Skip to content Skip to navigation

KOMUNITAS MILENIAL KRISTEN DAN PIMPINAN GEREJA SE-KOTA BOGOR SIAP MENSUKSESKAN PEMILU 17 APRIL 2019

Hari pemungutan suara Pemilu Serentak 17 April 2019 kian mendekat, tersisa waktu 41 hari, gempita berbagai kegiatan terkait pelaksanaan pemilu bersejarah, karena ini pemilu kali pertama diadakan serentak antara Pileg (memilih DPR, DPD, DPRD Prov/Kab-Kota), dan Pilpres, tidak hanya lembaga penyelenggara pemilu (KPU, BAWASLU, dan DKPP), Pemerintah, Parlemen, peserta pemilu, pemantau pemilu, tetapi juga berbagai elemen maupun lapisan masyarakat.

Generasi muda kristen di Kota Bogor, sebagai salah satu elemen kemasyarakatan, pun tak luput turut berproses dalam dinamika persiapan pelaksanaan pemilu 2019.

Generasi Muda Kristen Bogor berkomitmen sukseskan Pemilu 2019, melalui acara "Talk Show Kebangsaan", dengan tema "Setangkai Mawar Untuk Bangsa", berbagai eksponen generasi muda kota Bogor, diantaranya GMKI Bogor, berkomitmen turut berpartisipasi mensukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) tanggal 17 April 2019.

Sebanyak 550 orang pemuda gereja dari berbagai denominasi hadir, dalam acara yang di gelar di gedung Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Betlehem, Jl. Suryakencana, Minggu
(02 Maret 2019), turut hadir juga Kapolresta Bogor Kombes Pol Hendri Fiuser, Ketua Bawaslu Kota Yustinus Ellyas Mau, Komisioner KPU Dian Askhabul Yamin, Miss Indonesia 2005 Imelda Fransiska, Perwakilan Keuskupan Bogor Romo Michael Endro, dan para pimpinan gereja yang ada di Bogor.

Dalam sambutannya Kapolresta Bogor,
mengingatkan tentang perlunya merawat kemajemukan Bangsa Indonesia, terlebih lagi menjelang pemilu 17 April 2019.

“Layaknya sebuah rumah, bangsa kita dibangun diatas 4 pilar berbangsa dan bernegara: Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Empat pilar itu adalah konsesus bersama para pendiri bangsa dengan semangat kebersamaan dan kesetaraan, hal itu yang harus dijaga dan dipelihara generasi muda saat ini” ujar Hendri.

Sementara itu Yustinus mengingatkan para peserta agar datang ke TPS pada 17 April 2019 mendatang, dan menggunakan hak pilihnya dengan baik. “Undang – undang sudah menjamin hak saudara/i sekalian untuk memilih dengan keadaan nyaman dan aman, maka ketika saudara/i tidak menggunakan hak pilih tersebut, maka sama saja anda tidak menghormati undang – undang tersebut” jelas Yustinus.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Bung Timor ini menegaskan bahwa, Bawaslu bertanggungjawab penuh untuk memastikan proses pemilu berjalan sesuai koridor dan tidak melenceng dari ideologi bangsa. “Jika dalam memberikan hak suara anda mendapatkan intimidasi atau hal lain yang mengganggu kenyamanan anda, maka segera lapor ke Bawaslu” tegas Bung Timor.

Juandi Gultom, selaku Humas panitia mengatakan, kegiatan talk show kebangsaan ini diinisiasi oleh para pimpinan gereja (pendeta dan romo) yang merasa perlu mendorong kaum millenial, untuk berpartisipasi aktif dalam mensukseskan pemilu sebagai wujud rasa tanggungjawab terhadap bangsa dan negara, karena suara kaum milenial cukup besar jumlahnya dalam pemilu kali ini.

“Melalui kegiatan ini kami mengajak segenap pemuda gereja di Bogor untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 17 April mendatang. Sebagai orang Kristiani kita harus meyakini bahwa menggunakan hak pilih bukan hanya upaya untuk melaksanakan hak konstitusional sebagai warga negara, tapi lebih dari pada itu merupakan tanggungjawab iman sebagai warga gereja yang Tuhan tempatkan di tengah – tengah bangsa ini,” pungkas Juandi. (DPT)

Advertisement