Skip to content Skip to navigation

PRESIDEN JOKO WIDODO MENGANGKAT 4 STAF KHUSUS BARU, JELANG PEMILU 2019

Staf Khusus Baru Presiden

Presiden Joko Widodo mengangkat empat orang sebagai staf khusus presiden, Selasa (15/5/2018). Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, pengangkatan empat orang itu berdasarkan keputusan presiden. "Presiden sudah menandatanganinya," ujar Pramono Anung di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (15 Mei 2018).

Empat orang Staf Khusus yang diangkat menjadi Staf Khusus tersebut, ialah : Adita Irawati, Abdul Ghofarrozin, Siti Ruhaini Dzuhayatin, dan Ahmad Erani Yustika, mereka relatif masih terkategori orang-orang muda, berusia antara 40-55 tahun. "Penambahan staf khusus dilakukan sesuai keperluan karena melihat begitu besar beban dan juga hal yang harus ditangani oleh Presiden," kata Pramono seusai rapat terbatas di halaman Istana Negara, Jakarta, Selasa (15 Mei 2018), sebagaimana dikutip dari kabar24.bisnis.com

Berikut profil empat staf khusus presiden yang baru, sebagaimana diberitakan nasional.kompas.com :

1. Adita Irawati Adita merupakan mantan Vice President Corporate Communications PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Dalam jabatan barunya ini, tugasnya adalah melaksanakan pembenahan pola komunikasi pada kementerian dan lembaga. Menurut Pramono, kehumasan pada kementerian dan lembaga harus direvitalisasi sesuai dengan perkembangan zaman. "Kehumasan kementerian dan lembaga kita masih memakai pola lama. Padahal ini eranya media sosial. Butuh mereka yang memahami itu, membuat framing, membangun konten dan sebagainya," ujar Pramono. Baca juga: Tugas dan Fungsi Kantor Staf Presiden Dievaluasi

2. Abdul Ghofarrozin Abdul merupakan putra dari ulama kharismatik KH Muhammad Achmad Sahal. Dia bertugas mendampingi Presiden Jokowi dalam acara keagamaan dalam negeri. Salah satu contohnya adalah saat Presiden Jokowi bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesantren. "Presiden butuh orang dengan latar belakang yang memahami itu," ujar Pramono.

3. Siti Ruhaini Dzuhayatin Siti merupakan tokoh Islam sekaligus aktivis hak asasi manusia yang sudah malang melintang di dalam maupun luar negeri. Ia pernah bertugas sebagai Ketua HAM OKI dan Koordinator Gugus Tugas Hak Wanita dan Anak Komisi HAM OKI. Tugasnya dalam jabatan staf khusus presiden ini adalah membantu Presiden Jokowi merespons isu keagamaan tingkat internasional. Baca juga: Teten Masduki Jadi Komandan Staf Khusus Presiden

4. Ahmad Erani Yustika Ahmad merupakan mantan direktur jenderal di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Pramono menyebut, tugasnya sebagai staf khusus presiden adalah untuk membantu Presiden Jokowi merancang kebijakan-kebijakan pada sektor ekonomi. "Beliau adalah profesor ekonomi dengan latar belakang yang cukup baik. Beliau memahami dana desa yang setiap tahun meningkat, tahun ini Rp 60 triliun. Beliau pakar di bidang ini " ujar Pramono.

Dengan pengangkatan keempat staf khusus baru ini, maka jumlah staf khusus presiden menjadi sembilan orang. Pramono mengatakan, keempat staf khusus presiden baru ini sudah mulai bekerja semenjak Senin (14 Mei 2018) kemarin. "Mereka enggak perlu dilantik dan sudah mulai bekerja. Kemarin mereka berkoordinasi dengan Mensesneg dan saya, Seskab. Karena administrasi manajerial ada di bawah Seskab," ujar Pramono. (DPT)

 

Advertisement