Skip to content Skip to navigation

EV. JOHNNY PARDEDE : "HIDUP SEMPURNA DALAM IMAN, ROH KUDUS, KASIH"

Pengusaha kelahiran Medan Sumatera Utara 24 April 1954, anak laki-laki ketiga, anak ketujuh dari ayah konglomerat bernama Tumpal Dorianus "TD" Pardede, dan ibu Hermina Napitupulu, dia adalah Johnny Pardede.

Kemarin, Kamis 11 April 2019, sore hingga malam bertempat di Hotel Jhon's Pardede International Jl Raden Saleh I No 9, Jakarta Pusat, diadakan Ibadah Syukur Hari Kelahiran Johnny Pardede, memperingati ulang tahun ke-65 pimpinan Hotel John's Pardede.

Ibadah dihadiri sekitar 200 an orang dari berbagai latarbelakang, tidak hanya keluarga, hamba-hamba Tuhan, perwakilan Persekutuan Doa BNN, komunitas wartawan (Perwamki), tim pelayanan Johnny Pardede, dan lain sebagainya.

John Pardede, demikian akrab disapa, dalam kesaksian hidupnya, yang diungkapkan dalam renungan firman Tuhan, mengemukakan beban pergumulan imannya tentang umat kristen. John Pardede mengemukakan berbagai ayat dalam Alkitab, yang menjadi keprihatinannya, yakni penggenapan firman Tuhan tentang akhir zaman, berupa berbagai bencana alam, kemunculan antikris, penerapan chip yang ditanam dalam tubuh, kebejatan pergaulan seperti LGBT, dan hal-hal lainnya.

John Pardede yang pernah mengidap kanker yang sudah parah, diberi mukjizat Tuhan kesembuhan, sehingga akhirnya dia memutuskan
menyerahkan dirinya menjadi hamba Tuhan, penginjil yang menyuarakan kebenaran firman Tuhan kepada berbagai lapis masyarakat, tidak hanya dalam negri, tetapi juga hingga mancanegara. Kini John Pardede dikenal sebagai Ev. John Pardede.

John Pardede dalam kehidupan keluarga besarnya, pun tergerak melakukan pemulihan hubungan, setelah sebelumnya selama lebih 2 dekade hubungan dirinya dengan kakak beradiknya rusak karena konflik warisan usaha orangtua mereka, seperti diantaranya Hotel Danau Toba, RS Herna Medan, Universitas Dharma Agung, dan lain sebagainya.

Perdamaian keluarga besar keturunan TD Pardede-Hermina br Napitupulu, akhirnya terwujud, dan kini John Pardede dan saudara-saudara kandungnya pulih kembali akrab.

John Pardede mengingatkan kepada umat Tuhan, agar hidup kudus dan sempurna. Ada tiga kondisi yang dibutuhkan untuk dapat hidup sempurna, yakni hidup dalam iman, hidup dalam roh kudus, dan hidup dalam kasih. (DPT)

Advertisement