Skip to content Skip to navigation

PGI MENEMUI PRESIDEN JOKO WIDODO MEMINTA MENGHENTIKAN PENDEKATAN KEAMANAN DI TANAH PAPUA

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menemui Presiden RI Joko Widodo, pada 5 Marer 2019, pada pukul 11.15 di Istana Merdeka Jakarta.

Ketua Umum Majelis Pekerja Harian PGI Pdt. Dr. Henriette T. Lebang, beserta Sekretaris Umum Pdt. Gomar Gultom, M.Th, Ketua Konferensi Gereja dan Masyarakat 2019 Olly Dondokambey, dan jajaran pengurus serta staf, bertemu Presiden yang didampingi Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, dan Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana.

Pdt. Gomar Gultom dalam kesempatan temu wicara tersebut, secara khusus meminta kepada Presiden untuk menghentikan pendekatan keamanan di Tanah Papua, sikap
tersebut sebagaimana diterima PGI atas hasil serapan aspirasi warga Papua secara langsung, maupun melalui Konferensi Gereja dan Masyarakat di Tanah Papua pada 2018.

"PGI menyampaikan harapan dan aspirasi masyarakat dan gereja-gereja di Papua, yang berhasil dikumpulkan oleh PGI, baik melalui perkunjungan dan percakapan selama ini, maupun melalui KGM Papua Mei 2018 di Sorong, serta hasil perkunjungan Delegasi World Council of Churches (WCC) ke Papua Pebruari 2019 lalu. MPH menyampaikan harapan agar dihentikannya pendekatan keamanan, terutama operasi militer atau operasi pemulihan keamanan yang banyak menimbulkan luka batin di tengah masyarakat Papua. Juga disampaikan agar masalah Papua ditangani dengan pendekatan kultural dan dialog yang lebih bermartabat serta merujuk pada semangat UU Otsus Papua.
Siaran Pers Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia" ungkap Pdt Gomar.

Pertemuan PGI dengan Presiden ini kali, adalah yang ketiga sejak 2018, yakni dua kali di Istana, dan sekali di Kantor PGI. Dalam kesempatan ini kali, Ketum PGI Pdt Henriette T. Lebang menyampaikan beberapa hal berikut, sebagaimana keterangan media yang diterima Gerejani Dot Com dari Humas PGI Irma Simanjuntak :

1.PGI mengapresiasi kesediaan Bapak Presiden menerima Pimpinan dan staf PGI.

2.Menyambut Pemilu 2019, Ketum menyampaikan keprihatinan terkait dengan maraknya hoaks dan pembohongan-pembohongan publik serta ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa hanya karena pilihan yang berbeda. Ketum juga menyampaikan keprihatinan dengan adanya fenomena pertarungan ideologi, karena munculnya gagasan alternatif terhadap Pancasila.

3.Terkait Pemilihan Umum 2019, Ketua Umum MPH PGI Pdt. DR. Henriette Hutabarat Lebang menyatakan dukungan gereja-gereja di seluruh Indonesia bagi pelaksanaan Pemilu 2019. Beberapa usaha yang dilakukan oleh PGI dalam rangka mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 adalah mengeluarkan beberapa himbauan berupa Surat Pastoral dan video agar semua warga gereja ikut terlibat aktif dalam Pemilu dan menghindarkan diri dari Golput. Ketum juga menyampaikan bahwa bagi gereja-gereja, ikut mencoblos adalah juga merupakan panggilan iman. Gereja-gereja di Indonesia dari tingkat sinode hingga jemaat menyelenggarakan ragam bentuk voter education. Bahkan ada jemaat-jemaat yang mendirikan semacam posko untuk menjadi pusat informasi terkait pemilu yang akan datang. PGI sendiri sudah melakukan beberapa ToT untuk Pemilu Damai melalui program "Ayo Nyoblos".

4. Meresponi hal-hal tersebut, Presiden Jokowi mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan oleh PGI menyambut Pemilu 2019. Presiden juga mengatakan agar tidak terlalu kuatir dengan Pilpres yang kelihatannya memanas dan sejauh ini masih bisa diatasi. Diakuinya bahwa ada persoalan ideologis dengan munculnya organisasi yang bertentangan dengan Pancasila namun hal tersebut sudah diatasi dengan dibubarkan dan dilarangnya organisasi tersebut. Lebih lanjut presiden mengemukakan bahwa saat ini penyebaran hoaks tidak hanya melalui media social namun juga sudah dari pintu ke pintu. Hal tersebut juga sudah diatasi dengan ditangkapnya beberapa orang yang turut menyebarkan berita hoax.

5. Selanjutnya Ketum menyampaikan bahwa tahun ini juga PGI akan menyelenggarakan Sidang Raya PGI XVII pada Nopember yang akan datang di Pulau Sumba. Ketum menyampaikan penyesalan bahwa Ketua Sinode GKS, yang menjadi host Sidang Raya tersebut, tidak bisa hadir hari ini karena masalah jadwal penerbangan yang tidak pas. Pada kesempatan ini Ketum menyampaikan Undangan kepada Presiden untuk menghadiri SR tersebut.

6. Disampaikan juga kepada Presiden, sebagai bagian dari persiapan Sidang Raya, PGI akan menyelenggarakan Konperensi Gereja dan Masyarakat, 28-31 Maret yang akan datang di Manado. KGM ini adalah sebuah studi yang dilakukan oleh pimpinan gereja anggota PGI bersama ragam lapisan warga untuk studi kecenderungan masalah-masalah sosio-ekonomi, politis dan budaya untuk setidaknya lima tahun ke depan. Dalam kaitan ini, PGI berharap Presiden bisa hadir dalam Pembukaan KGM ini, yang kepanitiaannya diketuai oleh Olly Dondokambe (Gubernur Sulut) yang turut serta dalam rombongan PGI.

Pertemuan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Sekum PGI Pdt. Gomar Gultim. (DPT)

Advertisement