Skip to content Skip to navigation

KENAL-PAMIT DAN SERTIJAB KEPALA BNN

Pada 8 September 2015 dua setengah tahun yang lalu, BNN RI resmi dipimpin oleh seorang Perwira Tinggi Polri Bintang Tiga, pria yang sebelumnya dikenal tangguh sebagai Kabareskrim, menjadi pemimpin institusi leading sector Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Komjen Pol. Drs. Budi Waseso kini pada 1 Maret 2018 telah memasuki usia pensiun, dan untuk itu Presiden RI Joko Widodo telah menetapkan dan melantik Irjen Pol. Drs. Heru Winarko, SH sebagai Kepala BNN yang baru menggantikan Budi Waseso yang akrab disapa Buwas. 

Irjen Pol. Drs. Heru Winarko, SH sebelum menjabat Kepala BNN, dia merupakan pejabat di KPK, yakni Deputi Penindakan Jabatan tersebut digantikan oleh Irjen Pol. Drs. Heru Winarko, S.H. yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK. Berdasarkan penelusuran Gerejani Dot Com, dan informasi dari Humas BNN RI, Heru Winarko sejak lulus dari AKABRI pada 1985, sekalipun minim dalam bidang penanganan narkoba, tetapi banyak pengalaman kedinasannya dibidang penanganan tindak pidana korupsi, namun kini Heru menjadi orang nomer satu di BNN. Harapan Presiden RI Joko Widodo saat melantik Heru menjadi Kepala BNN beberapa hari lalu di Istana Presiden, menyatakan "Kita ingin BNN memiliki standard-standard yang baik seperti yang Pak Heru sudah terapkan di KPK. Ada standard-standard yang dibawa dari KPK ke BNN".

Hari ini Senin 6 Maret 2018 sekitar jam 10.30 pagi tadi, bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 7 Gedung Kantor BNN Jl. MT. Haryono No 11 Cawang Jakarta Timur,  Kepala BNN (lama) Budi Waseso dan Kepala BNN (baru) melakukan pertemuan Kenal-Pamit dengan jajaran media. Setelah pertemuan Kenal-Pamit tersebut, keduanya bergerak menuju Graha Dirgantara dikawasan Halim Jakarta Timur, untuk melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab). Sertijab banyak dihadiri oleh jajaran pegawai dan pimpinan dalam kantor BNN RI.

Kepala Humas BNN Kombes Pol. Sulistiandriatmoko dalam keterangan persnya terkait Sertijab Kepala BNN dari Budi Waseso kepada Heru Winarko, menjelaskan bahwa perjalanan karir dan penugasan pak Buwas bak matahari, terbit dari timur dan terbenam di barat. Buwas mengawali karirnya bertugas di Papua kemudian bergerak ke tengah dan telah mengakhiri masa tugasnya di barat yaitu di Aceh. Tepat tanggal 28 Februari 2018 sebagai hari terakhir pengabdiannya di BNN dan juga di Polri, Budi Waseso melaksanakan kegiatan penanaman perdana tanaman jagung dan kedelai di Bireuen dalam rangka pelaksanaan program  alternative development di Aceh. Program tersebut digagas oleh Buwas guna merubah pola hidup petani ganja menjadi petani tanaman produktif, ladang ganja yang masih ada harus berubah menjadi agrowisata.

Lebih lanjut Sulis mengemukakan selama memimpin BNN, Buwas dikenal oleh anak buah sebagai sosok pemimpin yang sangat memegang teguh prinsip 3 K yaitu Komitmen, Konsisten dan Konsekwen. Komitmen terhadap sumpah dan janjinya, tetap konsisten dengan prinsip-prinsip yang diyakininya benar, dan konsekwen terhadap segala apa yang telah diputuskannya walaupun resikonya sangat besar.

Sulis juga menyatakan bahwa Buwas tak hanya tegas dan keras dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, tetapi juga dapat bersahabat dengan anak-anak juga pandai merangkul generasi muda, terutama dalam hal memberikan pemahaman agar anak-anak dan generasi muda  terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Prestasi Buwas nyata dan telah dirasakan oleh anak buah maupun masyarakat luas, tidak hanya dibidang pemberantasan tetapi juga dibidang pencegahan, bahkan bidang rehabilitasi juga tidak luput dari terobosannya, juga dibidang pemberdayaan masyarakat dan kerjasama. Tata kelola organisasi dan manajemen sumber daya manusia di BNN juga telah dibenahinya.

