Skip to content Skip to navigation

PGLII GELAR PEMBEKALAN DAN PENGUTUSAN CALEG, DR. J. KRISTIADI : MODAL DASAR CALEG INTEGRITAS DAN KOMPETENSI

Dinamika menuju pelaksanaan Pemilu Serentak (Pileg dan Pilpres) 17 April 2019, nampak masih tinggi, bahkan cenderung meningkat eskalasi kesibukan berbagai pihak menyongsong hari pemungutan suara yang tersisa 40 hari lagi. Tidak terkecuali wadah organisasi aras nasional gereja PGLII, Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia.

PGLII bertempat di MDC Hall Wisma 76 Slipi lt. 26 Jakarta Barat, kemarin (Senin, 4 Maret 2019) mengadakan Sosialisasi Pileg dengan Pimpinan/Pendeta Gereja lingkup PGLII, bertajuk #PGLIItemuCaleg. Acara yang juga didukung oleh Perwamki (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia), MIK (Menara Indonesia Kuat), PPHKI (Perhimpunan Profesi Hukum Kristiani Indonesia), dikoordinir oleh Sekretaris Umum PGLII DKI Jakarta Dr. Antonius Natan, Th.M, dipandu Pdt. Rhesa Sigarlaki, SH Komisi Hukum dan HAM PGLII, dihadiri sekitar 100 an orang calon anggota legislatif (DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kab/Kota), dan juga calon DPD RI, mayoritas didominasi mereka yang memiliki daerah pemilihan diwilayah DKI Jakarta. Ada beberapa figur yang sudah dikenal masyarakat, pun turut hadir dalam pertemuan yang dilaksanakan sore hingga malam kemarin, sebut saja mantan anggota DPRD DKI Jakarta 2 periode Drs. Sahrianta Tarigan, MA, kini menjadi Ketua DPW Partai Perindo, dan juga caleg DPRD DKI Jakarta dapil DKI Jakarta 3 (Penjaringan, Pademangan, Tanjung Priok) nomer urut 1, Grace Natalie Ketua Umum PSI, juga caleg DPR RI dapil DKI Jakarta 3 (Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat) nomer urut 5, ada mantan Ketua Umum Presidium PP PMKRI, MM Restu Hapsari selaku caleg DPR PDI Perjuangan dapil DKI 3 (Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat) nomer urut 3, Mangasi Sihombing mantan Duta Besar RI di Hongaria, Kroasia, Bosnia-Herzegovina, dan Macedonia, caleg PSI nomer urut 7 DPR RI dapil DKI Jakarta 2 (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Luarnegri), Hasudungan Manurung SH MH, Sekjen PPHKI yang juga Caleg PSI Nomer urut 6 dapil Tangerang Selatan, dan figur-figur lainnya. 

Sementara itu, hadir juga tokoh-tokoh pendeta seperti Pdt. Dr. Nus Reimas (Ketua Majelis Pertimbangan PGLII), Pdt. Dr. Ronny Mandang, M.Th (Ketua Umum PGLII), Pdt. R.B Rory (Ketua PGLII DKI Jakarta), Pdt. Drs. Mawardin Zega, M.Th (Sekjen MUKI Pusat), Pdt. Harsanto Adi, MM., M.Th (Ketua Umum API), tokoh pendeta lainnya, hadir juga jajaran pengurus PGLII, seperti Y. Deddy Madong, SH, Pdt. Yesaya Suharsono, dan beberapa pengurus lainnya, selain itu, hadir juga Ketua Umum Perwamki Dr. Yusak Tanasyah, M.Th beserta sejumlah jurnalis Perwamki. 

Acara #PGLIItemuCaleg diawali dengan ibadah yang dilayani oleh Pdt. R.B Rory, S.PAK, M.Th, kemudian lanjut dengan paparan penguatan Caleg oleh Dr. J.Kristiadi dari CSIS, Pdt. Dr. Nus Liur, dan Pdt. Dr. Ronny Mandang, dengan moderator Pdt. Resha Sigarlaki. Firman Tuhan yang disampaikan Pdt. Rory diambil dari Kitab Daniel 6 ayat 1-6, yakni kisah tentang Daniel yang diangkat Raja Darius menjadi pejabat tinggi.

Disampaikan oleh Pdt. Rory, bahwa Raja Darius mengangkat 120 orang wakil-wakil Raja, dan 3 orang pejabat tinggi kerajaan, dengan salah satu diantaranya adalah Daniel. Dijelaskan Pdt. Rory, Daniel memiliki roh yang luarbiasa, sehingga Raja Darius menempatkannya atas seluruh kerajaan. Kisah yang terjadi sekitar 539 tahun sebelum masehi

Prestasi yang didapat Daniel, tidak serta merta tanpa masalah, Daniel dicari-cari masalah dirinya oleh sejumlah pejabat dan wakil raja lainnya, namun mereka tidak mendapatkan satu pun kesalahan Daniel. Hanya satu masalah yang akhirnya dipersoalkan para pejabat dan wakil raja tersebut, yakni dalam hal Daniel beribadah kepada Allah.

"Daniel punya kedisplinan hidup yang tinggi, termasuk diantaranya tepat waktu, konsisten, doa dan ibadah" jelas Pdt. Rory. Lebih lanjut Pdt. Rory menjelaskan bahwa, Daniel seorang yang taat beribadah dengan benar, sikap taat yang setia, tidak karena untuk menyenangkan orang-orang tertentu. 

Sedangkan Dr. J. Kristiadi menyampaikan pemikirannya untuk penguatan para Caleg, yang dengan judul "Vok Populi Vox Dei, Rakyat harus sebagai Pemenang Otentik". Kristiadi mengingatkan para caleg, agar jangan sembarangan mengelola suara rakyat, karena suara rakyat suara Tuhan.

"Orang kristen harus mau berpolitik, politik itu adu siasat. Caleg harus bersiasat memperjuangkan kepentingan" ujar Kristiadi. Pencalonan (caleg) untuk pemilu 2019, menurut Kristiadi, bersifat tidak ideologis, dikarenakan partai fokus pada pemenuhan persyaratan. 

Persoalan pemenuhan persyaratan yang membuat pencalonan untuk pemilu 2019 tidak ideologis, terjadi dikarenakan banyaknya tumpang tindih peraturan. "Ada 55 ribu peraturan tumpang tindih, percepatan kompetisi tidak dibarengi percepatan pembuatan regulasi/peraturan" jelas Kristiadi. 

Kristiadi mengingatkan bahwa modal dasar Caleg sebgai pejabat publik adalah Etika Publik, yakni integritas dan kompetensi. (DPT)

Advertisement