Skip to content Skip to navigation

PENJELASAN ARIASA SUPIT, BIDANG PERS DAN HUMAS SINODE GBI TENTANG MENINGGALNYA BEBERAPA PENDETA GBI USAI PERTEMUAN DI LEMBANG

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, akrab disapa Kang Emil, Selasa 24 Maret 2020, mengungkapkan bahwa ada 4 klaster penyebaran virus Covid-19 diwilayahnya.

Kang Emil menghimbau semua orang yang berada di empat klaster tersebut, segera melaporkan diri ke dinas kesehatan di wilayahnya masing-masing.

Klaster pertama, Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar di Karawang 9 Maret lalu. Ridwan Kamil mengungkapkan ada tujuh orang yang positif corona.

"Sehingga saya menghimbau semua yang hadir di acara Musda Hipmi yang mendengar suara saya di media agar segera melapor Dinkes di kota kabupaten masing-masing," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (24 Maret 2020), sebagaimana diberitakan detik.com.

Lanjut Kang Emil, klaster lainnya adalah Klaster kedua dan ketiga,
seminar bisnis syariah 25-28 Februari di Kabupaten Bogor, dan Persidangan Sinode Tahunan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) 26-29 Februari di Kota Bogor.

"Klaster acara ekonomi syariah juga sudah kami temukan daftarnya," jelas Kang Emil.

Klaster keempat adalah seminar keagamaan di Lembang, Bandung Barat, yang digelar pada 3-5 Maret lalu.

"Acara keagamaan di Lembang itu juga ada yang positif, sehingga kami himbau para peserta seminar GBI di Lembang, segera melaporkan ke Dinkes setempat," jelas Kang Emil.

Kang Emil mengaku seminar keagamaan GBI di Lembang, pesertanya mencapai 2 ribu orang.

"Bahkan saya dengar (di Lembang) pesertanya ada 2 ribu orang dibagi empat sesi seminar," tutur Kang Emil.

Sementara itu Dinkes Kabupaten Bandung Barat mengkonfirmasi kematian seorang pendeta di RSHS Bandung pada Sabtu (21/3) positif corona. Ia hadir di acara seminar keagamaan di Lembang. Isterinya pun positif dan diisolasi di RSHS.

Ridwan Kamil meminta semua orang yang hadir di empat klaster itu segera ikut pemeriksaan rapid tes masif yang akan dilakukan pada Rabu (25/3/2020). Mereka semua masuk dalam kategori A atau yang paling berisiko tinggi terpapar.

Informasi yang beredar disejumlah grup WA, yang diterima Gerejani Dot Com, menyebutkan ada beberapa pendeta GBI meninggal, mereka hadir dalam kegiatan di Lembang. Dua nama pendeta diantàranya, yang Gerejani Dot Com ketahui, ialah Pdt.David Tjakrawicaksana, Gembala GBI Rayon 2, Bandung, dan Pdt. Aslam Nathanael, Wakil Gembala Rayon 2- Bandung, sudah dimakamkan di Bandung.

Gerejani Dot Com sebelumnya sudah mencoba menghubungi Bidang Pers dan Humas Sinode GBI, Ariasa Supit, meminta keterangan perihal peristiwa meninggalnya sejumlah pendeta GBI yang mengikuti kegiatan di Lembang.

Ariasa kemarin (Selasa 24 Maret 2020), melalui WA ke Gerejani Dot Com, menjelaskan, "Terkait covid 19 biar dari pemerintah yang berwenang menyampaikan pak.
Berita itu sudah ada beberapa yg terima tapi keterangan resmi harus dari pemerintah. Supaya satu pintu dan tidak salah. Harus dicek ke Kemenkes atau Satuan Tugas resmi dari pemerintah. Itu kewenangan pemerintah. Kita menunggu arahan pemerintah pak. Jadi menunggu kabar mereka karena hak penyampaian ada di pemerintah. Meskipun kita tahu kita harus menunggu pemerintah yang menjelaskan supaya tidak simpang siur". (DPT)

Advertorial

Advertisement