Skip to content Skip to navigation

LUARBIASA 6 PELAJAR ANGGOTA URAL SMAN 28, EKPEDISI KELILINGI WADUK JATILUHUR DENGAN KAYAK

Keberanian dan mentalitas 6 orang pelajar SMAN 28 Pasar Minggu Jakarta Selatan, patut diacungi jempol, layak diapresiasi. Mereka yang tergabung dalam organisasi pecinta alam URaL 28 (Udara, Rimba, Laut, atau Union Rangers and Long-climbers) hari ini memulai langlang buana dalam bentuk Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia (EKPI), ekspedisi yang untuk pertama kali dilakukan oleh pelajar SMA.

Keenam kader URaL 28 yang melakukan ekspedisi adalah : Firyal Mustofa (kepala ekspedisi), Raflyarka Bagastomo, Chrisnawati Enjelina, Ajeng Ghede Riyani, Fadilla Miftahul, dan Ida Maharani Jasmine.

Berdasarkan informasi alumni yang turut mendampingi, Muhammad Saleh dari angkatan Lereng Cikarai, keenam peserta ekspedisi tersebut dibagi menjadi 2 kayak dobel dan 2 kayak single. Mereka didukung oleh Tim support & sekaligus penanggung jawab ekspedisi Elgrytha Victoria (Komandan), dan Kafin Ghiyas(Wakil Komandan), serta Tim KPPF (Kelompok Pelajar Peminat Fotografi) SMAN 28, yakni Fathimah Ath-Tahirah, juga Rahmadiah Hamihani.

Ekspedisi yang dimulai siang tadi (Senin 9 Juli 2018) diatas jam 1, para kayaker (sebutan pendayung kayak) akan mengelilingi kawasan Waduk Jatiluhur yang memiliki luas ±4.500 km², dan keliling ±150 km, dipenuhi dengan panorama alam eksotis yang melingkupi Tebing Parang, Gunung Lembu, dan lain sebagainya.

"Mereka akan rolling, jadi mereka bisa tukeran kayak. Mereka mengelilingi Jatiluhur, jam 5 sore max harus sudah membuat camp di perjalanan. Besok pagi jam 7 mereka lanjut perjalanan sampai dermaga Citerbang. Bermalam di sisi Tebing Parang. Pagi jam 7 lanjut menuju titik finish. Mereka Start dan Finish, di Pelabuhan Biru Waduk Jatiluhur" demikian dijelaskan Saleh tentang teknis perjalanan ekspedisi.

Ditambahkan Saleh, para kayaker juga akan berinteraksi dengan warga maupun nelayan yang mereka jumpai. Mereka juga wajib menjaga kebersihan selama mereka berkemah, mereka harus membawa serta sampah yang mereka buat, termasuk juga sampah lainnya yang ada mereka temui, untuk nantinya mereka buang pada tempat semestinya. (DPT)

Advertisement