Skip to content Skip to navigation

JARINGAN DOA NASIONAL GELAR MOMENTUM DOA "TAKHTA-NYA 24/40"

Gerejani Dot Com - Jaringan Doa Nasional dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid-19, yang saat ini sudah memasuki persiapan pemberlakuan “New Normal”, akan melakukan gerakan Momentum Doa “Takhta-NYA 24/40”, yakni aksi 24 Jam mengadakan pujian penyembahan dan doa selama 40 Hari, suatu kegerakan untuk mengajak masyarakat tidak lagi terfokus kepada Covid-19, tetapi mencari tahu “Apa yang Tuhan mau kerjakan di Era New Normal ini?”.

Pdt. Dr. Tony Mulia, MA selaku inisiator kegerakan doa di Indonesia, saat siang tadi melakukan pertemuan dengan media, melalui akses webinar menggunakan aplikasi Zoom, menjelaskan tentang Momentum Doa bertajuk “Takhta-NYA 24/40”.

“Saat ini Covid tidak kunjung berlalu, vaksin juga belum ditemukan, namun kehidupan terus bergerak, ekonomi harus kembali ditata, yang patut kita renungkan adalah “Apa yang Tuhan mau kerjakan di Era New Normal ini?, bagaimana gereja memasukinya. Oleh sebab itu, ini saatnya kita tidak lagi fokus kepada Covid19, justru ini waktu yang tepat untuk kita menghadirkan Takhta-Nya sebagai pusat perhatian melalui penyembahan, doa, dan syafaat kita 24 jam selama 40 hari, bersama-sama melepaskan penyembahan, pujian suara kita sehingga Takhta Tuhan itu hadir di Indonesia” sebut Pendeta yang sudah pulih dari virus Covid-19.

Pendeta Tony mengemukakan bahwa dorongan firman Tuhan dibalik Momentum Doa “Takhta-NYA 24/40”, adalah kitab Yesaya 66 ayat 1, berbunyi “Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku?".

Pertemuan penyelenggara Momentum Doa “Takhta-Nya 24/40” siang tadi dengan jurnalis media kristiani via aplikasi Zoom, selain dihadiri Pdt. Tony Mulia, juga Hanny Setiawan, Heri Pratomo, Stanley Saroinsong, dan Pdt. Welyar Kauntu.

Dalam rilis yang dibagikan usai perbincangan via aplikasi Zoom, disebutkan bahwa lewat acara “Takhta-Nya 24/40”, kita merindukan bahwa suara penyembahan yang kita bawa di hadapan Tuhan mewakili kelompok, keluarga, denominasi, suku, generasi, bahasa yang dilepaskan bersama selama 40 hari itu menjadi sebuah lagu baru yang dinyanyikan dari artinya seluruh komponen tubuh Kristus bersama-sama, "Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta pulau-pulau dengan segala penduduknya (Yesaya 42:10)".

Momentum Doa “Takhta-Nya 24/40” akan dilakukan tanggal 8 Juli - 17 Agustus 2020 bersamaan dengan perayaan kemerdekaan ke-75 tahun.

Ini bukan sekedar sebuah event biasa, tapi sebuah panggilan kudus bagi setiap dari anak-anak Tuhan, keluarga, gereja lokal, pelayanan, rumah-rumah doa, dan semua suku-suku di Indonesia untuk menanggapi sebagai sebuah Keluarga Indonesia (Indonesian Family) yang sudah disiapkan Tuhan untuk waktu seperti ini (Ester 4:14).

Pesan yang hendak disuarakan melalui gerakan doa ini, umatNya kembali hidup dalam Keintiman/Intimacy (Maz 27:4), percaya pada Pertolongan Tuhan/Grace (Ibr 4:16), Tuhan akan menyatakan isi hatiNya atau memberi Pewahyuan/Revelation (Kel 25:21-22), bahwa Tuhan lah yang memilliki Otoritas (Authority).

Acara Momentum Doa “Takhta-Nya 24/40”, nantinya akan dilakukan selama 24 jam 40 hari ini, akan di bagi dengan 12 Segmen setiap hari, dan setiap segmen 2 Jam, dimulai dari jam 00.00.

Untuk menjadi bagian dari gerakan 24/40 ini, melalui perwakilan JDN (Jaringan Doa Nasional) yang ada di 17 Wilayah Regional, di Sekota dan juga Kategorial Jaringan Doa Nasional (Wanita, Pemuda dan Anak).

Secara teknis, gerakan ini dilakukan oleh anak-anak muda, karena kitapun meyakini bahwa ini waktu kebangkitan generasi.

Mari terlibat dan ambil bagian bersama-sama, karena Tuhan bertahta diatas pujian UmatNya. (DPT)

Advertorial

Advertisement