Skip to content Skip to navigation

PDT FERDINAND ROMPAS TERPILIH SEBAGAI KETUA MD GPDI JABAR, MENGGANTIKAN MENDIANG PDT J. E AWONDATU

Gerejani Dot Com - “Dengan sangat sedih saya sampaikan, ayah saya Bapak Pdt. J. E. Awondatu sudah pulang ke rumah Bapa di surga hari ini.”  Tulis Pdt Revi Awondatu, putra dari mendiang Pdt. J. E. Awondatu, pada laman media sosialnya, saat hari wafatnya Pdt. J. E Awondatu 24 April 2020, Gembala GPdI (Gereja Pantekosta di Indonesia) Cianjur, sekaligus Ketua Majelis Daerah GPdI Wilayah Jawa Barat.

Kepemimpinan MD GPdI Jabar, pasca wafatnya Pdt. J. E Awondatu, diemban oleh Plt Ketua Pdt. Marten Schalwijk, untuk menjalankan kepengurusan sementara waktu, menunggu penetapan Ketua MD GPdI Jabar yang baru, untuk meneruskan sisa periode kepengurusan yang ditinggalkan Pdt. J. E Awondatu, yakni periode 2017-2022.

Berdasarkan pemberitaan tabloidmitra.com, pada Selasa (30 Juni 2020), MD GPdI Jabar telah mengadakan Rapat Pleno pemilihan Ketua MD GPdI Jabar pengganti Pdt. J. E Awondatu. Rapat Pleno dilakukan bertempat di Sekolah Alkitab GPdI Cianjur (SAC), dihadiri oleh 24 orang peserta pengurus MD GPdI Jabar, termasuk para Ketua Wilayah GPdI di Provinsi Jabar, sementara mewakili Majelis Pusat, hadir Ketum MP Pdt. John Weol, Sekum MP Pdt. John Lumenta, dan Ketua Departemen Luar Negeri Pdt. Herry Lumatauw.

Sebelum memulai Rapat Pleno, seluruh peserta melakukan ziarah ke makam Pdt. J. E Awondatu, untuk menghormati karya dan dedikasi semasa hidup.

“Ziarah ini bukan untuk mengkultuskan kubur, melainkan karena (alm Pdt. JE Awondatu) bagian dari GPdI dan kami semua merasa kehilangan rekan kerja yang sangat banyak karyanya. Tidak ada salahnya kita datang untuk mengenang beliau,” ungkap Ketum MP GPdI Pdt. John Weol.

Saat hendak memulai Rapat Pleno MD GPdI Jabar, sekalipun forum merupakan rapat internal MD Jabar, tetapi MD Jabar mempersilakan perwakilan MP mengikuti pembukaan Rapat Pleno.

Ketum MP Pdt. John Weol menjelaskan ketentuan AD/ART GPdI hal pemilihan Ketua MD, namun nampak terjadi pembahasan antara Ketum MP Pdt. John Weol dengan peserta Rapat Pleno, hingga akhirnya terlihat perwakilan MP menuju ruangan lain menunggu selesainya Rapat Pleno.

Pdt. John Weol mengemukakan alasan kehadirannya, serta ketentuan konstitusi GPdI tentang penetapan Ketua MD yang lowong, sebagaimana disebutkan tabloidmitra.com, dijelaskan Pdt John Weol, kedatangannya ke rapat pleno MD GPdI Jabar dalam rangka mengawal, sebab legal standing keberadaan MD di daerah adalah pengesahan dari MP.

“Di Jabar saat ini terjadi kekosongan karena beliau (Ketua MD Pdt J. E Awondatu) dipanggil Tuhan. Merujuk pada AD/ART Bab 7 pasal 14 poin 3B, apabila terjadi kekosongan Ketua MD, akan diputuskan oleh MP, dengan mempertimbangkan usulan rapat pleno, jadi MP tidak datang lalu tunjuk (Ketua). Mereka pleno dulu, sepakat, dapat figurnya lalu dilaporkan kepada MP (untuk meminta persetujuan),” ungkap Pdt. John Weol.

Istri mendiang Pdt. J. E Awondatu, Melani Handayani, sempat diusulkan menjadi Ketua MD pengganti mendiang suaminya, namun usulan tersebut ditolak oleh Ketum MP Pdt. John Weol, dengan alasan Melani tidak memenuhi kriteria dalam AD/ART, hal ini sempat membuat suasana pleno memanas.

Pleno dilanjutkan dengan usulan nama-nama baru Calon Ketua MD GPdI Jabar, yakni Pdt. Marthen S, Pdt. Yohanes L, Pdt. Ferdinand Rompas dan Pdt. Anthon. Setelah itu dilakukan pemilihan, akhirnya terpilih dengan suara terbanyak, Pdt. Ferdinand Rompas dengan 12 suara, sedangkan Pdt Marthen S 10 suara, Pdt. Yohanes L 1 suara, dan Pdt. Anthon 1 suara.

Pdt. Ferdinand Rompas setelah dinyatakan terpilih sebagai Ketua MD GPdI Jabar, dilantik oleh Ketum MP GPdI Pdt. John Weol, setelah sebelumnya didoakan para anggota MD GPdI Jawa Barat dan MP.

Pdt. Ferdinand Rompas menegaskan akan melanjutkan visi misi alm. Pdt. JE Awondatu. “Prinsip kami akan melanjutkan program dari Pdt. Awondatu yang baik akan kita lanjutkan, yang kurang akan kita sempurnakan,” jelas Pdt Ferdinand Rompas kepada tabloidmitra.com.

Kepengurusan MD GPdI Jabar pasca terpilihnya Pdt. Ferdinand Rompas sebagai Ketua pengganti Pdt. J. E Awondatu, akan segera disusun Pdt. Ferdinand Rompas.

Ketua MD GPdI Jabar terpilih, Pdt. Ferdinand Rompas, memastikan, bahwa Melani Handayani, Istri mendiang Pdt. J. E Awondatu, akan diakomodir dalam struktur sebagai bentuk penghargan atas pelayanan Pdt. J. E Awondatu selama ini. “Tante Mel akan kami akomodir, posisinya akan di atas dan masuk dalam struktur,” pungkas Pdt. Ferdinand Rompas. (DPT)

Advertorial

Advertisement