata RI. Mungkin karir militer seperti itu tak akan ada yang menyamai dalam sejarah Republik Indonesia," kata Letjen Purn Sayidiman Suryohadiprojo dalam buku 70 Tahun Dr TB Simatupang, Saya Adalah Orang Yang Berhutang terbitan Pustaka Sinar Harapan.

TB Simatupang lahir di Sidikalang, Sumatera Utara, 28 Januari 1920. Semasa Belanda masih berkuasa, Simatupang masuk ke Koninklije Militaire Academie (KMA) Bandung dan lulus sebagai perwira tahun 1942. Beberapa perwira dari KMA antara lain Urip Sumoharjo, A.H Nasution dan Alex Kawilarang. Saat Simatupang baru lulus, Jepang masuk ke Indonesia dan Belanda terusir.

Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, Simatupang bergabung dengan Tentara Republik Indonesia dengan pangkat kapten. Jabatannya asisten kepala bagian organisasi markas tentara.

Simatupang dikenal sebagai konseptor peletak dasar-dasar militer. Pemikirannya yang brilian membuatnya naik pangkat terus. Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang RI (RERA) yang dilakukan Wapres Mohammad Hatta, justru menaikkan karir Simatupang. Puncak karirnya dia menjadi kepala staf angkatan perang (KSAP). Saat itu usianya baru 29 tahun.

Tapi dia tak lama menjabat KSAP. Simatupang, Nasution dan sejumlah perwira TNI kemudian tak sejalan dengan Soekarno. Dia pensiun tahun 1959 dengan pangkat Letnan Jenderal. Padahal usianya baru 39 tahun.

Simatupang lalu mengabdi untuk gereja. Dia meninggal tahun 1990. Nama TB Simatupang diabadikan menjadi jalan raya yang menghubungkan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Sejarawan Patrik Matanasi menjelaskan TB Simatupang adalah perwira cerdas eks Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL) didikan Belanda yang dikumpulkan Letjen Urip Sumoharjo dan Didi Kartasasmita untuk mengisi posisi di Markas Besar Tentara. Para perwira ini adalah tentara konseptor yang banyak meletakkan fondasi awal TNI.
TB Simatupang bukan tentara tempur. Hampir semua karirnya dihabiskan di bagian staf. Dia mempunyai keunggulan di bidang organisasi dan manajemen ketentaraan. Saat itu tidak banyak perwira yang menguasai masalah tersebut.

"Simatupang dianggap mengerti semua permasalahan tentara, dia selalu dijadikan tempat bertanya setiap ada masalah. Hal ini tidak lepas dari kegemaran Simatupang membaca buku- buku strategi perang saat muda. Bahkan  A.H Nasution mengakui TB Simatupang sangat cerdas saat menjadi kadet akademi militer Belanda di Bandung," kata Patrik saat berbincang dengan merdeka.com. (sumber : Merdeka.com)

Advertisement