Skip to content Skip to navigation

KOMISI IV DPR RI TANAM CENGKIH-PALA DAN TABUR IKAN

 

Tim Komisi IV DPR RI, Senin kemarin, mengunjungi Dusun Bandair, Desa Taeno dan Sekolah Usaha Menengah Perikanan (SUPM) Waiheru Ambon. Di Bandair tim komisi melakukan penanaman Cengkeh dan Pala, sementara di SUPM, tim komisi menabur tabur ribuan benih ikan.

Tim dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Michael Wattimena didampingi Dirjen Perkebunan Kementrian Pertanian, Bambang di Dusun Bandair. Sementara di SUPM Ambon, diterima Kepala SUPM Waiheru Ambon, Achmad Jais Ely didampingi Kepala Badan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kelautan dan Perikanan KKP, Zulficat Mochtar.

Wakil Ketua Komisi IV DPR - RI, Michael Wattimena mengatakan, bersama mitra kerja komisi, yakni kementrian keluatan dan perikanan, kementrian lingkungan hidup dan kehutanan, Bulog dan mitra lainya  melakukan kunjungan kerja di Maluku.

’’Ada beberapa objek yang kami kunjungi antara lain di Dusun Bandair. Disana kita melakukan penanaman simbolis terhadap anakan Cengkih dan Pala,’’kata Wattimena kepada sejumlah wartawan, kemarin.

Setelah di dusun Bandair, rombongan komisi IV menuju SUPM Ambon. Disana tim Komisi IV DPR RI meninjau ruangan simulator navigasi dan ruangan Basic Craficing Tranning (BCT) sambil mendapatkan penjelasan dari Kepala SUPM Waiheru Ambon, Achmad. 

Wattimena mengapresiasi program dan kinerja dari SUPM Waiheru Ambon. Kata dia, selama ini siswa SUPM 70 persen praktek di lapangan dan 30 persen ada di ruang kelas. “Ini sangat membantu sekali setelah mendengar progres dari pada pimpinan SUPM. Dimana banyak sekali lulusan bukan saja kerja didalam negeri,tapi banyak juga kerja di luar negeri,’’terangnya.

Wattimena yang biasa disapa  BMW (Bung Michael Wattimena) mendukung pengusulan anggaran dengan KKP. ‘’Kami akan suport Kementrian terkait anggaran. Apalagi, Maluku dengan potensi lestari perikanan memberikan konstribusi lebih dari 30 persen untuk nasional,’’jelasnya.

Untuk itu, sebut dia, mesti diperjuangkan berbagai program untuk mensejahterakan masyarakat pesisir, termasuk fasilitas maupun anggaran SUPM Waiheru Ambon karena menghasilkan tenaga kelautan handal telah diakui dunia internasional.”Rasanya kita telah menyaksikan program dan realisasinya di SUPM Waiheru Ambon sehingga menjadi tanggung jawab untuk mendukung pengembangan melalui anggaran di tahun - tahun mendatang,” tandas Michael.

Achmad menjelaskan, SUPM Waiheru yang dioperasikan sejak tahun ajaran 1986 saat ini memiliki 539 siswa dari empat jurusan dengan kendala keterbatasan kapasitas asrama dan ruangan BCT.

Padahal, SUPM sejak 2014 telah menerima magang dari 37 SMK se- Maluku dan Maluku Utara sehingga satu kamar harus ditempati bervariasi tujuh - 12 siswa selama 30 hari.

Sedangkan, ruangan BCT perlu ditambah karena sertifikasinya diakui internasional.”Kami telah melaporkannya Kepala Badan dan SDM Kelautan dan Perikanan KKP, Zulficat Mochtar dan saat ini melalui kehadiran pimpinan Komisi IV DPR - RI hendaknya kendala ini turut diperjuangkan,” ujar Achmad.

Dia mengemukakan, SUPM Waiheru Ambon telah meluluskan 2.497 siswa yang saat ini tersebar di seluruh daerah di Indonesia dalam berbagai kapasitas serta sejumlah lainnya bekerja di luar negeri dengan pendapatan tinggi.

Para lulusan SUPM Waiheru Ambon mendapatkan layanan pendidikan boarding school menengah kejuruan di bidang perikanan, sertifikat keahlian ANKAPIN/ATKAPIN II, keahlian HACCP, keahlian CBIB, kompetensi serta prakterk kerja industri.

“Jadi dengan jurusan Nautika Perikanan Laut, Teknik Perikanan Laut, Teknologi Pengolahan Hasil Laut dan Teknologi Budidaya Perikanan dengan akreditasi A, mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta penghargaan dari berbagai lembaga berkompoten lain bertekad meluluskan siswa terbaik yang mampu bekerja karena praktek lapangan 70 persen dan 30 persen lainnya di ruangan,” kata Achmad.

Tim Komisi IV DPR - RI seusai peninjauan didampingi Kepala Badan dan SDM Kelautan dan Perikanan KKP, Zulficat Mochtar menebarkan 10.000 benih ikan konsumsi maupun hias di keramba SUPM Waiheru Ambon. (KTM)

Image: 

Advertisement