Skip to content Skip to navigation

HAMPIR 50 TAHUN BERADA DI INDONESIA, GEREJA YESUS KRISTUS DARI ORANG-ORANG SUCI ZAMAN AKHIR BERKESEMPATAN AUDIENSI DENGAN PGI

Gereja Yesus Kristus Dari Orang-orang Suci Zaman Akhir atau yang biasa disingkat GYK OSZA, telah hadir di indonesia sejak 1969, dan selama hampir 50 tahun, gereja yang juga dikenal sebagai Gereja Mormon, telah berkembang dari tidak hanya dalam hal keorganisasiannya, tetapi juga kiprah pelayanannya, secara khusus pelayanannya kepada sesama manusia.

Selama hampir 50 tahun itu pula, GYK OSZA sebagai suatu organisasi kegerejaan, belum bernaung dalam satu wadah organisasi kegerejaan yang ada di Indonesia, seperti Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Setelah sering bertemu dengan  PGI dilapangan, dalam konteks saat menjalankan pelayanannya, namun antara GYK OSZA dan PGI belum pernah terjadi pertemuan resmi.

Setelah sebelumnya terlebih dulu kunjungan Bro Poliman Harsono dari Bidang Media Dewan Urusan Masyarakat GYK OSZA, bersama beberapa media kristiani bertemu dengan Sekretaris Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, akhirnya terjadi pertemuan bersejarah, yakni pada Senin 10 September 2018, sekitar jam 11 siang, jajaran pimpinan GYK OSZA berkesempatan melakukan pertemuan resmi dengan pimpinan MPH PGI. Pertemuan berlangsung dilantai 3 Grha Oikoumene Kantor PGI Jl. Salemba Raya No. 10 Jakarta Pusat, dengan suasana akrab dan hangat, diawali dengan perkenalan masing-masing pihak, percakapan tentang keberadaan GYK OSZA di Indonesia, perbincangan mengenai kebersamaan dalam pelayanan, dan sejumlah hal lainnya. Pertemuan diakhiri dengan santap siang bersama.

Dalam pertemuan antara GYK OSZA dan PGI, hadir dari jajaran PGI selain Sekretaris Umum Pdt. Gomar Gultom, turut hadir Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian Pdt. Henry Lokra, Biro Pemuda dan Remaja Abdiel F. Tanias, S.Si (Teol), Wakil Bendahara Drs. Arie Moningka, dan Humas PGi Irma Simanjuntak. Sementara itu dari jajaran GYK OSZA, hadir Area 70 Asia, Elder Djarot Subiantoro; Pasak Jawa Barat Presiden Erwin Dumalang dan Penasihat ke-2 Bro. Handson B. Limbong; Presiden Mackay dan Sister Mackay Misi Indonesia Jakarta; Sister Sri Anon Bidang Sejarah Gereja; Bro. Agus Kusumarmanto Direktur INPAC GYK, Elder dan Sister Lee mewakili bidang Kemanusiaan Gereja Yesus Kristus (Latter Day Saints Charities), serta bidang Media Bro Poliman Harsono. 

Elder Djarot sebelum meninggalkan ruang pertemuan, kepada media mengemukakan perasaan harunya terhadap pertemuan bersama PGI.

“Jadi yang pertama, kami memperkenalkan diri sebagai Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, karena kami sudah berada di Indonesia selama 49 tahun, tetapi baru berkesempatan untuk beranjangsana bertemu muka ya sekarang ini. Secara tidak resmi sering bertemu dilapangan, tetapi resmi ini berkunjung dan bertemu", lebih lanjut Elder Djarot menjelaskan "Tentunya sekarang diera keterbukaan ini, kita perlu pembauran, bersosialisasi, terutama Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, kita memberikan penekanan pada pelayanan, melayani, yaitu dari perintah Tuhan yang mengasihi Allah, mengasihi sesama seperti dirimu sendiri. Kita diminta bukan saja melayani anggota (sudah pasti), jemaat, pribadi, maupun keluarga, tetapi juga sesama manusia yang lain. Ini kan harus diperluas jangkauannya, dalam pelaksanaannya kami selalu bekerja sama dengan organisasi-organisasi lain, seperti contoh sewaktu Tsunami Aceh, kami bekerja sama dengan organisasi Islam dunia, kemudian di Lombok, kami bekerja sama dengan PB NU, disitu kita bertemu PGI, kita bekerja sama dengan PGI, kalau melihat ini, kita banyak bekerja sama dengan organisasi lain, kenapa tidak dengan organisasi kristen juga”. 

“Tujuan dari pertemuan ini sudah tentu perkenalan, namun juga pemahaman satu sama lain. Kita juga dishare PGI itu apa, seperti apa” pungkas Elder Djarot.

Sementara itu tanggapan Sekum PGI Pdt. Gomar Gultom terhadap pertemuan dengan GYK OSZA, sebagaimana diberitakan dalam laman resmi PGI, Pdt. Gomar mengatakan "Bersama semua orang yang berkehendak baik, kita harus membangun kerjasama dalam rangka membangun bangsa ini". 

Pada kesempatan pertemuan dengan PGI itu juga, Elder Djarot menjelaskan tentang berbagai upaya kemanusiaan yang dilakukan GYK OSZA dalam rangka membantu korban gempa di Lombok, yakni seperti diantaranya pengiriman bantuan berupa tenda, perlengkapan sekolah, peralatan kebersihan dan kesehatan untuk dewasa dan anak-anak, serta perkakas rumah dan generator. Sedangkan salah satu rencana yang akan dilakukan adalah pembangunan rumah hunian sementara. (DPT)

Advertisement