Skip to content Skip to navigation

KETAHANAN KELUARGA KRISTEN DI ERA PANDEMI COVID-19 SEBAGAI IMPLEMENTASI PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA

Gerejani Dot Com - Program Studi Magister Pendidikan Agama Kristen Universitas Kristen Indonesia bekerjasama dengan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Antiokhia Cibubur, Depok dan sekitarnya menggelar program penyadartahuan masyarakat melalui kegiatan webinar dengan topik “Ketahanan Keluarga Kristen di Era Pandemi COVID-19 Sebagai Implementasi Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga”, pada hari Sabtu, 13 Maret 2021 dan menghadirkan beberapa pembicara. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu menguatkan wawasan dan upaya masyarakat untuk mendukung ketahanan keluarga, khususnya keluarga-keluarga Kristen dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa pandemi COVID-19 sebagai pengejewantahan dari  pendidikan agama Kristen dalam keluarga.

“Sejak tahun 2020 hingga 2021, masyarakat global sedang mengalami pandemi virus Covid 19 yang penyebarannya dimulai dari kota Wuhan, sebuah kota di China dan kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia serta berdampak pada banyak aspek, baik itu sosial, ekonomi, politik dan sebagainya, sehingga pemerintah berupaya dan menyerukan kepada semua pihak, baik itu pemangku kepentingan maupun masyarakat secara umum, memiliki tanggung jawab untuk mencegah penyebaran virus serta membantu upaya pemulihan ekonomi bersama pemerintah. Keluarga sebagai unit terkecil masyarakat sangat terdampak dari kondisi akibat pandemi COVID-19 ini, dan ini sangat terkait dengan apa yang disebut ketahanan keluarga,” jelas Ketua Prodi Magister Pendidikan Agama Kristen, Universitas Kristen Indonesia, DR. Djoys Anneke Rantung, M.Th, melalui siaran pers yang diterima redaksi.

Dalam situasi pandemi dan kondisi serba tidak menentu seperti saat ini, ketahanan keluarga harus ditingkatkan. “Ketahanan keluarga memiliki berbagai arti menurut para ahli, namun ketahanan keluarga pada umumnya sangat terkait dengan kondisi kecukupan dan kesinambungan akses terhadap pendapatan dan sumber daya untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar. Dari sudut pandang yang lain, ketahanan keluarga didefinisikan sebagai kemampuan keluarga untuk menangkal atau melindungi diri dari berbagai permasalahan atau ancaman kehidupan baik yang datang dari dalam keluarga itu sendiri maupun dari luar keluarga,” terang Vivilia V.V.Macarau, SE.

Orang tua sebagai sosok sentral dalam keluarga berperan penting dalam membentuk ketahanan keluarga. Hal ini disampaikan oleh pembicara Juan Agung Nalle, S.Th. “Saat ini keluarga-keluarga Kristen sedang menghadapi banyak tantangan dan ancaman yang nyata dan sangat serius,  ditambah lagi dengan kondisi saat ini yang sedang mengalami pandemi virus COVID-19, maka beban yang menghantam ketahanan keluarga semakin berat. Pendidikan agama dalam keluarga Kristen sangat dibutuhkan untuk mengupayakan kerjasama orang tua, antara ayah dan ibu dalam mendidik anak serta menciptakan keharmonisan dalam keluarga, khususnya secara bersama dan solid dalam menghadapi tantangan dampak pandemi. Keluarga yang bersatu dan kuat secara iman serta selalu bersandar kepada Tuhan niscaya akan memiliki motivasi yang kuat untuk bertahan dan saling mendukung satu dengan lainnya,” paparnya.

Beberapa model pengajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam keluarga, dianggap efektif untuk memberikan pengajaran dari orangtua bagi anak-anak tentang penjagaan dan perlindungan Tuhan serta menggunakan model-model tersebut sebagai wadah berbagi informasi terkait kondisi dan situasi pandemi serta solusi-solusi yang perlu dilakukan keluarga Kristen dengan tetap bersandar kepada Tuhan.   DR. Djoys Anneke Rantung, M.Th  dalam kesempatan tersebut menjelaskan beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk membangun komunikasi yang lebih efektif kepada anak-anak, yaitu orang tua mendengarkan dan memperhatikan anak-anak, orangtua memberi waktu luang kepada anak-anak, orangtua menjadi teman dan orangtua menjadi guru bagi anak-anak. Pemanfaatan model PAK keluarga ini membantu anggota keluarga untuk semakin dekat satu dengan lainnya dan sekaligus meningkatkan keimanannya. Selain itu, melalui PAK,  komunikasi dalam keluarga dapat dijalankan dengan baik sehingga berbagai persoalan dan permasalahan dapat segera diatasi, termasuk permasalahan terkait sosial ekonomi, pendidikan dan kesehatan selama masa pandemi ini.

“Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Kristen dalam setiap keluarga Kristen merupakan suatu kebutuhan dasar secara spiritual yang mesti tetap dihidupkan khususnya dalam masa yang penuh tantangan seperti pada masa pandemi ini. Banyak pengalaman keluarga Kristen yang menerapkan pendidikan agama dan dialog secara intensif dalam keluarga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental dan jiwa anggota keluarga serta berdampak positif bagi kesehatan tubuh di masa pandemi COVID-19,” pungkas Sally I Kailola, S.Hut, selaku moderator dalam webinar ini. (DPT)

Advertorial

Advertisement