Skip to content Skip to navigation

DOLLAR AS TERUS MENEKAN RUPIAH, KINI TEMBUS RP. 14000, IHSG NEGATIF

Dollar AS Tembus Rp. 14000

Memasuki tahun-tahun politik 2018-2019, dengan akan diselenggarakannya Pilkada Serentak pada Juni 2018 dan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden-Wakil Presiden berbarengan pada 2019, dan saat Pemerintah gencar-gencarnya melaksanakan proyek infrastruktur yang massive disejumlah daerah di Indonesia, termasuk penyelesaian berbagai proyek dalam rangka dukungan penyelenggaraan Asian Games 2018, nilai tukar matauang Rupiah justru mengalami tekanan dari matauang Dollar Amerika Serikat (US$).

Sebagaimana diberitakan Detik.com, Dolar Amerika Serikat (AS) terus memberikan tekanan terhadap rupiah, pagi ini dolar AS sudah bertengger di Rp 14.027 merupakan posisi tertinggi sejak awal tahun. Detik.com mengutip data Reuters, Selasa (8 Mei 2018) pada pukul 09.30 WIB, dolar menyentuh Rp 14.027.

Laju rupiah terhadap dolar AS sudah mengalami perjalanan yang panjang sampai dolar AS sampai pagi ini di Rp 14.027. Pada 28 tahun lalu, dolar AS hanya sebesar Rp 2.000 saja.

Menanggapi tekanan Dolar AS tersebut, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution mengatakan kondisi pelemahan rupiah terhadap dolar tidak perlu dikhawatirkan.

"Kurs kan sebenarnya belum masih bergerak lah dan itu sama-sama juga dengan yang lain kita nggak sendirian jangan dilihat sesuatu yang eneh dan mengkhawatirkan. Memang dia tembus tapi memang mestinya tidak berarti akan bertahan di angka itu," kata dia di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Senin (7/5/2018) demikian diberitakan Detik.com.

Darmin menjelaskan, pihak Bank Indonesia pastinya tengah mempersiapkan langkah strategis untuk mengatasi pelemahan rupiah saat ini. Jika dilihat dari strategi penguatan rupiah dengan menaikkan suku bunga acuan, kata Darmin hal tersebut akan berdampak pada perlambatan pertumbuhan kredit di dalam negeri. Namun di sisi lain, dengan naiknya suku bunga acuan di dalam negeri penguatan rupiah bisa dilakukan.

"Lho memang pada situasi fluktuasi, ya pilihannya satu dari dua. Nggak bisa dua duanya mempertahankan angka ini atau mempertahankan kurs yaa tidak bisa dua duanya dan sebenarnya kan, pertumbuhan ekonomi kita memang tidak terlalu bagus. Tapi jangan lupa pertumbuhan ekonomi di kwartal 1 cenderung sedikit lebih rendah dibanding sesudahnya," papar dia.

Seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) bergerak negatif pagi ini di tengah penguatan bursa saham regional. Pelemahan IHSG juga diwarnai dengan jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Pada perdagangan preopening, IHSG berkurang 22,318 poin (0,38%) ke level 5.862,780. Indeks LQ45 juga ikut turun 5,604 poin (0,60%) ke level 935,435. Membuka perdagangan, selasa (8/5/2018) IHSG turun 22,318 poin (0,38%) ke level 5.862,780. Indeks LQ45 turun 5,604 poin (0,60%) ke level 935,435. Pelemahan IHSG makin menjadi-jadi jelang penutupan tengah hari. IHSG terjungkal 124,753 poin (2,12%) ke 5.760,345. Indeks LQ45 melemah 26,949 poin (2,86%) ke 914,090, demikian dikutip dari Detik.com.

Posisi tertinggi yang sempat dicatatkan IHSG berada di 5.866,079 dan terendah di 5.752,801. Perdagangan saham siang ini terpantau moderat dengan frekuensi perdagangan saham 212.122 kali transaksi sebanyak 6,1 miliar lembar saham senilai Rp 3,7 triliun.

Delapan sektor saham kompak melemah. Pelemahan paling dalam dialami sektor infrastruktur yang jatuh sebesar 2,16%. Sebanyak 70 saham menguat, 270 saham melemah dan 98 saham stagnan. Perdagangan saham siang ini juga diwarnai aksi jual asing yang mencatatkan jual bersih Rp 325 miliar.

Sementara bursa regional bergerak positif. Berikut pergerakan bursa Asia siang ini:

  • Indeks Nikkei naik 25,160 poin (0,11%) ke level 22.492,570
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 27,150 poin (0,87%) ke level 3.163,800
  • Indeks Strait Times bertambah 11,270 poin (0,32%) ke level 3.543,860
  • Indeks Hang Seng naik 352,770 poin (1,17%%) ke level 30.342,221

Advertisement