Skip to content Skip to navigation

PGI KELUARKAN PESAN PASTORAL PEMILU 2019, WARGA GEREJA AYO COBLOS AYO PANTAU

Pelaksanaan hari pemungutan suara Pemilu Serentak Rabu 17 April 2019, yakni untuk Pemilihan Presiden/Wakil Presiden, bersamaan dengan Pemilihan Anggota DPR/DPD/DPRD Provinsi/DPRD Kab-Kota, menyisakan waktu 35 hari, suara-suara miring bertendensi menguatnya golput makin menjadi perhatian banyak pihak, tidak terkecuali Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Menyikapi pesta demokrasi lima tahunan ini, MPH-PGI menyampaikan pesan pastoralnya, pada Senin 11 Maret 2019, di Grha Oikumene Jakarta. Turut hadir mendampingi Ketua Umum MPH PGI, Pdt. Henrik Lokra, dan Humas PGI Irma Simanjuntak.

Dalam pesan pastoralnya, MPH-PGI mengajak Gereja-Gereja agar mendoakan proses Pemilu berjalan dengan baik sesuai kehendak Tuhan, mendampingi warga gereja dalam mempersiapkan diri menghadapi pesta demokrasi ini, menyadarkan warga gereja tentang tanggung jawabnya sebagai warga negara dalam ikut menentukan dan membangun masa depan bangsa yang lebih adil, sejahtera dan berkeadaban, meyakinkan mereka bahwa keikutsertaan dalam Pemilu adalah tindakan iman dan bukan hanya hak konstitusi, serta ikut serta mengawal proses demokrasi ini, serta memastikan bahwa proses ini berjalan baik, transparan, dan damai.
Gereja perlu secara serius memotivasi warganya, agar mampu bersikap kritis terhadap penyalahgunaan gedung gereja, politik uang, maupun kepentingan primordial atau sektarianisme yang bisa membawa perpecahan internal gereja, dan bahkan perpecahan dalam masyarakat.
Hendaknya gedung gereja tidak dijadikan sebagai ajang kampanye demi kepentingan aktor-aktor maupun partai-partai politik mana pun.
Sedangkan kepada warga gereja, MPH-PGI mengingatkan agar ikut hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab.
Dengan demikian kita meminimalisasi kemungkinan penyalahgunaan kertas suara oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dan jangan Golput.
“Kami mendorong seluruh warga jemaat untuk proaktif mencek Daftar Pemilih Tetap dan memastikan namanya tercantum di sana. Jika hendak bepergian hendaknya mengurus Formulir A5 agar dapat mencoblos di daerah yang dituju. Diharapkan seluruh warga gereja dapat memastikan seluruh anggota keluarga, teman kerja, asisten rumah tangga dan orang-orang di sekitar lingkungannya yang telah memiliki hak pilih namun tidak berada di tempat asal pada waktu pemilihan agar segera mengurus Form A5 di kantor KPU kabupaten/kota tempat yang dituju. Jika hendak berlibur pada hari pemilihan agar segera mengurus Form A5 di kantor KPU kabupaten/kota tempat yang dituju. Jika hendak berlibur pada hari pemilihan, kami sarankan untuk berangkat setelah menyelesaikan pencoblosan di TPS,” demikian disampaikan pesan pastoran tersebut.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette T. Lebang menegaskan, pesta demokrasi ini kita sambut dengan sukacita sebagai anugerah Allah bagi masyarakat Indonesia.
“Bagi umat Kristen, pesta demokrasi ini juga sesuatu yang tidak terlepas dari iman Kristiani. Sebab, tugas panggilan setiap warga masyarakat, khususnya umat Kristen, adalah bagaimana kita mengusahakan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Pdt Eri.
Sebab itu, lanjut Ketua Umum PGI, semua unsur dalam masyarakat harus ikut secara aktif dengan pergi ke TPS, jangan lewatkan kesempatan ini, sebab kita akan menentukan masa depan bangsa. Kita memilih pemimpin bangsa, dan wakil-wakil rakyat yang diharapkan akan sungguh-sungguh memikirkan masa depan bangsa ini, bagi kemaslahatan semua umat.
Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian PGI, Pdt. Henrik Lokra menegaskan bahwa, dalam pesan pastoralnya, PGI juga menegaskan masih kuatnya politik identitas yang sedang terjadi di tengah-tengah bangsa ini, serta penyebaran berita-berita bohong. Oleh sebab itu, menjadi penting bagi PGI melalui pesan pastoralnya, untuk mengingatkan warga gereja agar lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan atau menerima informasi.
PGI pun menginformasikan langkah-langkah, ataupun program edukasi pemilu yang telah dilakukan, seperti mengundang para caleg Kristen untuk doa bersama, dan mengingatkan agar berkontestasi secara sehat, kerjasama dengan KPU dan Bawaslu melalui kegiatan TOT Ayo Coblos Ayo Pantau, untuk mempromosikan kepada warga gereja agar terlibat aktif dalam menentukan hak pilihnya. (DPT)

Advertisement