Skip to content Skip to navigation

IBADAH SYUKUR AWAL TAHUN 2018 PGI, KETUM PGI : TAHUN INI TAHUN ANUGERAH

Pimpinan MPH Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia pagi hingga siang tadi (Kamis 4 Januari 2018), mengadakan Ibadah Syukur Awal Tahun 2018 sekaligus openhouse tahun baruan keluarga besar PGI. Ibadah syukur diadakan di Grha Oikoumene lantai 5 Jl. Salemba Raya No. 10, dihadiri jajaran pengurus PGI, seperti Ketua Umum MPH Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat-Lebang, Sekretaris Umum MPH PGI Pdt. Gomar Gultom, Pdt. Albertus Patty, Wabendum Ary Moningka, Kahumas Jeirry Sumampouw, dan lainnya, juga  ratusan undangan dan sejumlah tokoh penting Indonesia, diantaranya : Mantan Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Sularso Sopater, M.Th, Mantan Sekretaris Umum PGI Pdt Dr Dr Richard Daulay, Mantan Wakil Sekum PGI Pdt. Weinata Sairin, M.Th, Ketua Majelis Dewan Pertimbangan PGLII Pdt. DR. Nus Reimas, Ketua Umum API Pdt Brigjend TNI (Purn) Drs Harsanto Adi, MTh, Ketua Wantimpres Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Prof. Dr. K.H. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin (Din Syamsuddin), Ketua PB NU Dr. H. Marsudi Syuhud, Wasekjen PB NU H. Imam Pituduh, SH. MH, Ketua Bawaslu RI Abhan, SH, Komisioner Bawaslu RI Mochammad Afifuddin, S. Th.I., M. Si, Staf Khusus Menko Maritim Lambok, Irjen Polisi (Purnawirawan) Drs. Erwin TPL Tobing, Direktur Pendidikan Kristen Ditjen Bimas Kristen Protestan Kemenag RI Dr. Pontus Sitorus PAK, M.Si, Staf Khusus Dirjen Imigrasi, Dirut PT. MRT Jakarta William Sabandar, Staf Khusus Menkoinfo Anton Panggabean, Staf Ahli Mendikbud Fajar Ulhaq, Politisi Partai Demokrat Ulil Abshar-Abdalla, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie, turut hadir juga unsur Pemda DKI Jakarta, seperti Utusan Camat Senen, dan Utusan Lurah Kenari.

Ibadah Syukur dipimpin oleh Pdt. Misterlian Tomana Ketua Sinode Gereja Sahabat Indonesia, menyampaikan refleksi dari Kolose 3 ayat 15a yang juga merupakan tema bersama Natal 2017 PGI-KWI "Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu". Pendeta Tomana mengingatkan bahwa dalam kita harus memiliki 4 ranting hijau, 4 Ranting Hijau, yakni Ranting Hijau Kasih, Ranting Hijau Pengampunan, Ranting Hijau Antusias, dan Ranting Hijau Bersyukur. 

Ibadah syukur yang dikemas dengan nuansa kedaerahan, panitia menggunakan pakaian bernuansa adat nusantara, ada tarian nuansa daerah, ada nyanyian daerah, dan hingga saat ramah tamah pun tersedia berbagai hidangan tradisi kedaerahan. Hadir juga pengisi acara, seperti Berlian Hutauruk, Mario dan Marco Silitonga (anak kembar dari alm Edy Silitonga), dan beberapa VG Gereja.

Wakil Ketua Pdt. Daniel Petrus Zacharias Yayasan Musik Gereja (Yamuger) sebagai mitra PGI dalam hal musik gerejawi, pada kesempatan Ibadah Syukur siang tadi, melakukan simbolik peluncuran buku Kidung Keesaan. Dikatakan oleh Pendeta Daniel, bahwa sejak Mei 2017 lalu sudah diterbitkan buku hymne untuk kebutuhan peribadahan gerejawi yang baru sebagai ganti Kidung Jemaat (KJ), yakni Kidung Keesaan. Buku hymne baru tersebut berisikan 722 lagu, selain lagu-lagu dari KJ, juga ditambahkan sejumlah lagu bernuansa atau berirama daerah. Selain dalam versi cetak, buku Kidung Keesaan juga diterbitkan dalam versi dijital dan slide.

Sri Adiningsih dalam sambutannya mengingatkan kita agar senantiasa bersyukur atas apa yang kita miliki, atas apa yang sudah dicapai pemerintah, dan senantiasa bersyukur.

Sementara itu Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat-Lebang, saat sambutan mengemukakan bahwa tahun ini merupakan Tahun Anugerah. "Saudara-saudara yang kekasih, Selamat Siang...Salam Sejahtera untuk kita semua, dan Selamat Menjalani tahun yang baru, Tahun 2018 yang kita yakini sebagai Tahun Anugerah". Pendeta Eri demikian sapaan akrab Ketum PGI, mengungkapkan apresiasinya terhadap kehadiran tamu-tamu penting dalam acara Ibadah Syukur, kehadiran para tamu tersebut, satu per satu namanya disebutkan oleh Pendeta Eri sebagai penghormatan, dan dikatakan Pendeta Eri mereka hadir merupakan kebaikan bagi kita semua, dan baik untuk saling mengenal.

Mantan Ketum MUI dan juga mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, ketika didaulat memberikan sambutan, Din menyapa peserta Ibadah Syukur dengan sapaan khas umat kristiani, yakni "Shalom". Din menjelaskan juga bahwa dia mengenakan pakaian batik yang diberikan seorang pendeta beberapa hari lalu saat berkunjung ke Tarutung. Din yang sedang kurang sehat dikarenakan gangguan pada bagian pundak dan lehernya, memohon maaf tidak bisa lama mengikuti kegiatan Ibadah Syukur dikarenakan sudah memiliki jadwal konsultasi dengan dokter.

Dalam sambutannya, Din menyampaikan ucapan "Selamat Merayakan Natal 2017, semoga pesan Natal, terutama kasih, keselamatan, dan penyelamatan, agar menjadi rujukan dan acuan kita, khususnya oleh umat kristiani untuk ikut terlibat didalam mewujudkan Indonesia sesuai dengan yang sudah dicita-citakan oleh para pendiri bangsa ini, yaitu Indonesia yang aman, damai, adil, makmur, dan seterusnya". Selanjutnya Din menegaskan sikap dan pandangan pribadinya, "Bahwa dalam latar kemajemukan yang dimiliki oleh bangsa indonesia ini, maka segenap dan setiap kita harus mengakui dan mengakui kemajemukan itu sendiri". (DPT)

Advertisement