Skip to content Skip to navigation

Launching dan Sosialisasi Pos Sahabat Perempuan dan Anak Universitas Kristen Indonesia (POS SAPA UKI)

Gerejani Dot Com - Universitas Kristen Indonesia bekerja sama dengan Dinas PPAPP DKI Jakarta, UPT P2TP2A, Universitas Muhammadiyah Prof Hamka (UHAMKA) dan UNDP, pada hari ini, Rabu, 29 September 2021, melakukan launching dan sosialisasi Pos Sahabat Perempuan dan Anak (POS SAPA) melalui webinar dengan tema: POS SAPA UKI: Perempuan dan Anak Berdaya, Indonesia Tangguh.

POS SAPA adalah wadah layanan informasi dan koordinasi terpadu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang berada dibawah koordinasi Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta dan perpanjangan tangan dari UPT P2TP2A DKI Jakarta di moda transportasi, perguruan tinggi dan ditengah masyarakat.

Kegiatan ini dibuka oleh Ir. Tutty Kusumawati, MM Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta disaksikan oleh Dr. Dhaniswara K. Harjono, SH, MH, MM Rektor Universitas Kristen Indonesia, Saputra Liadi National Project Manager UNDP.

Dalam kata pengantar yang disampaikan Dr. Aartje Tehopeory, SH., MH, mengemukakan bahwa POS SAPA UKI menjadi rujukan awal yang dimanfaatkan oleh mahasiswa, ataupun keluarga dan masyarakat disekitar kampus untuk mendapatkan pelayanan komunikasi, informasi dan juga edukasi, bahkan advokasi terhadap perempuan dan anak.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Prof. Alimatul Qibtyah dari Komnas Perempuan, dan Dr. Audra Jovani Ketua POS SAPA UKI, webinar dimoderatori Helen Diana Vida, S.Sos., M.I.Kom.
Kegiatan ini dihadiri oleh civitas akademika UKI dan kader-kader kelurahan dibawah koordinasi Dinas PPAPP.

Dengan semangat “Perempuan dan Anak Berdaya, Indonesia Tangguh”, POS SAPA UKI siap menerima aduan kasus kekerasan yang dialami oleh perempuan dan anak baik yang terjadi di lingkungan kampus maupun di luar kampus dengan melibatkan psikolog dan advokat.

Untuk mengatasi masalah kekerasan di perguruan tinggi, POS SAPA UKI secara kontinyu akan memberikan informasi, sosialisasi dan penyuluhan mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak serta melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan baik di kampus maupun di luar kampus, demikian keterangan media yang diterima mediatransformasi.com. (DPT)

Advertorial

Advertisement