Skip to content Skip to navigation

MENTERI PERHUBUNGAN BUDI KARYA SUMADI BERI KULIAH UMUM KEPEMIMPINAN DI STT RAHMAT EMMANUEL (STT REM) JAKARTA

Persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri, dengan dinamika arus mudik dan arus balik yang berdinamika tinggi, membuat aktivitas Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi kian padat, realitas kesibukan yang sedemikian padat, membuat kehadirannya sebagai pembicara Kuliah Umum Kepemimpinan di Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel (STT REM), siang tadi (Kamis, 9 Mei 2019), tertunda sekitar 1 jam.

Namun karena komitmen mendukung pendidikan bagi mahasiswa STT REM, yang berlokasi di Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No 4 G-K, Kelapa Gading Jakarta Utara, sekalipun sekarang sudah Bulan Puasa, Budi tetap hadir menyampaikan kuliah umum bertajuk "Transportasi Menyatukan Indonesia".

Kuliah umum kepemimpinan yang rutin diadakan STT REM, bekerjasama dengan Conrad Supit Center, dimaksudkan memberikan mahasiswa STT REM, informasi dan pengetahuan tentang kepemimpinam para tokoh diinstansi yang dipimpinnya. Kuliah umum dipandu oleh Direktur Eksekutif Conrad Supit Center Johan Tumanduk.

Dihadiri oleh sekitar 100 orang, selain mahasiswa STT REM, turut hadir Ketua Dewan Pembina Conrad Supit Center Pdt. Dr. Abraham Conrad Supit, Ketua STT REM Dr. Ariassa Supit, pimpinan dan pengajar STT REM, Ketua Umum DPP PERWAMKI Stevano Margianto, dan beberapa pengurus DPP PERWAMKI, juga tamu undangan lainnya.

Budi Karya Sumadi (65), lahir di Palembang 18 Desember 1956, sebelum menjadi Menteri Perhubungan, pernah memimpin dua BUMD DKI Jakarta, yakni PT. Pembangunan Jaya, Tbk, dan Direktur Utama PT. Jakarta Propertindo (Jakpro) pada masa Gubernur DKI Joko Widodo. Lalu, pada masa Presiden Joko Widodo, Budi yang juga satu almamater dengan Joko Widodo, yakni alumni Universitas Gajah Mada, sebelum dipercaya menjadi Menteri Perhubungan menggantikan Ignatius Jonan, Budi merupakan Direktur Utama PT. Angkasa Pura II.

Saat memulai paparannya, Budi menceritakan bahwa dirinya sudah mengenal lama Pdt. Abraham Conrad Supit, pernah tinggal satu lingkungan dengan Pdt Conrad di Ancol.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, bahwa transportasi merupakan bagian dari Visi-Misi kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, yakni bagian dari Nawacita.

"Dulu founding fathers kita, menyatukan kita secara konseptual, tetapi kita kini, menyatukan secara jarak dan fisik, melalui konektivitas" ujar Budi. Selanjutnya Budi mengemukakan bahwa, infrastruktur adalah landasan bagi suatu negara untuk maju. "Kita bangun bandara, jalan-jalan kereta api, jalan-jalan tol, kita bangun agar terjadi konektivitas yang deliver".

Budi mengemukakan keprihatinannya terhadap jalur transportasi terkait logistik, selama ini jalur logistik kita harus singgah ke Singapura, karena Singapura merupakan jalur "hub", tetapi kini kementerian perhubungan, mempunyai target menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai jalur "hub", agar distribusi logistik tidak lagi berbiaya mahal karena harus ke Singapura, sehingga harga-harga komoditas khususnya, dapat lebih terjangkau, dan merata sama diseluruh wilayah.

Selain komitmen menyatukan Indonesia, melalui berbagai proyek infrastruktur sebagai jalur konektivitas nasional, Budi juga mengemukakan bahwa dirinyapun berkomitmen melakukan perubahan mental karakter aparat, memberantas pungutan liar, maupun praktek-praktek ilegal lainnya.

Budi sebelum mengakhiri paparannya, menghimbau, agar mahasiswa STT REM sebagai generasi milenial, dapat turut mengalami berbagai kemajuan infrastruktur dan moda transportasi yang ada, seperti akses jalan tol lintas Jawa, MRT, LRT, dan lainnya, untuk itu Budi bersedia memfasilitasi mahasiswa STT REM bila menghendakinya, diharapkan nantinya, mahasiswa tersebut dapat memviralkan pengalamannya melalui jejaring media sosial.

Setelah kuliah umum, DPP PERWAMKI berkesempatan berdialog dg Ketua STT REM Dr. Ariassa Supit diruangan rapat STT REM.

Ketua Umum DPP PERWAMKI Stevano Margianto, beserta Sekretaris Umum Agus R. Panjaitan, Robby Go, Deddy P. Tambunan, dan David Pasaribu, berdialog dengan Dr. Ariassa Supit tentang hasil Munas PERWAMKI, dan dalam kesempatan pertemuan tersebut, Sekretaria Umum DPP PERWAMKI Agus R. Panjaitan, menyampaikan surat keputusan DPP PERWAMKI kepada Dr. Ariassa Supit sebagai Penasehat DPP PERWAMKI. (DPT)

Advertisement