Skip to content Skip to navigation

GEREJA YESUS KRISTUS DARI ORANG-ORANG SUCI ZAMAN AKHIR KOTA BOGOR SIAP BEKERJA SAMA DENGAN KANTOR KEMENAG BOGOR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GURU-GURU AGAMA KRISTEN

Pertemuan sekitar 20 an Guru-guru Pendidikan Agama Kristen se-Kota Bogor dengan pengurus dan pengerja Gereja Yesus Kristus Dari Orang-orang Suci Zaman Akhir (GYK OSZA), yang diinisiasi oleh Harapan Nainggolan, M.Min., M.Th Kepala Seksi Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Bogor (Kankemenag), berawal dari tidak adanya komunikasi dan interaksi antara Kankemenag dengan pengurus GYK OSZA di Kota Bogor. Harapan mengungkapkan hal ini saat menyampaikan kata sambutannya. Lebih lanjut Harapan menceritakan, kendala relasi selama ini dikarenakan ketidaktahuan siapa pengurus gereja GYK OSZA. 
 
"Ternyata Tuhan buka jalan, walaupun tidak seperti dibayangkan semula. Momentum pembangunan gedung gereja, membuat saya bertemu dengan Uskup Lingkungan ke-1 Bapak Jemmy. Setelah pertemuan itu, saya sampaikan kepada Bapak Uskup Lingkungan ke-1, ternyata gereja kita sudah banyak melakukan kegiatan selama ini, pengejawantahan dari hukum kedua, hukum kasih, terhadap sesama manusia. Tapi sayangnya kami tak pernah tahu, Saya katakan, kenapa tidak dimobilisasi, dikoordinasi dengan baik, sehingga kegiatan-kegiatan yang sifatnya perwujudan rasa mengasihi terhadap sesama itu, bisa dirasakan orang lain, Lalu pada pertemuan berikutnya, saya bicara ke Bapak Uskup Lingkungan-1, Pak Jemmy, kalau boleh saya akan bawa guru-guru agama kristen di Kota Bogor' demikian diceritakan Nainggolan perihal latarbelakang inisiasi pertemuan.
 
Nainggolan dalam sambutannya mengemukakan fakta bahwa di Kota Bogor ada 60 orang guru agama kristen dari ratusan sekolah, dan 20 an diantaranya turut hadir dalam pertemuan dengan GYK OSZA atau yang disebut juga sebagai Gereja Mormon.
 
Nainggolan mengharapkan, pertemuan yang berlangsung dari pagi hingga siang tadi dapat meningkatkan wawasan dan pemanaman para guru Pendidikan Agama Kristen tentang berbagai aliran dan denominasi kegerejaan di Indonesia. ''Semoga kunjungan dan pertemuan ini dapat menghapus ketabuan terhadap salah satu aliran atau denominasi Kristen, khususnya Mormon ini." demikian dijelaskan Nainggolan. 
 
"Pimpinan dan jemaat Gereja Yesus Kristus Dari Orang-orang Suci Zaman Akhir di Kota Bogor, menyambut dengan gembira dan tangan terbuka inisiatif pertemuan" demikian tanggapan Presidensi Pasak Jakarta Erwin Dumalang. Presiden Erwin lebih lanjut mengemukakan harapannya "Kami berharap melalui kunjungan dan pertemuan ini, sejumlah persepsi yang keliru dan cerita simpangsiur dapat terklarifikasi. Biasanya kami salah dipersepsikan sebagai penganut poligami, padahal ajaran Gereja Yesus Kristus Dari Orang-orang Suci Zaman Akhir menganut monogami dengan penekanan pada pentingnya kekuatan keluarga, yang kami percaya sebagai kunci kekuatan bagi masyarakat dan negara".
 
Sementara itu, pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab tersebut, diisi oleh sejumlah pengurus gereja GKY OSZA dengan berbagai presentasi informasi mengenai sejarah kelahiran gereja yang juga dikenal sebagai Gereja Mormon, dan sebelum dimulainya paparan, Bro Poliman dari Bidang Urusan Masyarakat, dipercaya oleh Penasehat II Presidensi Pasak Jakarta Hanson B. Limbong, untuk mengawali memberikan ungkapan selamat datang dan pengantar presentasi. Paparan disampaikan diantaranya, oleh : Penasehat I Presidensi Pasak Vanespura Kencana Putra mewakili Presidensi Pasak Erwin Dumalang, Presidensi Misi Mackay, Uskup Lingkungan ke-1 Jemmy Mongan, dan Bro Suyud Haryono dari Kepemimpinan GYK OSZA jemaat di Kota Bogor. Para peserta pertemuan disuguhi tayangan film singkat mengenai pendiri gereja mormon, yakni Joseph Smith.
 
Kehangatan dan keakraban yang berlangsung selama pertemuan, tidak membuat para guru PAK nampak canggung, mereka pun bertanya dan meminta penjelasan lebih lanjut tentang beberapa hal. Pertemuan tadi pun, memunculkan gagasan program bersama, yakni diantaranya program 'Summer Camp English Course", program liburan bagi pelajar Kota Bogor untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris, dan program kursus bahasa inggris untuk Guru-guru PAK dan TOEFL Test gratis.
 
Setelah sesi paparan mengenai kegerejaan GYK OSZA, para peserta melihat-lihat berbagai ruangan gereja yang dipergunakan untuk pembinaan dan pengajaran. Mereka melihat dan bertanya dengan para pengerja gereja yang menangani tiap-tiap ruangan kelas, seperti ruangan pratama, remaja putri, remaja putra, kuorum imamat melkisedek, sekolah minggu, lembaga pertolongan, ruang kemandirian, dan seminari-institut. 
 
Setelah mengikuti berbagai sesi paparan mengenai kegerejaan GYK OSZA atau Gereja Mormon, lalu meninjau ruangan-ruangan kelas pembinaan dan pengajaran, serta berdialog langsung dengan pengerja gereja yang menangani kelas-kelas tersebut, nampak wajah para guru agama kristen berseri, seakan mereka mendapatkan hal-hal menyenangkan. Akhir pertemuan, pengurus dan jemaat GYK OSZA Kota Bogor dan para peserta guru-guru agama kristen menikmati santapan siang bersama. (DPT)

Advertisement