Skip to content Skip to navigation

SEKRETARIS UMUM SINODE GKSI PDT YUS SELLY: PGI TIDAK KONSISTEN MENANGANI MASALAH DUALISME SINODE GKSI

"PGI tidak konsisten dalam menangani upaya rekonsiliasi kepengurusan sinode GKSI!" ujar Pdt. Yus Selly ,Sekretaeis Umum Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) pimpinan Ketua Umum Pdt. Marjyo, S.Th.

Pendeta Yus mengungkapkan kekecewaannya tersebut kepada media, saat berdialog dg media disuatu resto didaerah Pramuka Jakarta Timur, pada Sabtu kemarin (2 Februari 2019).

Kekecewaan Pendeta Yus yang juga gembala GKSI Jemaat Api Kemuliaan Kelapa Gading Barat Jakarta Utara itu, disampaikan langsung kepada Sekretaris Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, M.Th, saat menghadiri Sidang Pleno Majelis Pekerja Lengkap PGI di Ressort Safari Garden Hotel, Cisarua, Bogor pada 27-31 Januari 2019 yang lalu.

Disela-sela pelaksanaan Sidang MPL PGI tersebut, Pendeta Yus sempat ditegur dan diminta meninggalkan ruangan oleh Sekum PGI Pdt Gomar Gultom, oleh karena adanya aduan dari salah seorang utusan Sinode GKSI versi Ketua Umum Pdt. Dr. Matheus Mangentang.

Kericuhan antara Pdt Yus dengan salah seorang utusan GKSI versi Pdt Matheus Mangentang, merupakan bagian dari sejarah panjang kontroversi kepengurusan Sinode GKSI, antara versi Pdt. Marjiyo, S.Th, dan versi Pdt. Dr. Matheus Mangentang, yang sudah terjadi sejak 2015.

Pdt Yus menjelaskan bahwa sebelum statusnya saat ini, dirinya adalah bagian dari kepengurusan sinode pimpinan Pdt. Matheus Mangentang, tetapi dirinya kecewa berat dan sedih, manakala diketahuinya bahwa Pdt Matheus Mangentang menuding dirinya dihadapan pimpinan PGIW DKI Jakarta, sebagai preman bawaan Frans Ansanay, tokoh Majelis Tinggi Sinode GKSI yang saat itu berseberangan posisi dengan Pdt Matheus, padahal saat itu dirinya justru datang mendampingi Pdt. Matheus ke PGIW DKI Jakarta, dalam rangka proses rekonsiliasi.

Kontroversi kepengurusan Sinode GKSI, telah melewati 4 kali sidang MPL dan 1 kali Sidang Raya PGI, namun kasus tak kunjung tuntas atau disatukan.

Sementara itu, Pdt. Marjiyo yang juga sebenarnya adalah masih keluarga dari Pdt. Matheus Mangentang, yakni istri Pdt. Marjiyo adalah keponakan Pdt. Matheus Mangentang.

Menurut Pdt Yus, persoalan dualisme kepemimpinan di sinode GKSI sesungguhnya bisa diselesaikan jika Tim Mediator PGI, yang dibentuk saat MPL PGI di Parapat Sumatera Utara 2016, untuk mengupayakan rekonsiliasi kontroversi kepengurusan sinode gereja anggota PGI konsisten menjalankan amanat MPL dan keputusan yang ada.

Tim Mediator PGI tersebut diantaranya melibatkan Pdt, Albertus Patty (Ketua Tim dari PGI Pusat), Pdt. Bambang Widjaja (PGI Pusat) Pdt, Raintung (Ketua PGIW DKI Jakarta), Pdt. Shepard Supit (PGIW DKI).

Diceritakan Yus, ketidak konsistenan tim rekonsiliasi PGI tersebut dengan didasari oleh adanya keputusan tim rekonsiliasi PGI berdasarkan mandat sidang MPL PGI di Parapat yang tidak diterapkan atau ditepati janjinya.

“Jadi pada MPL di Parapat, Sumut ditetapkan bahwa barang siapa yang mau rekonsiliasi dan mengikuti terus sidang MPL dan Sidang Raya PGI, dia (sinode versi) itulah yang diakui PGI,” jelasnya.

Dikatakan Yus, pada pertemuan kedua belah pihak di kantor PGI pada 5 Januari 2017, pihak GKSI Matteus mengundurkan diri tidak mau rekonsiliasi dan walk out dari pertemuan itu.

“Pada sidang MPL di Palopo 2017 kami hadir sementara Matteus tidak. Namun di sidang MPL tersebut PGI tidak jadi memutuskan GKSI yang mana yang sah dan diakui PGI, padahal saat itu kami terancam mau dibunuh oleh orang-orang suruhan Matteus,” ungkapnya.

Kekecewaan Yus kembali terjadi kala sidang MPL 2019 di Bogor. Pasalnya, sinode GKSI versi yang mana yang diakui PGI belum juga diputuskan, bahkan PGI membuat keputusan dengan menyerahkan persoalan tersebut diselesaikan sendiri oleh kedua belah pihak. (DPT)

Advertisement