Skip to content Skip to navigation

KASUS GAGAL BERANGKAT PESERTA HOLYLAND FEBRUARI 2019, HMT TOUR AND TRAVEL BANTAH LAKUKAN PENIPUAN

Kasus gagal berangkatnya sejumlah rombongan Holyland HMT Tour and Travel, pada Februari 2019, sekalipun sudah ada pernyataan dari Direktur Utama HMT Tour and Travel Ronny Tambayong, bahwa HMT Tour and Travel memberikan opsi akan tetap memberangkatkan pada periode keberangkatan antara Juli - Oktober 2019, atau re-fund, namun demikian ada klien yang melaporkan Ronny ke Polri.

Ronny Tambayong merasa tidak mengerti mengapa dirinya dilaporkan ke polisi, dengan laporan melakukan tindakan penipuan. Ronny membantah isi laporan tersebut, sebagaimana keterangan tertulis yang disampaikan kepada media, diantaranya melalui PERWAMKI (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia) hari ini (Sabtu, 11 Mei 2019).

Ronny menyatakan kegagalan pemberangkatan pada waktu itu, karena ada beberapa kendala teknis yang dihadapi saat itu.

"Ini jauh sekali dari penipuan, tidak. Kita HMT sudah berdiri 10 tahun, pernah mendapatkan penghargaan rekor MURI tahun 2016 lalu dan kita sudah berangkatkan 16 ribu jemaah lebih selama ini tidak pernah bermasalah dan hanya kemarin baru terjadi masalah di bulan Februari itu bersifat masalah teknis," tegas Ronny.

Lebih lanjut Ronny menjelaskan, bahwa pada bulan Februari 2019 itu, ada 25 group peziarah, yakni sekitar 1000 orang lebih yang sudah diberangkatkan oleh HMT ke Holyland. Namun pada tanggal 22 Febuari, dikarenakan ada kendala masalah teknis di Holyland saat itu, ada beberapa jemaah tidak dapat berangkat tepat waktu. Kemudian pihak HMT menegaskan, sudah mengumpulkan dan menginformasikan kepada peserta tur, pihaknya akan bertanggung jawab.

"Persoalannya ada masalah teknis yang terjadi pada waktu itu di Holyland, sehingga ada beberapa grup yang terpaksa kita hold dulu keberangkatannya, untuk kita selesaikan dulu masalah teknis ini, dan kami akan berangkatkan kembali, gitu," ungkap Ronny.

Berdasarkan keterangan HMT, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan jemaah yang belum sempat berangkat itu. Ronny menjanjikan pihaknya segera memberangkatkan
jemaah tersebut, atau mengembalikan uang jika diminta. HMT siap menjual aset untuk menutupi kerugian tersebut.

"Kita 'kan sedang berusaha, salah satu caranya dengan menjual aset kami untuk menutupi kerugian ini dan jual aset kan butuh waktu, kami jelaskan juga sekitar bulan Juli-Oktober ini untuk bisa menyelesaikan kewajiban ini," ujar Ronny.

Lebih lanjut Ronny menyampaikan, "Iya, jadi Juli sampai Oktober kita sudah keluarkan surat resmi untuk me-refund atau berangkatkan. Kalau keberangkatan bisa di bulan Oktober, kita juga sudah keluarkan rilis resmi HMT ke peserta," sambungnya.

Ronny menegaskan kembali, pihaknya tidak akan lepas tanggung jawab dalam masalah tersebut.

"Tentu sebagai warga negara yang baik, kita hormati proses yang ada. Tentu kita harapkan, ini semua bisa kita selesaikan secara baik-baik, bahwa kami juga selalu beritikad baik menyelesaikan hal ini, dan kantor HMT masih tetap beroperasi sampai saat ini" pungkas Ronny. (DPT)

Advertisement