Skip to content Skip to navigation

SANDIAGA UNO HADIRI PELATIHAN OK OCE PRASASTI DI CIREBON, MENYEMANGATI DAN MEMOTIVASI PELAKU USAHA UMKM

Sandiaga Salahuddin Uno ditengah-tengah kesibukannya berkampanye sebagai Calon Wakil Presiden, dengan Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden, menyempatkan diri menghadiri Training of Trainer bagi pelaku usaha UMKM diwilayah Cirebon dan sekitarnya, yang dilaksanakan oleh Koordinatoriat OK OCE (One Kabupaten/Kota One Center Enterpreneurship) PRASASTI Jawa Barat II.

ToT OK OCE PRASASTI yang dilakukan hari ini Kamis 11 Oktober 2018, bertema "Pemuda Kreatif", diadakan di Convention Center Andalus City Kota Cirebon Jawa Barat, diikuti oleh komunitas muda pelaku usaha UMKM dari wilayah Ciayumajakuning, Subang, dan Karawang. Turut hadir memberikan motivasi dan materi pelatihan Prof. Indra Cahya Uno, Caleg DPR RI Dede Muharram, Lc yang juga pembina UMKM, Koordinator Nasional OK OCE PRASASTI R.H Victor Aritonang, yang juga Ketua KADIN Jakarta Pusat, dan Tim Pelatih OK OCE.

Pola pelatihan bernuansa pengembangan kapasitas usaha, diterapkan Sandiaga sebagai terobosan pola kampanye politik santun. Sandiaga tak ingin kampanye dengan cara sikut menyikut, caci maki, dan mencari kesalahan orang lain. "Kita berhenti mencaci maki jangan sikut menyikut. Kampanye kita ingin memperbaiki ekonomi. Isunya adalah ekonomi, penyediaan lapangan kerja dan harga kebutuhan pokok yang terjangkau, bukan yang lain," ujar Sandiaga.

Sandiaga sebagai pelaku usaha dan juga pembina UMKM, mengungkapkan saat ini perekonomian Indonesia mengalami tantangan, ditambah nilai mata uang dolar yang terus mengalami kenaikan.

"Para pengusaha Indonesia, terutama para pelaku bisnis UMKM, harus menyikapi kondisi tersebut" demikian disampaikan Sandiaga. Lebih lanjut Sandiaga yang juga pernah menjadi pimpinan sejumlah organisasi usaha, seperti HIPMI dan KADIN, mengemukakan konsepsi menghadapi turbulensi ekonomi saat ini.

Sandiaga menawarkan solusi ekonomi kerakyatan, yang manfaatnya benar-benar dapat langsung dirasakan masyarakat. Di tengah perekonomian Indonesia yang tak menentu ini, bisnis UMKM maupun pabrik diprediksi banyak yang gulung tikar. Puluhan ribu tenaga kerja pun akan terkena dampaknya seperti PHK massal dan lainnya.

"Kami tidak ingin kondisi seperti ini terus berlanjut di Indonesia, kami butuh pemerintahan yang kuat untuk menyikapi keadaan perekonomian bangsa kita" tegas Sandiaga dalam keterangannya kepada media.

Sandiaga menjelaskan selanjutnya, bahwa dalam kondisi ekonomi yang buruk, pemerintah harus memberikan kebijakan yang terbaik. Namun, hal itu bisa dibantah dengan adanya pemilu. Apalagi saat ini sudah memasuki tahun politik.

Sandiaga mengungkapkan dalam pemilu arah kebijakan bisa mengalami perubahan, artinya, kebijakan yang seyogyanya harus diambil bisa ditunda karena dikhawatirkan akan mempengaruhi elektoral.

"Untuk itu, komponen masyarakat dan pemerintah harus sepakat untuk menghadirkan kebijakan yang terbaik bagi perekonomian Indonesia," tandas Sandiaga figur era milenial.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Koordinator Jawa Barat II OK OCE PRASASTI, Dede Muharram, Lc, mengatakan, dirinya bersama sejumlah tim terus berupaya membangun ekonomi keumatan dengan memperkuat ekspor bukan impor.

"Banyak upaya yang akan kami lakukan. Salah satunya Exhibition Quality Export pada 27-28 Oktober di Andalus City. Pada kegiatan itu, para buyer dari berbagai negara akan datang membeli produk Indonesia," terang pria yang adalah pemilik Andalus City.

Usai menghadiri ToT OK OCE PRASASTI di Andalus City, rombongan OK OCE PRASASTI pusat melanjutkan perjalanan mengunjungi kawasan wisata Rotan Galmantro di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, untuk meninjau langsung salah satu pabrik terkait perkemangan industri rotan sebagai produk unggulan daerah Cirebon. (DPT)

Advertisement