Skip to content Skip to navigation

MAKNA NATAL MASA PANDEMI COVID-19, RIZMA SIMBOLON : NATAL MENJADI TURNING POINT, MOMENTUM HIDUP BERUBAH KE ARAH LEBIH BAIK, HIDUP SEHAT TANPA NARKOBA

Gerejani Dot Com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pandemi Covid-19, telah diberlakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, untuk pertama kali diberlakukan pada April 2020, satu bulan sejak diketahui pertama kali kasus Covid-19 di Jakarta pada Maret 2020, PSBB telah membuat banyak perubahan tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Berdasar informasi dari laman covid19.go.id hari ini, Jumat (11 Desember 2020) pukul 12.05 wib, diketahui 598.933 orang terkonfirmasi virus Covid-19, dengan penambahan kasus sebanyak 6.033 Kasus, dengan 82,1% diantaranya terkonfirmasi sembuh, yakni sejumlah 491.975 orang, sementara angka kematian akibat Covid-19, terkonfirmasi sebanyak 18.336 orang meninggal.

Rizma Simbolon seorang artis multitalenta, yang juga penggiat aktivitas kerohanian kristen, menjelang Hari Natal 25 Desember 2020, hari ini Jumat (11 Desember 2020) menyampaikan kepada Gerejani Dot Com, pandangannya memaknai Perayaan Natal tahun 2020 yang masih dalam masa pandemi Covid-19, dan pendapatnya tentang hidup sehat tanpa narkoba.

 

“Bagiku Natal itu seperti, Natal kan dipenghujung tahun, aku lebih banyak bersyukur satu tahun ini apa berkat Tuhan yang sudah kita dapat. Mungkin tahun ini banyak tantangan untuk kita semua kan? Aku sebagai musisi banyak banget tantangan, terutama income kita, juga ga bisa berkarya seperti dulu. Jadi di Natal ini, aku memberi pandangan kita banyak merenung dan tetap mengucap syukur ditahun ini, apapun yang Tuhan boleh lakukan bagi hidup kita, Tuhan berkenan kita masih ada seperti saat ini dengan kondisi sehat, sementara diluar sana banyak yang kena Covid, dirumah sakit banyak yang dirawat Covid, kita mesti bersyukur” ungkap Rizma, pemeran Nauli dalam film Horas Amang – Tiga Bulan Untuk Selamanya.

Bagi seorang Rizma, Natal tahun ini yang masih dalam masa pandemi, dapat menjadi suatu turning point.

“Natal ini suatu turning point juga, karena dipenghujung tahun itu, kan Natal dan Tahun Baru itu penghujung tahun, kita berefleksilah dari hidup kita ditahun 2020, yang tidak baik kita mesti ubah ke hidup yang lebih baik” ujar Rizma.

Lebih lanjut Rizma mengemukakan pandangannya yang mensyukuri apa yang dialaminya pada tahun 2020.

“Jadi aku selalu mencari hal-hal yang bisa aku syukuri, walaupun tantangan, hambatan, dan rintangan, ujian juga banyak tahun ini, karena kita punya harapan ditahun yang depan, dipenghujung tahun, nanti tahun 2021 kita berharap juga harapan-harapan yang baru, harapan-harapan yang baik, kita bisa dapat di tahun 2021” jelas Rizma yang pada 12 Februari 2020, resmi menyandang gelar akademik Doktor bidang Konseling, lulusan dari STT (Sekolah Tinggi Theolog) IKAT.

Hidup sehat tanpa narkoba pada masa pandemi Covid-19, menurut Rizma yang adalah Duta Anti Narkoba dari lembaga GANNAS (Gerakan Anti Narkoba Nasional), dan belum lama ini turut menyaksikan pemusnahan barang bukti narkota di BNN, bersama Deputi Pemberantasan BNN RI Arman Depari, masa pandemi adalah momentum untuk lebih aware terhadap kesehatan.

 

“Aku mungkin inilah Tuhan kasih ditahun ini, yang tadinya kita kurang aware sama kesehatan, ternyata dengan pandemi ini kita mempunyai momen, momentum kita untuk lebih aware terhadap kesehatan. Kebiasaan-kebiasaan lama, misalnya dulu sering dugem dengan pakai narkoba, ya dengan ditutupnya semua tempat hiburan, ga bisa dugem-dugem lagi, kita harus melihat ini sebagai kesempatan kita untuk memulai hidup baru, kebiasaan-kebiasaan baru yang lebih sehat, banyak olahraga” ujar Rizma, penyanyi yang pada 2018 pernah diundang masyarakat Indonesia di Amerika Serikat, untuk konser di California Amerika Serikat.

“Masih maraknya kasus-kasus narkoba, ya gimana ya, kalau pemakai itu sudah addicted, sudah seperti kebutuhan, seperti kita yang kalau ga makan nasi, yah belum berasa makan, nah bagi mereka narkoba itu sudah kebutuhannya, jadi bukan karena pandemi, ya karena kebutuhan, kalau mereka ga konsumsi ya mereka merasa kurang, atau belum hidup, jadi terbalik sama kita yang tidak pakai” terang Rizma.

Rizma berharap masa pandemi ini membawa kita ke arah yang lebih baik, para pemakai narkoba semoga mempunyai komitmen resolusi tahun 2021, untuk tidak memakai narkoba lagi, dan hidup sehat.

“Miris juga dengan kasus-kasus narkoba yang masih terjadi, aku menyarankan atau mengimbau, yang belum pernah pakai narkoba, ya jangan dicoba, sebaiknya ga perlu dicoba, yang pernah pakai, jadikan itu masa lalu, dan merubah kebiasaan lama menjadi yang baik, hidup sehat yang baik lah gitu” imbau Rizma.

“Bagi yang masih pakai, mungkin inilah momentumnya untuk punya resolusi tidak pakai lagi tahun 2021, hidup sehat tanpa narkoba” pungkas Rizma. (DPT)

Advertorial

Advertisement