Skip to content Skip to navigation

GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN MENERIMA DAN MENGAPRESIASI OBOR PASKAH NASIONAL 2018

Perjalanan Obor Paskah Nasional 2018, yang dimulai pada 19 Maret 2018 dari Kawasan Wisata Danau Tondano Sulawesi Utara, melewati sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan kemarin Minggu 1 April 2018 bertepatan dengan Hari Paskah, Obor Paskah Nasional 2018 tiba di DKI Jakarta.

Obor Paskah Nasional 2018 yang diarak oleh ratusan generasi muda, setelah selesainya waktu car free day/hari bebas kendaraan bermotor, bergerak dari GPIB Paulus Jakarta Pusat, melintasi Jalan Imam Bonjol menuju Bundaran HI. Setiba di Bundaran HI, rombongan kirab Obor Paskah Nasional 2018, disambut ribuan masyarakat yang sudah menantikannya sejak car free day, termasuk diantaranya sejumlah tokoh gereja ataupun aktivis kristen di Jakarta.

Kehadiran Obor Paskah Nasional 2018 di Jakarta, menambah semarak perayaan Paskah 2018 di Jakarta, setelah sebelumnya pada hari yang sama, jam 4.30 WIB diselenggarakan Paskah Bersama di Monas.

Kirab Obor Paskah Nasional 2018, berjalan diteriknya panas matahari melintasi jalan utama Jend. Sudirman dan M.H Thamrin, menuju GPIB Immanuel di Gambir Jakarta Pusat; gereja yang menjadi salah satu icon kristen, dan bangunan bersejarah yang sudah berdiri sejak 24 Agustus 1839. Ribuan orang yang turut mengarak Obor Paskah Nasional 2018, setelah mengalami teriknya panas matahari, sempat mengalami guyuran hujan yang cukup deras. Namun semangat rombongan kirab tidak surut, bahkan dengan bernyanyi mereka tetap berjalan.

Obor Paskah Nasional 2018 memasuki areal pelataran depan GPIB Immanuel sekitar jam 13.30 WIB. Ribuan orang rombongan kirab, bergabung dengan massa yang telah menunggu dipelataran GPIB Immanuel, diwarnai dengan tata suara yang bagus dan setting frontpage yang theatrical, serta pemusik dan worship leader yang melantunkan puji-pujian penyembahan dan ucapan syukur pada Tuhan Yesus, semakin menambah semarak dan semangat acara penyambutan Obor Paskah Nasional 2018, sekalipun hujan masih tetap mengguyur. Dan jelang pukul 3 sore hujan pun reda.

Tampak hadir sejumlah tokoh dan tamu undangan, diantaranya Dirjen Bimas Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury, Ketum Sinode GBI Pdt. Dr. Japarlin Marbun, Sekretaris Ditjen Bimas Kristen Dr. Yan K. Kadang, Gubernur DKI Prof. Dr. Anies R. Baswedan, Ketum API Pdt. Harsanto Adi, MM, M.Th, Ketum Sinode Am GPI (Gereja-gereja Protestan di Indonesia) Pdt. Dr. Liesje Sumampouw, Tokoh Papua yang juga pimpinan PGI Pdt. Dr.Phil Karel Erary, Pdt. Saut Sirait, M.Th, Walikota Batu Malang Dewanti Rumpoko, perwakilan PGIW DKI Jakarta, perwakilan sejumlah aras gereja di DKI Jakarta, sejumlah tokoh keumatan lainnya seperti dari Hindu, Islam, Buddha, dan lainnya, dan perwakilan sejumlah aras gereja di Sumatera Utara.

Sore sekitar jam 4, Obor Paskah Nasional 2018 yang saat datang disambut dengan berbagai kidung pujian, dan tari-tarian penyembahan, diiringi 34 obor bambu yang menandai 34 provinsi di Indonesia dengan latar belakang simbol salib, diterima oleh Ketua Kirab Teddy Matheos, kemudian Obor Paskah Nasional 2018 diserahkan ke perwakilan tokoh gereja, diantaranya Pdt Japarlin Marbun, kemudian para tokoh gereja tersebut menyerahkan obor ke Gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan selaku perwakilan pemda dan masyarakat DKI Jakarta, selanjutnya Gubernur Anies memberikan Obor Paskah Nasional 2018 kepada Pdt. Liesje Sumampouw Ketum Sinode GPI selaku tuan rumah penyambutan. Sinode GPI yang tahun 2018 berusia 413 tahun, telah menghadirkan belasan sinode gereja protestan, diantaranya GPIB.

Dirjen Bimas Kristen Prof. Thomas Pentury dalam sambutannya menyampaikan apresiasi. “Saya memberi apreasiasi yang tinggi terhadap acara Paskah 2018 ini. Perayaan Paskah Nasional tidak hanya simbolik, namun menjadi bagian dari cara kita memaknai Paskah, penyelamatan manusia dari dosa".

Lebih lanjut Prof Thomas Pentury mengungkapkan harapannya, “Api dari obor Paskah ini, akan mengikat kita semua dalam persekutuan sebagai warga Kristen di Indonesia, menjadi pemersatu bangsa ini".

Sementara itu Pdt Karel Phil Erary dalam refleksi Paskahnya, menjelaskan makna Paskah dalam perspektif kepedulian lingkungan hidup, utamanya tentang makna air. Tema Paskah kali ini “peace and harmony”.

Pdt Erary mengemukakan bahwa, "Air harus dapat menciptakan perdamaian di antara kita. Empat hukum wajib sebelum minum air ;terima kasih air, aku mengasihimu air, habiskan air, dan aku akan menjagamu air". Bagi Erary, pergerakan air dari Tondano menuju Danau Toba kiranya dapat menjadi lambang pergerakan konservasi di Indonesia. Baginya, tidak ada Paskah, tanpa salib, karena kayu salib tempat bergantung Yesus. Selain air dan kayu salib, ada juga batu.

Lebih lanjut Erary menjelaskan makna Lilin. Pdr Erary mengemukakan lilin sebagai simbol dari terang Paskah, yang nantinya akan menerangi kegelapan.

Gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan dalam pernyataanya saat menerima obor, sebagaimana disampaikan Ketua Kirab Teddy Matheos kepada Gerejani Dot Com, mengungkapkan keprihatinannya terhadap masalah air tanah di DKI Jakarta. Sejalan dengan tema Obor Paskah Nasional 2018 "Peace & Harmony", dan refleksi Paskah Pdt Karel Phil Erary, Gubernur mengharapkan agar mengibarkan terus Peace & Harmony, dan peliharalah semua ciptaan Tuhan. Gubernur Anies juga menghimbau agar kita bersama menjaga penggunaan air di ibukota.

Diakhir acara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima obor Paskah dan diserahkan kepada para Pendeta untuk selanjutnya dibawa menuju Danau Toba Sumatera Utara. (DPT)

Advertisement