Skip to content Skip to navigation

PGI APRESIASI KINERJA POLRI MENANGANI KASUS PENGRUSAKAN GEREJA DI SAMARINDA

Gerejani Dot Com - Gereja kembali menjadi sasaran orang tak bertanggung jawab, melakukan perbuatan melanggar hukum, setelah sebelumnya gedung Gereja Toraja Mamasa Jemaat Batang Uru Timur, Mamasa, Sulawesi Barat, dibakar oleh orang tak bertanggung jawab pada 26 Juni 2021, yang ternyata pelakunya dikatakan oleh petugas sebagai orang mengalami gangguan jiwa. Kini, pada Jumat 9 Juli 2021, Gereja Sidang Jemaat Kristus di Samarinda Kalimantan Timur, dilempari batu oleh orang tak bertanggung jawab, pada Kamis 8 Juli 2021, pukul 03.30 WITA.

Polisi telah berhasil meringkus pelaku pelemparan gereja Gereja Sidang Jemaa Kristus, dan menjelaskan bahwa aksi tersebut tak berkaitan dengan isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena motif SARA tersebut tak tergambar dari hasil penyelidikan awal yang dilakukan usai menangkap dua terduga pelaku. "Tidak ada kaitan dengan isu SARA, tapi sakit hati," kata Andika kepada media, Jumat 9 Juli 2021.

Berdasarkan pemeriksaan awal, Kompol Andika menjelaskan, bahwa salah seorang terduga pelaku pelemparan itu merasa kecewa, lantaran tak diberikan izin menggunakan listrik gereja untuk keperluan berjualan, sebagaimana selama ini yang bersangkutan berjualan (PKL) disekitar gereja. Dia membuka usaha minuman dingin dan memerlukan pemakaian listrik.   

"Minta disambungkan listrik gereja, kemudian yang bersangkutan juga membayar. Cuma kemudian dari gereja ada pertimbangan-pertimbangan sehingga tak diberikan," tambah Kompol Andika.

Berdasarkan rekaman CCTV, diduga pelaku berjumlah dua orang. Kedua pelaku terlihat membawa batu-batuan sebesar genggaman orang dewasa dan langsung melempari bagian depan gereja.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Gomar Gultom mengecam keras aksi pelemparan batu ke Gereja Sidang Jemaat Kristus, Samarinda, Kalimantan Timur. Pdt. Gomar menilai aksi penyerangan tersebut, rentan mengganggu ketenangan jemaat dan bisa merusak kerukunan antarumat beragama, demikian disampaikan Pdt. Gomar kepada media.

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan terhadap peristiwa pelemparan batu oleh orang yang tidak dikenal ke gedung Gereja Sidang Jemaat Kristus yang beralamat di Jalan P. Irian, Gang Cendrawasih RT XI, No. 55, Kota Samarinda, pada Kamis (8/7) dini hari.

Informasi dari Ketua Umum PGIW Kalimantan Timur, Pdt. Analita Migang bahwa peristiwa yang terjadi pada Kamis (8/7) dinihari telah diproses oleh pihak aparat kepolisian setempat dan pelaku telah diamankan. Sementara pelaku yang lain sedang dalam proses pengejaran.

Saat ini pihak kepolisian masih mendalami motif pelaku melakukan pelemparan yang mengakibatkan sejumlah kaca gedung gereja pecah dan rusak. Gedung Gereja Sidang Jemaat Kristus untuk sementara ini kosong tidak digunakan karena pandemi ini. Semua aktivitas peribadatan dilakukan secara online.

“Kami sangat mengapresiasi tindakan cepat dari pihak kepolisian untuk menyelidiki aksi ini dan mengimbau warga, khususnya di Samarinda, Kalimantan Timur, untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhanya pada pihak kepolisian serta berharap tidak terjadi lagi” pungkas Pdt. Gomar. (DPT)

Advertorial

Advertisement