Skip to content Skip to navigation

MENSOS JULIARI BATUBARA AJAK PIKI KERJASAMA MENDUKUNG PROGRAM PEMERINTAH

DPP Persatuan Inteligensia Indonesia (PIKI), mengadakan Refleksi Awal Tahun 2020, pada Jumat, 31 Januari 2020, bertempat di Hotel Gren Melia Jakarta. Refleksi awal tahun bertajuk "Indonesia, Quo Vadis?", diisi oleh paparan pembicara utama Menteri Sosial RI Juliari Batubara, dan para narasumber Prof. Dr (HC). Willy Toisuta, Ph.D, Dr. Daniel Yusmik Pancastaki FoEkh, SH, M.Hum, Dr. Ir. Pos Hutabarat, Dr. Bernad Nainggolan, SH, Dr. Badikenita Putri Sitepu, SE, Aldentua Siringo-ringo, SH, MH, dan Dr. Theofransus Litaay, SH. 

Ketua Umum DPP PIKI, Baktinendra Prawiro, M.Sc.,MH, dalam pidatonya menyampaikan tinjauan berbagai refleksi yang telah dilakukan PIKI, secara garis besar catatan-catatan reflektif tersebut, refleksi fokus kepada 3 kajian besar, yakni :

  • Pancasila sebagai dasar kebijakan ekonomi
  • Pancasila sebagai dasar kebijakan politik dalam dan luarnegeri
  • Pancasila sebagai panduan etika kehidupan berbangsa, bernegara, bermasyarakat

Kemudian bahasan Pancasila, dilanjutkan dengan bahasan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum. Perlu ada penataan ulang terhadap hierarki perundang-undangan di Indonesia, agar mengalir dari Pancasila dan UUD 1945, dan tidak tumpang tindih seperti selama ini terjadi, ditambah lagi berbagai perda yang bertentangan dengan spirit Pancasila.

Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, mengajak PIKI untuk berperan lebih strategis, dan mengajak kerjasama dengan kementerian sosial.

"Saya yakin PIKI berisikan orang-orang berpengaruh, tidak hanya pengalaman berorganisasi, tetapi juga kecerdasan intelektual. Sebab itu, kehadiran PIKI harus diteruskan, dan mewarnai" ujar Juliari.

Walau dari segi jumlah, kristen lebih sedikit, tapi PIKI dapat berperan lebih memberi pengaruh (secara kualitas), agar kiprah PIKI diperhitungkan, ujar Juliari.

Juliari mengajak PIKI bersinergi dengan kementerian sosial, mendukung program-program pemerintah, untuk dapat meningkatkan posisi tawar PIKI ditengah-tengah masyarakat. “Kami siap membuka diri untuk bergandengan tangan dengan siapa saja, temasuk dengan PIKI” ajak Juliari.

Tema “Indonesia, Quo Vadis?” tidak bermaksud menggambarkan kekhawatiran, karena kita pasti pada suatu titik, akan menjumpai suatu persimpangan jalan, dan kita harus memilih jalan mana, ujar Ketum PIKI Baktinendra Prawiro, putra mantan begawan ekonom Indonesia Radius Prawiro.

Dalam acara yang mengusung tema “Indonesia, Quo Vadis?”, juga dilakukan pembahasan mengenai Omnibus law, seperti diantarnya hal kemudahan perijinan investasi, dan penciptaan lapangan kerja.

“Tahun 2020 adalah tahun yang berat, dilihat dari sudut ekonomi dunia. Pada 1998, krisis moneter terasa di Jawa, tetapi di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, ekspor meningkat karena ekonomi luarnegeri sedang boom (meningkat)” terang Baktinendra yang juga seorang pengusaha.

Lebih lanjut Baktinendra mengungkapkan pandangannya, “Tapi sekarang kebalikannya, ekonomi luarnegeri lesu, berarti impor kita berkurang. Karena itu, berkali-kali kita dengar para ekonom mengatakan, Indonesia harus mengandalkan dirinya pada investasi dan konsumsi” ujar Baktinendra.

Baktinendra sepakat, untuk meningkatkan investasi, maka investor harus dipermudah, jangan dipersulit dengan rezim perijinan yang rumit, juga respon pasar pekerja harus cukup elastis menyesuaikan dengan perkembangan, juga pajak disimplifikasikan.

“Tujuannya ada dua, agar investasi dalam negeri meningkat, baik oleh investor dalam negeri, maupun luar negeri, dan terciptalah lapangan kerja” tambah Baktinendra.

Refleksi awal tahun DPP PIKI, dengan bahasan sesi 1 mengenai Sumber Daya Manusia, dengan narasumber Prof. Dr (HC) Willy Toisutta, Ph.D, para penanggap : Dr. Pos M. Hutabarat, Dr. Badikenita Putri Sitepu, dengan moderator Angel Damayanti, Ph.D, dengan sesi 2 Modal Sosial Indonesia, narasumber Dr. Daniel Yusmik P. FoEkh, dan Aldentua Siringo-ringo, SH.,MH, para penanggap Dr. Bernad Nainggolan, Dr. Theofransus Litaay, dan moderator Woro Wahyuningtyas. Hadir dalam acara refleksi awal tahun PIKI, sejumlah tokoh diantaranya Prof. Dr. John Pieris, Dr. Michael Wattimena, Pdt. Saut Sirait, Dr. Pasti Tampubolon, Robert Sitorus, dan Dating Palembangan, (BOB/DPT)

Advertorial

Advertisement