Skip to content Skip to navigation

HIRUK PIKUK PILPRES, BNN BERHASIL UNGKAP PABRIK GELAP NARKOTIKA DI MAJENE SULAWESI BARAT

Hiruk pikuk pemberitaan maupun perbincangan publik seputar isu Pemilu 2019, khususnya menyangkut Pilpres, sekalipun beberapa waktu terakhir ini marak menghiasi pemberitaan media mengenai pasangan calon peserta pilpres, siapakah yang akan maju menjadi calon presiden dan calon wakil presiden. Namun situasi tersebut tidak menjadi kendala bagi Badan Narkotika Nasional (BNN). BNN tetap fokus dan serius menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam menangani masalah narkotika.

Badan Narkotika Nasional (BNN) tadi siang (Kamis 9 Agustus 2018) bertempat di Gedung BNN RI Jl. MT Haryono No 11 Cawang Jakarta Timur, menyampaikan laporan hasil pengungkapan keberadaan dan aktivitas pabrik gelap narkoba (clan lab) didaerah Majene Sulawesi Barat. Penyampaian laporan kepada publik dilakukan oleh Kepala BNN Komjen (Pol) Heru Winarko, dalam suatu konferensi pers, didampingi oleh Deputi Pemberantasan Irjen (Pol) Arman Depari, Direktur Prosekusor dan Psikotropika Brigjen Anjan Pramuka, dan Kepala Humas BNN Kombes Sulistiandiatmoko.

Disampaikan Heru kepada media, bahwa pada 9 Juli 2018 BNN berhasil mengungkap keberadaan pabrik gelap narkoba (clan lab) didaerah Majene, Sulawesi Barat. Petugas mengamankan empat tersangka berikut barang bukti berupa narkotika dan bahan pembuat/prekursor narkotika.

Berikut alur pengungkapan pabrik gelap oleh BNN :

Pada tanggal 9 Juli 2018, tim BNN mengamankan tersangka SWA (pria, 29 tahun) saat memproduksi shabu di rumahnya yang berlokasi di BTN Griya Pesona Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Di rumahnya disita narkotika dan prekursor antara lain :

  • Cairan mengandung shabu sebanyak 4.520 ml
  • Sulfuric acid sebanyak 1.000 ml
  • Hydrochloric acid sebanyak 5.200 ml
  • Acetone sebanyak 1.000 ml
  • Cairan mengandung ephedrine sebanyak 20.000  ml

 

Selain itu petugas juga menyita bahan kimia lainnya seperti :

  • Mesitylene/trimethylbenzene sebanyak 3.000 ml
  • Iodine seberat 3.000 gram
  • Red phosphor seberat 650 gram
  • NaOH seberat 2.500 gram

 

Selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan JUF (44 thn) yang berperan sebagai pengambil obat dan pengantar barang ke kantor pos di kawasan Komplek Pasar Petoosang kecamatan Alu, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tersangka lainnya yang diamankan adalah HAS yang berperan sebagai tester shabu (43 th) di Jalan Lorong Barito, Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Ketiga tersangka di atas dikendalikan oleh seorang napi LP Klas I Tangerang bernama Lheksy. Ia divonis 20 tahun penjara pada tahun 2010 karena kasus produksi shabu di Villa Regency, Tangerang.

BNN menyatakan bahwa para tersangka dikenakan pasal 113 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) dan pasal 129 huruF a,b, dan c Jo pasal 132 (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati. (DPT)

Advertisement