Skip to content Skip to navigation

PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA, GEREJA ADAKAN IBADAH BERBASIS MEDIA SOSIAL, DAN SALURAN LAIN TEKNOLOGI INFORMASI

Sejak memasuki hari Senin 16 Maret 2020, jumlah pasien terkena virus Covid-19 di Indonesia, kian meningkat, kini sudah lebih dari 200 orang, belum lagi mereka yang terkategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dengan Pengawasan (PDP) dan Suspek, termasuk sebaran daerah pandemi virus tersebut, pun makin meluas sudah menjangkau 13 provinsi, belum lagi per hari ini Kamis (19 Maret 2020), nilai tukar US Dollar sudah menembus level angka psikologis, Rp. 16.000.

Diskursus publik, yang termonitor dalam sejumlah ruang-ruang dialog WA grup, mengindikasikan, publik kian cemas, khawatir, dan panik. Tidak sedikit anggota WA grup mulai mempertanyakan keterbukaan dan kejujuran data, serta informasi penanganan Covid-19, yang sudah dalam kendali pemerintah pusat melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, yang dikomandoi Kepala BNPB, eks Danjen Kopassus, Letjen TNI Doni Monardo.

Diskursus publik dalam ranah WA grup, semakin memanas saat beredar himbauan dari pimpinan lembaga keumatan, perihal peniadaan/pengalihan kegiatan peribadahan, semula diadakan dirumah-rumah ibadah, kini dihimbau, sebagai tindak lanjut himbauan pemerintah, agar peribadahan dilakukan secara live streaming, broadcast rekaman khotbah (audio, video), ibadah online via situs, dan berbagai moda aplikasi online lainnya.

Pandemi Covid-19 di Indonesia, kini telah mendorong munculnya alternatif pelaksanaan ibadah/kebaktian, yakni dengan berbasis digital, online, media sosial, ataupun saluran teknòlogi informasi lainnya.

Pantauan Gerejani Dot Com, Sinode GPIB, Sinode Wilayah Jabar GKI, HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Raya, dan Sinode GBI, masing-masing pimpinan sinode sudah mengeluarkan himbauan tentang antisipasi terhadap penyebaran Covid-19.

Himbauan Sinode GPIB :
* Seluruh kegiatan di jemaat masing-masing (Ibadah Hari Minggu, Ibadah Keluarga, Ibadah Pelkat-pelkat, rapat, latihan PS/VG dll) dihimbau dihentikan untuk sementara waktu paling tidak sampai awal bulan April 2020. Kebijakan “social distancing” ini sejalan dengan seruan Pemerintah dan MPH PGI yang dimaksudkan untuk mempersempit penyebaran virus covid-19.
* Khusus untuk IHM (Ibadah Hari Minggu) pertimbangan meniadakan atau tetap menyelenggarakannya diambil oleh Majelis Jemaat setempat dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi setempat (misalnya, Jemaat yang berada di daerah zona merah). - selengkapnya klik https://gpib.or.id/surat-gembala-majelis-sinode-gpib-menyikapi-wabah-cov...

Himbauan dari Sinode Wilayah Jabar GKI (termasuk DKI Jakarta):
* Secara prinsip Kebaktian Minggu sampai dengan 29 Maret 2020 ditiadakan. Namun mempertimbangkan tingkat kedaruratan penyebaran Covid-19 ini tidak sama, maka kami menyerahkan pengaturan Kebaktian Minggu kepada BPMSW-BPMSW. Kita akan melakukan evaluasi periodik terhadap kebijakan tersebut, berdasarkan informasi resmi pemerintah pusat dan daerah. - selengkapnya klik https://sinodegki.org/pesan-pastoral-bpms-gki-berkaitan-dengan-pandemi-c...

Sedangkan pimpinan HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, himbauan penggembalaan berdasar kiriman WA :
* lbadah Minggu tanggal, 22 Maret dan 29 Maret 2020 tetap berjalan seperti biasa menunggu perkembangan selanjutnya.
* Kebaktian lingkungan, sermon kategorial, latihan koor dan lbadah Sekolah Minggu dihentikan sementara waktu.

Sementara Sinode GBI, menyampaikan himbauan untuk gereja-gereja anggotanya, diantaranya :
* Untuk tempat-tempat ibadah di gereja-gereja lokal harap meningkatkan protokol kesehatansecara maksimal, seperti pembersihan dengan disinfektan, pengukuran suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer, masker jika diperlukan, pembersihan ruangan dan peralatan gereja dan hal-hal tehnis lainnya sebagaimana surat arahan yang sudah dikeluarkan sebelum ini.
* Untuk gereja-gereja lokal yang daerahnya sudah terindikasi/terpapar disarankan untuk tidak melakukan pertemuan dalam jumlah banyak selama 14 hari (masa inkubasi Covid-19) dan mengganti dengan ibadah pribadi di rumah masing-masing. - selengkapnya klik http://www.beritabethel.com/artikel/detail/2588

Selain sinode-sinode tersebut, beberapa gereja sudah menerapkan ibadah gereja berbasis online, memanfaatkan media sosial, dan teknologi informasi lainnya, seperti Jakarta Praise Community Church (JPCC), dan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir. (DPT)

Advertorial

Advertisement