Keterangan pers Humas BNN juga menguraikan sejumlah capaian kinerja yang telah diwujudkan oleh Budi Waseso, selama kurun waktu dua setengah tahun menjabat:

  1. Kebijakan tegas dan keras (tembak mati) para bandar dan pengedar narkoba;
  2. Membangun fasilitas dan pelatihan anjing pelacak narkotika (K-9) di Lido Bogor;
  3. Mendorong diterapkannya TPPU pada bandar narkoba dalam rangka memiskinkan bandar;
  4. Melengkapi personil BNN  dengan persenjataan yang lebih canggih untuk menghadapi para sindikat narkotika;
  5. Membangun pusat laboratorium narkotika nasional di Lido Bogor;
  6. Mendorong terbitnya regulasi terkait narkotika sintetis jenis baru atau new psychoactive substances (NPS)
  7. Menginisiasi kampanye anti narkoba kepada kalangan anak-anak melalui tayangan film animasi Adit Sopo Jarwo yang ditayangkan stasiun TV swasta nasional;
  8. Mewujudkan pembuatan kurikulum tentang bahaya penyalahgunaan narkoba tingkat TK, SD, SMP, dan SMA yang materinya sudah diserahkan kepada kementerian pendidikan;
  9. Menginisiasi pembuatan buku panduan ceramah keagamaan untuk semua agama yang ada di Indonesia tentang larangan mengkonsumsi narkoba;
  10. Mewujudkan standarisasi penyelenggaraan program rehabilitasi di seluruh Indonesia, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta;
  11. Menginisiasi program alih fungsi lahan ganja melalui grand design alternative development di Aceh;
  12. Mengintensifkan sinergitas dan kerja sama dalam negeri maupun luar negeri dalam rangka P4GN;
  13. Memberi kesempatan personil TNI menduduki jabatan struktural eselon III yaitu sebagai Kepala BNN Kabupaten/Kota;
  14. Merealisasikan semua pejabat Kepala BNN Provinsi dijabat oleh Pati berpangkat Brigadir Jenderal Polisi sesuai eselonnya.

 

Kini komando telah beralih dari Komjen Pol. Drs. Budi Waseso kepada Irjen Pol. Drs. Heru Winarko SH sebagai Kepala BNN RI berdasarkan Keppres RI nomor 14/M Tahun 2018 tanggal 28 Februari 2018, yakni tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Narkotika Nasional.

Berikut riwayat hidup singkat Kepala BNN Irjen Pol. Drs. Heru Winarko, S.H yang disampaikan dalam keterangan pers Humas BNN, sebagai berikut:

Tempat/ Tgl. Lahir             :    Jakarta, 1 Desember 1962

Jabatan saat ini                 :    Kepala BNN RI

Jabatan sebelumnya        :    Deputi Penindakan KPK

Riwayat Pendidikan Polri  :    AKABRI      Tahun 1985

                                          PTIK           Tahun 1994

                                          SESPIM     Tahun 2000

                                          SESPATI    Tahun 2008 

Riwayat karir                     : Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia

                                          Deputi Penindakan KPK

                                          Staf ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Menko Polhukam

                                          Kapolda Lampung

                                          Wadir III/Tipikor Bareskrim Polri

                                          Wadir II/Eksus Bareskrim Polri

                                          Kapolres Jakarta Pusat

                                          Kanit II Dit II/Eksus Bareskrim Polri

                                          Penyidik utama Bareskrim Polri

                                          Sespri Kapolri

                                          Wakapoltabes Barelang Polda Riau

                                          Kapolres Blitar Polwil Kediri Polda Jawa Timur

                                          Kasat Serse Polda Metro Jaya

                                       Kapolsek Tanjungpriok Polres Jakarta Utara Polda Metro Jaya

                                          Wakasat Serse Polres Bandung Polda Jawa Barat

 

Advertisement