Skip to content Skip to navigation

KSAU MARSEKAL TNI YUYU SUTISNA MEMBERI KULIAH KEPEMIMPINAN DI STT REM : MAHASISWA HARUS PUNYA WAWASAN DIRGANTARA

Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel (STT REM) Jakarta, siang tadi (Kamis, 10 Januari 2019) mengadakan Kuliah Kepemimpnan dengan tema Memimpin Tentara Langit. Ketua STt REM, Dr. Ariasa Supit, M.Si mengundang hadir narasumber kuliah kepemimpinan, Kepala Staf TNI AU (KASAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE., MM.

Kuliah kepemimpinan yang diadakan di Kampus STT REM Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 4 G-K Kelapa Gading, Jakarta Utara, dimoderatori Direktur Eksekutif Conrad Supit Center, Johan Tumanduk, SH., MM., M.Min, dihadiri sekitar 100 an orang, selain Civitas Akademika STT REM, turut hadir juga Pdt. Prof. Dr. Abraham Conrad Supit (Ketua Yayasan Abraham Conrad Supit, Gembala Senior GBI REM), Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia Pdt. Brigjen TNI (Purn) Drs. Harsanto Adi, M.Th, hadir juga undangan dari berbagai lembaga/organissi, seperti Hikmahbudhi. 

Ariasa Supit selaku Ketua STT REM mengapresiasi kesediaan KSAU hadir memberikan kuliah kepemimpinan di STT REM, diyakini Ariasa Supit kehadiran KSAU akan memberikan wawasan dan perspektif baru bagi civitas akademika STT REM secara khusus. 

KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna yang merupakan rekan seangkatan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, yakni angkatan 86, saat menjadi taruna AKABRI, mengemukakan sejumlah tantangan yang dihadapi Indonesia dalam konteks pertahanan udara, yakni pengelolaan ruang udara, atau yang diistilahkan FIR (Flight Information Region). memperkuat sistem pertahanan udara dengan sistem NCW (Network Centric Warfare, Jaringan Sisem Bertempur), Ketergantungan Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) buatan negara asing, dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Marsekal TNI Yuyu Sutisna lebih lanjut menjelaskan tentang tahapan rencana pengembangan kekuatan TNI AU, yakni terbagi dalam tiga tahap : rencana jangka panjang 20 tahun, rencana jangka menengah 5 tahun, dan rencana jangka pendek 3 tahun. KSAU juga memaparkan bahwa TNI AU akan membenahi sistem radar tanah air, baik itu radar sipil, maupun radar militer. 

KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna menjelaskan juga tentang Karakter Kepemimpinan TNI AU, terdiri atas Jatidiri Prajurit TNI AU, 11 Azas Kepemimpinan, dan Airmanship. Selain itu, diungkapkan juga tentang falsafah kepemimpinan TNI AU dikenal sebagai Trisakti Viratama, yakni : Tanggap, Tanggon, dan Trengginas. Sedangkan karakter prajurit TNI AU meliputi : Knowledge, Skill, dan Attitude. 

Marsekal TNI Yuyu Sutisna diakhir paparan meminta khususnya kepada generasi muda, dalam hal ini Mahasiswa STT REM, agar dapat menambah wawasan kebangsaannya, tidak hanya sekedar wawasan nusantara, tetapi juga wawasan dirgantara, hal ini dikarenakan TNI AU tidak akan mampu secara sendirian menangani urusan pertahanan udara bila tidak didukung segenap rakyat. (DPT)

 

 

 

Advertisement