Skip to content Skip to navigation

SIKAP PEMERINTAH MENGHENTIKAN UPAYA PENGANGKATAN KM SINAR BANGUN, MASIH BERBUNTUT PANJANG, KINI GMKI JAKARTA MENYUARAKAN KEKECEWAANNYA

Penghentian upaya pengangkatan KM Sinar Bangun yang tenggelam didasar Danau Toba Sumatera Utara, masih dirasakan sebagai keputusan yang mengecewakan masyarakat.

Setelah sebelumnya Ketua Umum PP GMKI Sahat M. P Sinurat, kini Ketua BPC GMKI Jakarta Agung Tamtam S. Butarbutar, turut menyuarakan kekecewaannya atas penghentian oleh pemerintah.

Keterangan yang disampaikan Agung kepada Gerejani Dot Com bebarapa waktu tadi, menjelaskan bahwa Agung bersama puluhan kader GMKI Jakarta, siang tadi (Jumat 6 Juli 2018) menyambangi Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman menggelar Aksi Kemanusiaan & Solidaritas terhadap korban KM Sinar Bangun yang terjadi di Danau Toba, Sumatera Utara.

Sejumlah kader GMKI Jakarta berganti-gantian menyuarakan aspirasinya, diawali orasi dari Korlap Saudara Kristopel Manurung, menyampaikan menuntut pemerintah untuk mencabut keputusan pemberhentian KM Sinar Bangun & mendesak pemerintah untuk melanjutkan pencarian korban hingga kerangka kapal diangkat atau di apungkan.

"Kami mendesak pemerintah melalui instansi terkait untuk segera mencabut keputusan pemberhentian pencarian korban KM Sinar Bangun" ujar Kristopel. Ditambahkan Kristopel bahwa pencarian korban perlu dilanjutkan agar kita mengetahui apa yang menjadi permasalahan dalam mekanisme pelayaran kapal, supaya kita bisa meningkatkan standarisasi pelayaran di Indonesia, terangnya.

Orasi dilanjutkan oleh Agung Tamtam (Ketua GMKI Jakarta), yang mengatakan bahwa pemerintah telah gagal dalam hal pencarian Korban KM Sinar Bangun, karena belum genap 1 bulan, pencarian telah dihentikan, hal ini bertolak belakang dengan jargon Poros Maritim yang selalu digaungkan serta ada kecenderungan diabaikannya perintah Presiden untuk menyelamatkan korban, terkhusus berdasarkan hati nurani keluarga korban, yang kami dengarkan melalui Posko GMKI yang sudah dibentuk, ujar Agung.

Agung juga menyampaikan bahwa, "Kami akan memohon dan meminta tolong kepada PBB untuk turun tangan mengambil alih proses pencarian karena Pemerintah dinilai tidak mampu mencari korban KM Sinar Bangun".

Penyuaran ketidakterimaan atas sikap pemerintah yang menghentikan upaya pengangkatan KM Sinar Bangun, dilanjutkan oleh Samuel Hutapea (Sekretaris GMKI Jakarta). Samuel menambahkan dengan terjadinya secara beruntun kecelakaan kapal di beberapa wilayah, ini akan menjadi preseden buruk bagi pemerintahan saat ini, serta perlu dilakukan evaluasi terhadap visi poros maritim dunia yang selama ini digembar-gemborkan pemerintah.

Selanjutnya aksi Solidaritas ditutup dengan doa bagi para korban kecelakaan yang dipimpin oleh Kristopel selaku Korlap. (DPT)

Advertisement