Skip to content Skip to navigation

REFLEKSI AKHIR TAHUN 2018 DR JOHN PALINGGI

Pengamat politik dan ekonomi Dr. John N. Palinggi, MM., MBA menyampaikan catatan refleksi akhir tahun 2018, kepada Gerejani Dot Com kemarin (Kamis 27 Desember 2018) saat berkunjung ke kantornya dikawasan Menteng Jakarta Pusat. 

John Palinggi secara khusus menyoroti dua bidang sebagai refleksi akhir tahunnya, yakni bidang ekonomi dan politik. 

Refleksi ekonomi, menurut Ketua Umum ARDIN yang sudah empat kali dipercaya menjadi Ketua Umum, bahwa secara bidang ekonomi relatif bisa terkendali. "Dibandingkan dengan negara-negara didunia, semua negara didunia pasti punya masalah, kita tidak dengar saja, masalahnya lebih besar dari kita. Orang-orang yang likuidasinya di Eropa, dimana-mana likuid uangnya, sekarang sudah hancur babak belur, bahkan ada yang hampir bangkrut negara-negara di Eropa, dan juga negara-negara di Asia. Itu akibat pertentangan-pertentangan ideologi, juga kepentingan-kepentingan, tetapi negara kita masih mampu bertahan, relatif masih bisa terkendali dan baik ekonominya" demikian urai John. 

Sementara itu mengenai refleksi bidang politik, pria yang pernah menjadi moderator kampanye dialogis Pilpres beberapa tahun lalu, memberikan komentar sebagai berikut, "Politik kita memang memanas karena pelaksanaan pemilihan presiden-wakil presiden, sekaligus pemilihan legislatif, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, dan ini pekerjaan yang besar sekali sebetulnya. Bisa menimbulkan konflik sewaktu-waktu karena ada konflik kepentingan". 

Menurut John, "Masing-masing menuju ke suatu kursi, sementara yang memperebutkannya ada dari 10 partai. Kesadaran terhadap itu, harus dibangun dengan sungguh-sungguh oleh orang yang mengikutinya. Apakah calon presiden-wakil presiden, calon legislatif, atau DPD, dia harus bangun kesadaran itu, bahwa harus menaati UU, Peraturan KPU, Bawaslu, yang sudah ditetapkan. Sehingga kondisi bisa terjamin, dan hindari diri untuk saling menghina". 

Lebih lanjut John prihatin terhadap berbagai perilaku politik belakangan ini. "Sebab tidak ada segala sesuatu yang bisa dibangun, apabila segala kedudukan itu diperoleh dengan cara saling menghina, saling menghancurkan bahkan kalau perlu saling menyingkirkan seperti itu. Tidak mungkin bangsa ini dibangun sendiri. Bangsa dibangun dalam rangka kebersamaan, karena bila kita rukun bersatu dibangsa ini, kesanalah Tuhan Allah memerintahkan rejeki". 

"Kalau tidak rukun sedikitpun, jangan harap teman-teman terpilih sebagai legislatif, atau presiden-wakil presiden, bisa berkarya maksimal, kalau terjadi konflik-konflik sebelum acara dimulai. Jadi hindari konflik. Pesan saya jauhi konflik, saling menghormati dan menaati UU, serta Peraturan KPU, dan peraturan lain yang terkait dengannya" pungkas John.

Advertisement